Harga emas dunia yang kembali menembus level tertinggi sepanjang sejarah mendorong lonjakan minat masyarakat terhadap investasi emas. Kondisi itu terlihat dari meningkatnya transaksi pembelian emas digital melalui berbagai aplikasi finansial di Tanah Air, seiring keinginan investor memarkir dana pada aset yang dinilai relatif aman di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Penguatan harga emas dipicu sejumlah faktor, mulai dari ekspektasi penurunan suku bunga bank sentral Amerika Serikat, pelemahan nilai tukar dolar, hingga meningkatnya permintaan aset lindung nilai (safe haven) akibat ketegangan geopolitik. Bank sentral berbagai negara juga tercatat terus menambah cadangan emas mereka, yang turut menopang harga di pasar internasional.
Di Indonesia, dampak kenaikan itu langsung terasa pada harga emas batangan produksi Antam dan emas digital yang diperdagangkan melalui platform penyedia jasa keuangan. Masyarakat yang sebelumnya menabung dalam bentuk deposito atau reksa dana pasar uang mulai melirik emas sebagai alternatif diversifikasi portofolio.
Emas Digital Jadi Pilihan Generasi Muda
Kemudahan akses menjadi alasan utama. Jika dahulu membeli emas batangan mengharuskan konsumen datang ke toko atau butik emas, kini pembelian dapat dilakukan hanya melalui ponsel dengan nominal mulai dari Rp1.000 hingga Rp10.000. Saldo emas yang terkumpul pun dapat dicairkan kembali menjadi rupiah kapan saja, atau ditukar menjadi emas fisik ketika jumlahnya mencukupi.
Sejumlah penyedia jasa juga menawarkan fitur tambahan, seperti pembelian otomatis secara berkala (autodebet), fitur gadai, hingga kemungkinan mencetak emas batangan dengan kadar tertentu. Fitur-fitur tersebut membuat emas digital dinilai lebih praktis dibandingkan emas fisik, meski tetap memiliki karakteristik biaya dan risiko yang perlu dipahami calon investor.
Tujuh Aplikasi untuk Membeli Emas Digital
1. Pegadaian Digital
Melalui aplikasi Pegadaian Digital, masyarakat dapat membuka rekening Tabungan Emas dan membeli emas dengan nominal kecil. Saldo emas dapat dicetak menjadi emas fisik di kantor cabang, digadaikan, maupun dijual kembali. Layanan ini dikelola oleh PT Pegadaian, badan usaha milik negara di sektor pembiayaan.
2. Pluang
Pluang menyediakan produk emas digital melalui fitur Treasury yang dikelola bekerja sama dengan penyedia emas berizin. Aplikasi ini juga menawarkan produk investasi lain seperti reksa dana, saham, dan aset kripto dalam satu platform, sehingga memudahkan investor melakukan diversifikasi.
3. Tokopedia Emas
Layanan Tokopedia Emas memungkinkan pengguna marketplace membeli emas digital mulai dari nominal kecil, dengan harga yang diperbarui secara berkala. Emas yang terkumpul dapat dijual kembali atau dicetak dalam bentuk fisik melalui mitra penyedia.
4. Indogold
Indogold merupakan platform khusus emas digital yang menyediakan pembelian mulai dari Rp1.000, fitur autodebet, serta opsi cetak emas fisik. Platform ini menargetkan investor pemula yang ingin menabung emas secara bertahap.
5. DANA eMas
Melalui fitur DANA eMas, pengguna aplikasi dompet digital DANA dapat membeli emas mulai dari nominal Rp1.000. Saldo emas tersimpan dalam rekening yang dikelola bekerja sama dengan lembaga penyedia emas dan dapat dicairkan menjadi saldo DANA.
6. Bareksa
Bareksa, yang dikenal sebagai platform penjualan reksa dana, juga menyediakan produk emas digital. Investor dapat membeli emas sekaligus memantau portofolio investasi lain dalam satu aplikasi yang terhubung dengan sistem administrasi pasar modal.
7. EmasKITA
EmasKITA merupakan platform emas digital yang dikembangkan bekerja sama dengan PT Aneka Tambang Tbk sebagai penyedia emas. Layanan ini menyediakan pembelian mulai dari nominal kecil, penyimpanan emas, hingga penukaran menjadi emas batangan fisik.
Hal yang Perlu Dicermati Sebelum Membeli
Meski praktis, calon investor disarankan mencermati sejumlah hal. Pertama, selisih harga beli dan harga jual kembali (spread) yang berbeda-beda antarplatform. Semakin kecil spread, semakin efisien biaya transaksi yang ditanggung investor.
Kedua, status perizinan dan pengawasan penyedia layanan. Emas digital umumnya diperdagangkan melalui lembaga yang memiliki izin usaha di sektor perdagangan berjangka komoditas atau bekerja sama dengan penyedia emas bersertifikat. Investor perlu memastikan dana dan saldo emas tersimpan dalam rekening yang terpisah dari aset perusahaan (segregated account).
Ketiga, biaya tambahan seperti biaya administrasi penyimpanan, biaya pencetakan emas fisik, dan biaya penarikan dana. Keempat, likuiditas, yakni seberapa cepat emas dapat dijual kembali dan dana masuk ke rekening.
Selain itu, harga emas digital mengikuti pergerakan harga pasar sehingga nilainya dapat naik maupun turun. Investor disarankan tidak menempatkan seluruh dana pada satu instrumen dan menyesuaikan porsi investasi dengan profil risiko masing-masing.
Prospek ke Depan
Sejumlah analis memperkirakan permintaan emas masih akan tumbuh seiring ketidakpastian pasar keuangan global dan tren diversifikasi cadangan oleh bank sentral. Namun, harga komoditas ini juga rentan terkoreksi bila kondisi makroekonomi berubah, misalnya ketika suku bunga kembali naik atau dolar AS menguat.
Bagi masyarakat, kenaikan harga emas menjadi momentum untuk meninjau kembali rencana keuangan. Pembelian emas secara berkala dengan nominal terukur dinilai lebih bijak dibandingkan membeli dalam jumlah besar pada satu waktu, terutama ketika harga sedang berada di level tinggi.
Komentar (0)