01, 2026
Nasional

Gus Kikin Ungkap Pengurus Baru PBNU Bertemu Prabowo

Intan Kusuma
Intan Kusuma Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Gus Kikin Ungkap Pengurus Baru PBNU Bertemu Prabowo

Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, mengungkapkan bahwa jajaran pengurus baru Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) telah melakukan pertemuan dengan Presiden RI Prabowo Subianto. Pertemuan tersebut menjadi salah satu langkah awal konsolidasi kepengurusan PBNU periode baru dalam membangun komunikasi dengan pemerintah.

Gus Kikin menyampaikan hal itu di sela kegiatan di lingkungan Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur. Menurutnya, pertemuan dengan kepala negara merupakan bagian dari tradisi organisasi dalam menjalin hubungan kelembagaan dengan pemerintah, sekaligus menyampaikan aspirasi warga nahdliyin di berbagai daerah.

Konsolidasi Kepengurusan dan Komunikasi dengan Pemerintah

Dalam keterangannya, Gus Kikin menegaskan bahwa pertemuan antara pengurus baru PBNU dan Presiden Prabowo berlangsung dalam suasana kekeluargaan. Ia menyebut komunikasi semacam itu penting agar program-program organisasi yang menyentuh kepentingan umat dapat berjalan selaras dengan kebijakan pemerintah. Menurutnya, Nahdlatul Ulama sebagai organisasi kemasyarakatan terbesar di Indonesia memiliki tanggung jawab moral untuk turut menjaga stabilitas dan pembangunan nasional.

Gus Kikin menjelaskan bahwa dalam pertemuan tersebut dibahas sejumlah isu strategis, mulai dari penguatan pendidikan keagamaan, pemberdayaan ekonomi warga, hingga upaya memperkuat kerukunan dan moderasi beragama. Ia menilai pemerintah memiliki perhatian terhadap peran pesantren dan lembaga pendidikan keagamaan dalam mencetak generasi yang berakhlak dan berkontribusi bagi bangsa.

Aspirasi Warga Nahdliyin

Lebih lanjut, Gus Kikin mengungkapkan bahwa pengurus PBNU memanfaatkan kesempatan pertemuan itu untuk menyampaikan aspirasi yang berkembang di kalangan warga Nahdlatul Ulama. Aspirasi tersebut antara lain menyangkut peningkatan kesejahteraan para kiai dan guru ngaji, penguatan lembaga pendidikan diniyah, serta dukungan bagi usaha kecil dan menengah yang banyak dijalankan warga pesantren.

Ia menambahkan bahwa organisasi tidak hanya berperan dalam aspek keagamaan, tetapi juga dalam pemberdayaan sosial dan ekonomi. Karena itu, sinergi dengan pemerintah dinilai menjadi prasyarat penting agar program-program pemberdayaan dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.

Menjaga Marwah Organisasi

Dalam berbagai kesempatan, Gus Kikin juga mengingatkan pentingnya menjaga marwah organisasi dan tidak terjebak pada kepentingan politik praktis jangka pendek. Menurutnya, Nahdlatul Ulama harus tetap berada di jalur khittah, yakni berperan sebagai organisasi keagamaan dan kemasyarakatan yang mengayomi seluruh golongan, tanpa memihak kepentingan politik tertentu.

Pernyataan tersebut sejalan dengan prinsip yang kerap ditekankan kalangan ulama bahwa NU harus menjaga jarak yang proporsional dari kekuasaan, namun tetap membangun komunikasi konstruktif dengan pemerintah yang sah. Dengan begitu, organisasi dapat menjalankan fungsi kontrol sosial sekaligus berkontribusi dalam pembangunan.

Tanggapan dan Dinamika Internal

Pertemuan antara pengurus baru PBNU dan Presiden Prabowo turut menjadi perhatian publik, terutama menjelang berbagai agenda kebangsaan. Sejumlah kalangan menilai pertemuan itu sebagai langkah positif dalam memperkuat kemitraan antara organisasi keagamaan dan pemerintah. Namun, tidak sedikit pula yang mengingatkan agar kedekatan tersebut tidak menggerus independensi organisasi.

Gus Kikin menanggapi dinamika itu dengan menekankan bahwa komunikasi dengan pemerintah bukan berarti kehilangan sikap kritis. Ia menegaskan bahwa NU tetap memiliki ruang untuk menyampaikan pandangan, termasuk ketika terdapat kebijakan yang dinilai kurang berpihak kepada kepentingan rakyat kecil.

Peran NU dalam Pembangunan Nasional

Sebagai organisasi yang memiliki jaringan luas hingga tingkat desa, Nahdlatul Ulama dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung program pembangunan nasional. Jejaring pesantren, lembaga pendidikan, badan usaha, serta lembaga sosial milik NU menjadi infrastruktur yang mampu menjangkau masyarakat hingga pelosok.

Dalam konteks itu, Gus Kikin berharap kolaborasi antara PBNU dan pemerintah dapat diwujudkan dalam program nyata, bukan sekadar pertemuan seremonial. Ia menyebut beberapa bidang yang potensial dikerjasamakan, seperti penguatan literasi keagamaan, pencegahan paham ekstremisme, penanganan kemiskinan, serta pengembangan ekonomi kerakyatan berbasis pesantren.

Ia juga mengingatkan bahwa tantangan yang dihadapi bangsa saat ini cukup kompleks, mulai dari persoalan ekonomi, sosial, hingga dinamika geopolitik global. Dalam situasi seperti itu, organisasi keagamaan dituntut berperan aktif memberikan solusi dan menenangkan masyarakat, bukan menambah kegaduhan.

Harapan ke Depan

Menutup keterangannya, Gus Kikin berharap kepengurusan baru PBNU dapat menjalankan amanah dengan baik dan menjaga kepercayaan warga nahdliyin. Ia menekankan bahwa kepemimpinan organisasi bukan sekadar soal jabatan, melainkan tentang pengabdian kepada umat dan bangsa. Menurutnya, seluruh elemen NU perlu bersatu untuk memperkuat kontribusi organisasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dengan terjalinnya komunikasi antara pengurus baru PBNU dan Presiden Prabowo, diharapkan muncul langkah-langkah konkret yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat. Pertemuan itu menjadi penanda bahwa hubungan antara organisasi keagamaan terbesar di Indonesia dan pemerintah terus dibangun dalam kerangka kemaslahatan bersama, dengan tetap menjunjung prinsip kemandirian dan keberpihakan kepada rakyat.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Intan Kusuma

Kontributor rubrik data dan visualisasi angka penting.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter