Memasuki hari ke-20 operasi pencarian dan pertolongan (SAR), tim gabungan masih melanjutkan upaya evakuasi terhadap korban KM Virgo yang tenggelam di perairan. Hingga penutupan operasi hari ini, jumlah korban tewas yang berhasil ditemukan dan terverifikasi mencapai 80 orang, sementara 55 orang lainnya masih dalam pencarian.
Data tersebut disampaikan oleh pos komando operasi SAR yang mencatat seluruh temuan sejak hari pertama pencarian. Jumlah korban selamat yang berhasil dievakuasi tidak mengalami perubahan dari laporan sebelumnya, sedangkan daftar penumpang dan awak yang belum ditemukan tetap menjadi acuan utama dalam penyisiran di area pencarian.
Perpanjangan Operasi dan Penambahan Area Pencarian
Operasi SAR yang semula dijadwalkan berlangsung selama tujuh hari resmi diperpanjang hingga hari ke-20. Perpanjangan dilakukan setelah koordinasi antara Badan SAR Nasional, TNI Angkatan Laut, Kepolisian, serta instansi terkait lainnya. Keputusan itu diambil dengan pertimbangan masih adanya laporan dari keluarga korban mengenai anggota keluarga yang belum ditemukan, serta hasil evaluasi harian yang menunjukkan potensi temuan di sejumlah titik.
Area pencarian dibagi ke dalam beberapa sektor yang mencakup perairan sekitar lokasi kejadian, jalur pelayaran, hingga garis pantai. Penyisiran dilakukan dengan kombinasi kapal patroli, kapal nelayan yang dilibatkan sebagai mitra, pesawat udara, serta drone yang dioperasikan untuk memantau permukaan laut dari ketinggian. Tim penyelam juga dikerahkan pada titik-titik yang diduga menjadi lokasi bangkai kapal atau tempat berkumpulnya korban.
Kondisi cuaca menjadi faktor yang memengaruhi ritme operasi. Gelombang tinggi dan arus kuat di beberapa hari pertama sempat menghambat proses penyelaman serta pendaratan tim di lokasi tertentu. Meski demikian, tim SAR menyatakan operasi tetap berjalan dengan penyesuaian jadwal dan strategi, termasuk memperpendek durasi penyelaman serta memperluas pemantauan udara ketika kondisi laut dinilai terlalu berisiko bagi personel.
Identifikasi Korban dan Pendampingan Keluarga
Proses identifikasi korban dilakukan oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) yang melibatkan dokter forensik, odontologi, dan tim laboratorium. Identifikasi ditempuh melalui pencocokan sidik jari, data gigi, serta sampel DNA yang diambil dari keluarga terdekat. Sebagian korban telah berhasil diidentifikasi dan diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan, sementara sejumlah jenazah lainnya masih dalam proses pemeriksaan lanjutan.
Pemerintah daerah bersama kementerian terkait menyiapkan posko pelayanan bagi keluarga korban. Posko tersebut menangani laporan orang hilang, pengambilan sampel DNA, pendampingan psikologis, serta informasi berkala mengenai perkembangan pencarian. Layanan konseling disediakan mengingat tekanan psikologis yang dialami keluarga yang menunggu kepastian kondisi anggota keluarganya.
Selain itu, dukungan logistik bagi personel SAR terus disalurkan. Pasokan bahan bakar, peralatan penyelaman, makanan, dan obat-obatan menjadi perhatian utama agar operasi dapat berlangsung tanpa kendala berarti. Rotasi personel juga dilakukan untuk menjaga kebugaran tim yang bekerja dalam shifts panjang di laut maupun di darat.
Penyelidikan Sebab Kecelakaan
Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) melakukan penyelidikan independen untuk mengungkap penyebab tenggelamnya KM Virgo. Penyelidikan mencakup pemeriksaan dokumen kelaikan kapal, manifes penumpang, catatan cuaca, serta keterangan dari awak yang selamat dan saksi di sekitar lokasi kejadian. KNKT juga mempelajari rekaman komunikasi antara kapal dan pihak terkait sebelum insiden terjadi.
Aspek yang menjadi perhatian dalam penyelidikan antara lain kelaikan lambung kapal, kapasitas angkut, prosedur keselamatan, dan kesesuaian jumlah penumpang dengan manifes. Hasil penyelidikan diharapkan dapat menjadi dasar rekomendasi perbaikan keselamatan pelayaran, khususnya untuk kapal penumpang yang beroperasi di wilayah perairan dengan kondisi cuaca yang dinamis.
Kementerian Perhubungan menyatakan akan menindaklanjuti temuan KNKT, termasuk kemungkinan audit menyeluruh terhadap operator kapal sejenis. Langkah itu diambil untuk mencegah terulangnya kecelakaan serupa serta memperkuat pengawasan terhadap kepatuhan operator dalam menerapkan standar keselamatan pelayaran.
Fokus Hari ke-20 dan Proyeksi ke Depan
Pada hari ke-20, tim SAR memfokuskan pencarian pada sektor-sektor yang belum tersisir optimal, terutama di sekitar jalur arus yang diperkirakan membawa korban menjauh dari titik tenggelamnya kapal. Pemantauan udara diperluas hingga radius tertentu dari lokasi kejadian, sementara kapal-kapal yang melintas diimbau melaporkan apabila menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Koordinasi dengan nelayan setempat juga ditingkatkan. Mereka diminta melaporkan temuan di laut kepada posko terdekat agar proses evakuasi dapat dilakukan dengan cepat. Peran masyarakat pesisir dinilai penting mengingat luasnya area pencarian dan keterbatasan jumlah personel serta armada.
Hingga berita ini disusun, operasi SAR masih berlangsung. Jumlah korban tewas tercatat 80 orang, sedangkan 55 orang lainnya masih dalam pencarian. Tim gabungan menyatakan akan terus melakukan pencarian sesuai prosedur dan mengevaluasi hasilnya setiap hari untuk menentukan langkah berikutnya. Keluarga korban diimbau memperbarui data dan tetap berkoordinasi dengan posko pelayanan untuk mendapatkan informasi resmi terkini.
Komentar (0)