Nintendo Entertainment System (NES) dirilis di Jepang pada 1983 dengan nama Family Computer (Famicom) dan masuk pasar Amerika Utara pada 1985. Meski produksinya telah berakhir lebih dari tiga dekade lalu, sejumlah game NES masih dipandang layak dimainkan hingga kini. Penyebabnya bukan sekadar nostalgia, melainkan desain permainan yang ringkas, mekanika yang mudah dipahami, dan tantangan yang tetap relevan. Ketersediaan resmi melalui Nintendo Switch Online, NES Classic Edition, serta berbagai kompilasi ulang membuat generasi baru pemain dapat mencoba game-game tersebut secara legal.
Berikut sepuluh game NES yang dinilai masih layak dimainkan, sebagaimana sering dibahas dalam berbagai komunitas dan publikasi game.
Sepuluh Game NES yang Masih Layak Dimainkan
1. Super Mario Bros. 3 (1988/1990)
Super Mario Bros. 3 menjadi salah satu game paling berpengaruh di konsol NES. Dikembangkan Nintendo EAD dengan Shigeru Miyamoto sebagai produser dan Takashi Tezuka sebagai direktur, game ini memperkenalkan peta dunia, sistem inventaris, serta beragam kostum seperti Raccoon Leaf, Tanooki Suit, dan Frog Suit. Levelnya dirancang dengan variasi tinggi, termasuk stage udara menggunakan kapal terbang. Game ini juga menghadirkan tujuh Koopaling sebagai bos di tiap dunia. Hingga sekarang, struktur level dan kontrolnya sering dijadikan rujukan dalam desain platformer.
2. The Legend of Zelda (1986/1987)
The Legend of Zelda membawa konsep eksplorasi terbuka ke konsol rumahan. Pemain menjelajahi Hyrule tanpa petunjuk arah yang kaku, mencari sembilan dungeon, dan mengumpulkan potongan Triforce. Game ini dikenal sebagai salah satu judul awal yang menggunakan baterai internal untuk menyimpan progres. Kebebasan eksplorasi dan teka-teki lingkungannya menjadi fondasi bagi seri-seri Zelda berikutnya, termasuk yang masih dirilis hingga saat ini.
3. Super Mario Bros. (1985)
Super Mario Bros. adalah game yang menetapkan standar genre platformer side-scrolling. Terdiri atas delapan dunia dengan total 32 level, game ini memperkenalkan elemen seperti blok tanya, pipa, dan musuh ikonik Goomba serta Koopa Troopa. Kesederhanaan kontrolnya membuat game ini mudah dipelajari, tetapi tetap menantang untuk diselesaikan. Versi NES-nya tercatat sebagai salah satu game terlaris sepanjang masa, terutama karena disertakan dalam paket penjualan konsol.
4. Mega Man 2 (1988)
Mega Man 2 dari Capcom sering disebut sebagai titik puncak seri klasik Mega Man di era NES. Pemain dapat memilih urutan delapan Robot Master, lalu menggunakan senjata hasil mengalahkan bos untuk menaklukkan bos lainnya. Game ini menambahkan Energy Tank serta sistem password yang memudahkan pemain melanjutkan progres. Desain level dan musiknya masih diapresiasi hingga kini, dan game ini kerap masuk daftar game NES terbaik.
5. Castlevania III: Dracula's Curse (1989/1990)
Castlevania III: Dracula's Curse menghadirkan Trevor Belmont bersama tiga karakter pendamping, yaitu Sypha, Grant, dan Alucard, yang dapat direkrut sepanjang perjalanan. Game ini memiliki jalur bercabang sehingga pemain dapat memilih rute menuju kastil Dracula. Tingkat kesulitannya tergolong tinggi, tetapi kontrol dan desain levelnya dinilai lebih matang dibandingkan dua game sebelumnya. Musiknya juga sering dipuji sebagai salah satu karya terbaik di konsol NES.
6. Metroid (1986/1987)
Metroid memperkenalkan struktur permainan non-linear yang memungkinkan pemain menjelajahi labirin planet Zebes dengan bebas. Pemain mengumpulkan kemampuan baru untuk membuka area yang sebelumnya tidak dapat diakses. Game ini juga dikenal karena pengungkapan identitas protagonis, Samus Aran, yang menjadi salah satu tokoh perempuan pertama dalam game aksi. Formula eksplorasi dan peningkatan kemampuan ini kemudian dikenal sebagai genre Metroidvania.
7. Contra (1987/1988)
Contra adalah game run-and-gun yang dikembangkan Konami. Versi NES menghadirkan mode kerja sama dua pemain, berbagai senjata yang dapat ditingkatkan, serta level dengan sudut pandang berbeda, termasuk tahap basis pertahanan dan air terjun. Tingkat kesulitannya tinggi, tetapi game ini tetap populer karena permainan cepat dan pola musuh yang menuntut ketepatan. Kode legendaris Konami juga melekat erat dengan judul ini.
8. Punch-Out!! (1987)
Punch-Out!!, yang dikenal lewat versi Mike Tyson's Punch-Out!!, menawarkan simulasi tinju berbasis pola. Pemain menghadapi lawan-lawan dengan karakter kuat seperti Bald Bull, King Hippo, dan Super Macho Man. Kunci permainannya adalah membaca gerakan lawan dan memilih waktu pukulan yang tepat. Mekanisme sederhana namun menantang ini membuat game tersebut tetap mudah dinikmati tanpa memerlukan penguasaan kontrol yang rumit.
9. Kirby's Adventure (1993)
Kirby's Adventure dirilis menjelang akhir masa kejayaan NES dan dikenal karena kemampuan teknisnya dalam menampilkan warna serta animasi di atas keterbatasan perangkat. Game ini memperkenalkan kemampuan menyalin kekuatan musuh, yang kemudian menjadi ciri khas seri Kirby. Levelnya dirancang ramah bagi pemain pemula, tetapi tetap menyediakan tantangan melalui pencarian rahasia dan bos yang beragam.
10. Ninja Gaiden (1988/1989)
Ninja Gaiden dari Tecmo terkenal karena penyajian cerita melalui adegan sinematik di antara level, pendekatan yang tidak umum pada masanya. Pemain mengendalikan Ryu Hayabusa dalam perjalanan melintasi enam babak yang menuntut refleks cepat dan penguasaan pola musuh. Meski tergolong sangat sulit, game ini dianggap penting dalam sejarah evolusi game aksi karena menggabungkan narasi dan permainan secara lebih terpadu.
Warisan Desain yang Tetap Relevan
Sepuluh game tersebut menunjukkan bahwa nilai sebuah permainan tidak ditentukan oleh kemajuan grafis. Keterbatasan perangkat NES justru mendorong pengembang untuk merancang mekanika yang efisien, level yang padat, dan kurva kesulitan yang terukur. Banyak prinsip desain dari era tersebut masih dipakai dalam game modern, mulai dari struktur level hingga cara memperkenalkan kemampuan baru kepada pemain.
Bagi pemain yang ingin mencoba, akses resmi tersedia melalui layanan Nintendo Switch Online dan perangkat NES Classic Edition. Keduanya memungkinkan generasi sekarang mengenal game-game tersebut tanpa bergantung pada perangkat keras lama. Minat yang bertahan terhadap judul-judul ini menunjukkan bahwa kualitas desain dapat melampaui batas generasi konsol.
Komentar (0)