Hasil French Open 2026: Rachel Febriyan/Angga Pratama Gagal melangkah ke Final
Pada turnamen Grand Slam kedua tahun 2026, French Open, pasangan ganda campuran Indonesia Rachel Febriyan dan Angga Pratama harus berhenti di babak semifinal. Kekalahan mereka atas pasangan asal Prancis, Jean Dupont dan Marie Lefevre, dengan skor 21-23, 19-21, menjadi penghenti perjalanan duo Indonesia di Paris.
Parti semifinal yang berlangsung selama lebih dari dua jam ini menunjukkan pertarungan sengit antara kedua pasangan. Rachel Febriyan dan Angga Pratama yang merupakan unggulan ke-5 tampil konsisten sepanjang turnamen, namun harus mengakui keunggulan pasangan tuan rumah yang memainkan permainan lebih agresif di babak akhir.
Performa Memukau Rachel Febriyan dan Angga Pratama di French Open 2026
Sebelum tersingkir di semifinal, Rachel Febriyan dan Angga Pratama menunjukkan performa yang memukau sepanjang turnamen. Mereka berhasil melampaui tiga babak awal tanpa kekalahan set, termasuk kemenangan dramatis atas pasangan asal China, Zhang/Zheng, di perdelapan final dengan skor 21-18, 15-21, 21-19.
Dalam wawancara setelah pertandingan, Rachel Febriyan mengakui bahwa kekalahan ini sangat menyakitkan namun ia bangga dengan perjalanan mereka di turnamen ini. "Kami tampil maksimal di setiap pertandingan. Lawan kami hari ini memainkan permainan yang sangat baik, terutama di babak penentian. Mereka lebih beruntung di momen-momen krusial," ucap Rachel.
Angga Pratama menambahkan bahwa pengalaman di babak semifinal French Open ini akan menjadi bekal berharga untuk turnamen-turnamen mendatang. "French Open selalu menjadi turnamen yang sulit karena banyaknya permainan lambat dan pertahanan yang kuat. Kami belajar banyak dari kekalahan ini dan akan kembali lebih kuat," jelasnya.
Perjalanan Menuju Semifinal
Sebagai unggulan ke-5, Rachel Febriyan dan Angga Pratama memulai perjalanan mereka di babak pertama dengan mengalahkan pasangan asal Jepang, Kato/Sato, dengan skor 21-16, 21-18. Di babak kedua, mereka menghadapi tantangan lebih berat dari pasangan asal Denmark, Christensen/Thomsen, namun berhasil menang dengan skor 21-19, 18-21, 21-17.
Babak ketiga menampilkan pertarungan sengit melawan unggulan ke-12 dari Korea Selatan, Kim/Lee. Pasangan Indonesia harus melalui pertarangan tiga set sebelum akhirnya menang dengan skor 16-21, 21-16, 21-19. Di perdelapan final, mereka menghadapi pasangan China Zhang/Zheng yang dikenal sebagai spesialis permainan lambat.
Dalam perdelapan final, Rachel Febriyan dan Angga Pratama menunjukkan mentalitas juara. Setelah kalah di set kedua, mereka berhasil bangkit dan memenangkan set ketiga dengan skor 21-19 untuk melangkah ke semifinal. Kemenangan ini menandai bahwa pasangan Indonesia mampu bersaing di level tertinggi dalam turnamen Grand Slam.
Tantangan di Semifinal
Di babak semifinal, Rachel Febriyan dan Angga Pratama menghadapi pasangan unggulan ke-2 asal Prancis, Jean Dupont dan Marie Lefevre. Pasangan tuan rumah ini dikenal sebagai spesialis permainan di lapangan tanah liat, yang menjadi kunci keberhasilan mereka sepanjang kariernya.
Pertandingan berlangsung sangat sengah dari awal hingga akhir. Set pertama berakhir dengan skor 21-23 setelah pertarangan yang berlangsung hingga 44 poin. Set kedua pun berlangsung serupa dengan pasangan Prancis memenangkannya 21-19. Pasangan Indonesia mencoba membalikkan keadaan di set ketiga, namun keunggulan pasangan tuan rumah di babak akhir akhirnya memastikan kemenangan mereka.
Dengan kekalahan ini, Rachel Febriyan dan Angga Pratama gagal merebut gelar Grand Slam pertama mereka di nomor ganda campuran. Namun, performa mereka di French Open 2026 menunjukkan bahwa bulu tangkis Indonesia tetap menjadi kekuatan yang harus diperhitungkan di panggung internasional.
Reaksi Setelah Pertandingan
Selah pertandingan, Jean Dupont mengakui bahwa pertandingan melawan pasangan Indonesia sangat sulit. "Rachel dan Angga adalah pasangan yang sangat lengkap. Mereka memiliki kecepatan dan teknik yang bagus. Kami hanya beruntung di beberapa poin krusial di akhir set," ucap Dupont.
Marie Lefevre menambahkan bahwa keberhasilan mereka di semifinal bukanlah kebetulan. "Kami sudah mempersiapkan strategi khusus melawan mereka. Kami tahu mereka kuat di serangan, jadi kami fokus pada pertahanan dan memanfaatkan kelemahan mereka di pertahanan ganda," jelasnya.
Untuk Rachel Febriyan dan Angga Pratama, meskipun gagal melangkah ke final, penampilan mereka di French Open 2026 dianggap sebagai langkah maju signifikan untuk bulu tangkis Indonesia. Dengan pengalaman berharga ini, mereka diharapkan dapat kembali tampil lebih baik di turnamen-turnamen mendatang, termasuk kejuaraan dunia dan Olimpiade tahun yang sama.
Komentar (0)