14, 2026
Nasional

Tak Perlu ke Paris, Begini Penampakan 'Mona Lisa dari Jawa' di Jakarta

Museum Nasional Indonesia meresmikan Galeri Prajnaparamita yang menampilkan arca peninggalan Singasari abad ke-13, dijuluki 'Mona Lisa dari Jawa'.]]>

Hendra Hartono
Hendra Hartono Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Tak Perlu ke Paris, Begini Penampakan 'Mona Lisa dari Jawa' di Jakarta

Tak Perlu ke Paris, Begini Penampakan 'Mona Lisa dari Jawa' di Jakarta

Di tengah hiruk pikuk ibu kota Jakarta, tersembunyi sebuah karya seni yang seringkali disebut sebagai "Mona Lisa dari Jawa". Karya ini bukan lukisan hasil tangannya maestro Renaisans Eropa, Leonardo da Vinci, tetapi sebuah arca perunggu kuno yang memiliki nilai sejarah dan keindahan tak ternilai. Arca ini dikenal sebagai Arca Prajnaparamita, sebuah simbol kebijaksanaan dalam Buddhisme Mahayana yang telah berusia lebih dari seribu tahun.

Arca Prajnaparamita kini menjadi koleksi permanen Museum Nasional Indonesia atau yang lebih dikenal sebagai Museum Gajah. Dengan tinggi sekitar 122 sentimeter dan berat lebih dari 500 kilogram, arca ini memukau pengunjung dengan keanggunan dan kehalusannya meskipun terbuat dari bahan logam yang biasanya dianggap keras. Keindahannya seringkali membandingkan dengan karya legendaris Mona Lisa, meskipun medium dan konteksnya sangat berbeda.

Sejarah dan Latar Belakang Arca Prajnaparamita

Arca Prajnaparamita berasal dari era Kerajaan Singhasari di Jawa Timur, sekitar abad ke-13 Masehi. Diperkirakan dibuat pada masa pemerintahan Raja Kertanegara, penguasa terakhir Singhasari sebelum berdirinya Kerajaan Majapahit. Arca ini merupakan representasi dari dewi Prajnaparamita, personifikasi dari kebijaksanaan transenden dalam ajaran Buddha Mahayana.

Penemuan arca ini sendiri terjadi pada awal abad ke-20 di desa Candirejo, Kecamatan Ngawen, Blora, Jawa Tengah. Pada tahun 1818, seorang pejabat Belanda bernama A.R. Wallace menemukan arca ini dalam kondisi tergeletak di tanah. Arca kemudian dibawa ke Batavia (sekarang Jakarta) dan disimpan di Museum Gajah hingga kini.

Keunikan Arca Prajnaparamita terletak pada detail-detail halus yang terukir di permukaannya. Wajah arca dengan ekspresi tenang dan penuh kedamaian, diperindah dengan mahkota yang rumit dan hiasan telinga yang megah. Pakaian yang dikenakan arca juga diukir dengan sangat detail, menampilkan lipatan-lipatan kain yang natural dan motif hiasan yang rumit.

Nilai Seni dan Budaya yang Tinggi

Arca Prajnaparamita diakui sebagai salah satu karya seni metalurgi terbaik dalam sejarah Indonesia. Tingkat kehalusan detail dan presisi dalam pengerjaannya menunjukkan tingkat keahlian tinggi dari para perajin pada masa itu. Teknik pengecoran perunggu yang digunakan kemungkinan besar adalah teknik lost-wax casting, sebuah metode yang membutuhkan ketelitian dan keahlian ekstra.

Secara seni, arca ini menggabungkan unsur-unsur Hindu dan Buddha, yang mencerminkan sinkretisme keagamaan yang kental pada masa Kerajaan Singhasari dan Majapahit. Ekspresi wajah arca yang tenang dan bijaksana mencerminkan karakter ideal dari seorang bodhisattva—beings yang menunda nirvana sendiri untuk membantu makhluk lain mencapai pencerahan.

Arca ini juga menjadi bukti dari tingginya status perempuan dalam masyarakat Jawa kuno. Prajnaparamita dianggap sebagai dewi utama dalam panteon Buddha Mahayana di Jawa, menunjukkan bahwa perempuan memiliki posisi yang sangat dihormati dalam kehidupan spiritual masyarakat pada masa itu.

Pelestarian dan Warisan Budaya

Sebagai bagian dari koleksi Museum Nasional Indonesia, Arca Prajnaparamita menjadi salah satu pusat perhatian dalam upaya pelestarian warisan budaya Indonesia. Museum secara rutin melakukan perawatan dan konservasi untuk menjaga kondisi arca tetap optimal. Pengamanan juga ditingkatkan untuk melindungi karya berharga ini dari segala bentuk ancaman.

Kehadiran Arca Prajnaparamita di Jakarta memungkinkan masyarakat luas, termasuk wisatawan mancanegara, untuk melihat langsung keindahan dan kekayaan budaya Indonesia tanpa perlu pergi ke Paris atau ke museum-museum luar negeri. Karya ini menjadi bukti bahwa Indonesia memiliki warisan seni dan budaya yang setara dengan negara-negara lain di dunia.

Dalam beberapa tahun terakhir, Museum Nasional Indonesia telah melakukan berbagai upaya untuk mempromosikan Arca Prajnaparamita, termasuk pameran khusus dan program edukasi. Upaya ini bertujuan agar generasi muda lebih mengenal dan menghargai warisan budaya bangsa.

Pengalaman Mengagumkan untuk Pengunjung

Bagi pengunjung Museum Nasional, melihat Arca Prajnaparamita langsung adalah pengalaman yang tak terlupakan. Banyak yang terpukau oleh keanggunan dan keindahan arca ini, seringkali menghabiskan waktu berlama-lama hanya untuk memandangnya dari berbagai sudut. Beberapa pengunjung mengaku merasa ada energi atau kedamaian tertentu yang memancar dari arca ini.

Museum juga menyediakan informasi detail mengenai sejarah dan makna Arca Prajnaparamita melalui papan informasi dan pemandu wisata. Pengunjung bisa mempelajari lebih dalam tentang konteks historis, makna simbolis, dan teknik pembuatannya, sehingga pengalaman melihat arca ini menjadi lebih bermakna.

Dengan adanya Arca Prajnaparamita di Jakarta, masyarakat tidak perlu merasa ketinggalan menikmati keindahan seni tingkat dunia. Karya ini menjadi sumber kebanggaan bangsa Indonesia dan bukti nyata tentang kekayaan budaya yang perlu dilestarikan untuk generasi mendatang.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Hendra Hartono

Jurnalis ekonomi yang fokus pada kebijakan makro dan sektor keuangan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter