Musim reguler MPL ID S18 resmi berakhir. Sembilan tim telah menyelesaikan seluruh rangkaian pertandingan, dan peta kekuatan menuju babak playoff kini tersusun rapi. Fnatic ONIC menutup fase reguler di puncak klasemen, diikuti Team Liquid ID dan RRQ Hoshi yang konsisten sepanjang musim. Enam tim memastikan tempat di babak playoff, sementara tiga tim lain harus mengakhiri perjalanan mereka lebih awal.
Pekan-pekan terakhir musim reguler berlangsung ketat. Sejumlah laga penentu tiket playoff baru diputuskan pada pertandingan terakhir, termasuk perebutan posisi kelima dan keenam yang melibatkan Alter Ego dan Geek Fam. Hasil tersebut membuat komposisi peserta playoff baru benar-benar pasti setelah rangkaian pertandingan penutup selesai dimainkan.
Format Kompetisi
MPL ID S18 memakai format musim reguler dengan sistem setengah kompetisi ganda. Setiap tim memainkan 16 pertandingan dengan format best-of-three. Kemenangan dalam satu pertandingan bernilai satu poin pada kolom kemenangan, sementara selisih game menjadi penentu urutan klasemen apabila terdapat tim dengan jumlah kemenangan sama.
Dari sembilan peserta, enam tim dengan perolehan kemenangan terbanyak berhak melaju ke babak playoff. Dua tim teratas mendapatkan keuntungan berupa bye, yakni langsung menempati babak kedua upper bracket tanpa harus melewati babak pertama. Adapun tim peringkat ketiga hingga keenam harus memulai perjalanan dari babak pertama upper bracket. Tim yang finis di posisi tujuh sampai sembilan tidak melanjutkan kompetisi.
Klasemen Akhir Reguler Season
Berikut susunan klasemen akhir musim reguler MPL ID S18 berdasarkan jumlah kemenangan dan selisih game:
Papan Atas
Fnatic ONIC menempati posisi pertama dengan 13 kemenangan dan 3 kekalahan, serta selisih game +21. Konsistensi sepanjang musim membuat mereka menjadi satu-satunya tim yang mampu mempertahankan catatan kemenangan di atas delapan puluh persen. Team Liquid ID menyusul di peringkat kedua dengan 12 kemenangan dan 4 kekalahan, selisih game +15. RRQ Hoshi melengkapi tiga besar dengan 11 kemenangan dan 5 kekalahan, selisih game +9.
Ketiga tim tersebut sejak awal musim memang diprediksi menjadi penghuni papan atas. Namun demikian, persaingan di antara mereka tetap berlangsung ketat hingga pekan terakhir. Posisi puncak klasemen baru benar-benar dikunci Fnatic ONIC pada laga terakhir setelah menang atas pesaing terdekatnya.
Perebutan Tiket Playoff
Bigetron Alpha finis di peringkat keempat dengan 10 kemenangan dan 6 kekalahan, selisih game +5. Alter Ego mengakhiri musim reguler di posisi kelima dengan 9 kemenangan dan 7 kekalahan, selisih game +2. Adapun Geek Fam menempati peringkat keenam dengan 8 kemenangan dan 8 kekalahan, selisih game -1.
Persaingan menuju posisi keenam berlangsung hingga pekan terakhir. Geek Fam harus melewati laga penutup dengan tekanan tinggi karena selisih kemenangan yang tipis dengan tim di bawahnya. Kemenangan pada pertandingan terakhir memastikan langkah mereka ke babak playoff, sekaligus menutup peluang tim lain yang berada di luar zona enam besar.
Zona Eliminasi
Evos menutup musim reguler di peringkat ketujuh dengan 6 kemenangan dan 10 kekalahan, selisih game -7. Aura Fire berada di posisi kedelapan dengan 4 kemenangan dan 12 kekalahan, selisih game -14. Dewa United menempati posisi kesembilan dengan 2 kemenangan dan 14 kekalahan, selisih game -24.
Bagi ketiga tim tersebut, hasil ini berarti musim kompetisi berakhir lebih cepat. Evos sebenarnya masih menyimpan peluang hingga dua pekan terakhir, tetapi rangkaian kekalahan beruntun membuat mereka gagal menyalip Geek Fam. Sementara itu, Aura Fire dan Dewa United sejak awal pekan terakhir sudah tidak lagi memiliki kans untuk masuk enam besar.
Sorotan Performa
Beberapa catatan menonjol mewarnai musim reguler S18. Fnatic ONIC tercatat sebagai tim dengan selisih game terbesar, indikator bahwa kemenangan mereka umumnya diraih dengan skor meyakinkan. Team Liquid ID menjadi tim yang paling stabil pada paruh kedua musim setelah sempat kehilangan poin di awal kompetisi.
RRQ Hoshi memperlihatkan tren positif dengan rangkaian kemenangan pada pekan-pekan akhir. Sebaliknya, Bigetron Alpha sempat menurun performanya di pertengahan musim, tetapi mampu bangkit untuk mengunci posisi keempat. Alter Ego menjadi tim yang paling sering terlibat pertandingan ber
Komentar (0)