30, 2026
Nasional

Gus Ipul Minta Wali Sekolah Rakyat Dampingi Siswa dengan Hati

Mensos Gus Ipul menekankan pentingnya fungsi rehabilitasi di Sekolah Rakyat untuk membentuk karakter siswa. Pelatihan wali asuh dan asrama digelar di Bandung.]]>

Hesti Kusuma
Hesti Kusuma Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Gus Ipul Minta Wali Sekolah Rakyat Dampingi Siswa dengan Hati

Gus Ipul Minta Wali Sekolah Rakyat Dampingi Siswa dengan Hati

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul menekankan pentingnya peran wali atau pendamping dalam proses pendidikan di Sekolah Rakyat. Ia meminta para wali mendampingi siswa dengan sepenuh hati, bukan sekadar menjalankan tugas administratif. Penekanan itu disampaikan Gus Ipul dalam kunjungannya ke salah satu lokasi Sekolah Rakyat, di mana ia berdialog langsung dengan para pengajar, wali, dan siswa.

Menurut Gus Ipul, Sekolah Rakyat bukan sekadar institusi pendidikan biasa. Sekolah ini dirancang untuk memberikan kesempatan belajar bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, termasuk mereka yang selama ini terputus dari akses pendidikan formal. Karena itu, pendampingan yang diberikan harus bersifat personal dan menyentuh aspek emosional siswa.

Pendampingan Berbasis Empati

Gus Ipul menjelaskan bahwa siswa Sekolah Rakyat umumnya berasal dari latar belakang yang penuh tantangan. Banyak dari mereka memiliki pengalaman hidup yang tidak mudah, sehingga membutuhkan figur yang mampu memahami kondisi psikologis dan sosial mereka. Wali, kata dia, berperan sebagai orang tua kedua di lingkungan sekolah.

"Dampingi anak-anak kita dengan hati. Jangan hanya hadir secara fisik, tetapi juga hadir secara emosional," ujar Gus Ipul di hadapan para wali dan pengajar. Ia menambahkan bahwa kedekatan antara wali dan siswa akan membangun rasa aman dan percaya diri yang sangat dibutuhkan dalam proses belajar.

Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan Sekolah Rakyat tidak hanya diukur dari capaian akademik. Perubahan perilaku, tumbuhnya karakter, dan meningkatnya harapan hidup siswa menjadi indikator yang sama pentingnya. Karena itu, wali dituntut mampu mengenali kebutuhan masing-masing siswa secara individual.

Peran Strategis Wali dalam Ekosistem Sekolah Rakyat

Dalam struktur Sekolah Rakyat, wali memiliki fungsi yang lebih luas dibandingkan guru pada umumnya. Mereka tidak hanya mengawasi kegiatan belajar, tetapi juga mendampingi siswa dalam kehidupan sehari-hari di asrama, mengelola konflik antar siswa, serta menjembatani komunikasi dengan keluarga.

Gus Ipul menyebut bahwa peran tersebut menuntut kesabaran dan ketelatenan luar biasa. Ia mengapresiasi para wali yang telah menjalankan tugas dengan dedikasi tinggi, meskipun sering menghadapi keterbatasan sumber daya. Menurutnya, semangat pengabdian seperti itu merupakan fondasi utama keberhasilan program Sekolah Rakyat.

Ia juga mendorong adanya pelatihan berkelanjutan bagi para wali, terutama dalam bidang pendampingan psikososial dan penanganan anak. Dengan bekal tersebut, wali dapat merespons berbagai persoalan siswa secara tepat, termasuk ketika menghadapi kasus yang membutuhkan penanganan khusus.

Kolaborasi Lintas Sektor Diperlukan

Gus Ipul menegaskan bahwa pendampingan siswa tidak bisa dilakukan oleh wali seorang diri. Diperlukan kolaborasi antara Kementerian Sosial, pemerintah daerah, lembaga pendidikan, serta masyarakat sekitar. Ia menyebut bahwa sinergi lintas sektor akan memperkuat ekosistem pendukung bagi tumbuh kembang siswa.

Kementerian Sosial, lanjutnya, terus berupaya memperluas akses dan meningkatkan kualitas layanan Sekolah Rakyat. Berbagai program pendukung, mulai dari pemenuhan gizi, layanan kesehatan, hingga bimbingan karier, disiapkan agar siswa memiliki bekal yang cukup setelah menyelesaikan pendidikan.

Ia juga mengajak dunia usaha dan filantropi untuk terlibat dalam penguatan Sekolah Rakyat. Menurutnya, tanggung jawab sosial terhadap anak-anak kurang beruntung bukan hanya beban pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa.

Harapan bagi Masa Depan Siswa

Di akhir kunjungannya, Gus Ipul berpesan kepada para siswa agar memanfaatkan kesempatan belajar dengan sebaik-baiknya. Ia berharap Sekolah Rakyat menjadi titik balik bagi kehidupan mereka, tempat di mana keterbatasan tidak lagi menjadi penghalang untuk meraih cita-cita.

Ia menekankan bahwa setiap anak memiliki potensi yang unik. Tugas pendamping adalah membantu mereka menemukan dan mengembangkan potensi tersebut. Dengan pendampingan yang tulus, siswa Sekolah Rakyat diharapkan tumbuh menjadi generasi yang mandiri, berkarakter, dan berkontribusi bagi masyarakat.

Pesan Gus Ipul mengenai pendampingan dengan hati menjadi pengingat bahwa pendidikan pada hakikatnya adalah proses memanusiakan manusia. Di Sekolah Rakyat, keberhasilan tidak semata diukur dari angka, tetapi dari seberapa besar perhatian dan kasih sayang yang diberikan kepada setiap anak yang sedang berjuang menata masa depannya.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Hesti Kusuma

Peneliti muda yang tertarik pada data, inflasi, dan daya beli masyarakat.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter