30, 2026
Teknologi

Heboh Abu Vulkanik Anak Krakatau Sampai Jakarta! Begini Kondisi Halte TJ hingga Stasiun MRT

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2026/09/06/6a9cbbfed2040-abu-vulkanik-di-sejumlah-fasilitas-umum-jakarta_gemini_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Rizal Fahmi
Rizal Fahmi Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 1 dibaca

Abu Vulkanik Anak Krakatau Menyelimuti Jakarta, Ini Dampaknya di Transportasi Umum

Abu vulkanik hasil erupsi Gunung Anak Krakatau mulai menyelimuti berbagai wilayah di Jakarta pada Rabu (6/9/2023). Fenomena alam ini mengakibatkan penurunan kualitas udara drastis dan memberikan dampak pada aktivitas transportasi umum di ibu kota. Penumpang di sejumlah halte Transjakarta (TJ) dan stasiun MRT Jakarta terlihat mengenangkan masker untuk melindungi diri dari debu vulkanik yang masih terus bertebaran.

Menurut informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), partikel debu vulkanik dari Anak Krakatau mulai terdeteksi di Jakarta sejak dini hari tadi. Kondisi ini diperparah dengan adanya hujan lebat yang mengakibatkan fenomena wet deposition, di mana partikel debu turun bersama dengan air hujan dan menempel di permukaan benda.

Dampak di Halte Transjakarta

Beberapa halte Transjakarta terdampak akibat hujan abu vulkanik ini. Di halte-halte yang berada di area terbuka, lantai dan bangunan tampak tertutupi lapisan abu tipis. Beberapa penumpang terlihat mengeluhkan iritasi mata dan tenggorokan akibat menghirup partikel debu.

"Saat menunggu bus, mata saya terasa gatal dan sesak sedikit. Saya sudah pakai masker tapi sepertinya masih kurang," ujar Budi, seorang penumpang di halte Bundaran HI, kepada wartawan.

PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) mengaku telah melakukan langkah antisipasi dengan meningkatkan frekuensi kebersihan di seluruh halte. "Kami telah meminta tim kebersihan untuk membersihkan halte secara lebih intensif, terutama di area lantai dan bangunan yang terkena dampak hujan abu," kata Juru Bicara Transjakarta, Widyastuti, dalam keterangannya.

Kondisi di Stasiun MRT Jakarta

Di sisi lain, operasional MRT Jakarta masih berjalan normal meski terdampak hujan abu vulkanik. Stasiun-stasiun MRT, terutama yang berada di atas tanah, terlihat tertutupi lapisan abu tipis. Petugas kebersihan terus berpatroli untuk membersihkan area stasiun dan akses menuju stasiun.

"Kami memastikan bahwa area stasiun tetap aman dan nyaman bagi penumpang. Selain itu, kami juga memastikan sistem ventilasi berjalan dengan baik untuk mengurangi konsentrasi partikel debu di dalam stasiun," jelas Juru Bicara MRT Jakarta, Diana, saat dihubungi.

Beberapa penumpang MRT terlihat menggunakan masker tambahan selama berada di stasiun dan di dalam kereta. "Meski ada abu, saya tetap memilih naik MRT karena lebih cepat dan teratur. Saya hanya tambah pakai masker biar aman," kata Siti, penumpung MRT Lebak Bulus-Bundaran HI.

Respon Pemerintah dan Saran Kesehatan

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mengimbau warga untuk berhati-hati dan mengikuti anjuran kesehatan selama kondisi hujan abu vulkanik berlangsung. Dinas Kesehatan DKI Jakarta menyatakan telah menyiapkan fasilitas kesehatan darurat jika terjadi lonjakan kasus gangguan pernafasan.

"Wajib menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, terutama untuk mereka yang memiliki riwayat penyakit paru-paru atau asma. Selain itu, disarankan untuk sering-sering mencuci tangan dan menghindari kontak langsung dengan debu," kata Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti, dalam konferensi persnya.

Berdasarkan data BMKG, arah angin saat ini masih membawa partikel debu vulkanik ke wilayah Jakarta dan sekitarnya. Proses pembersihan area terdampak diperkirakan akan berlangsung beberapa hari ke depan sebelum partikel debu benar-benar reda.

Para ahli geologi mengimbau masyarakat tidak panik terkait fenomena ini. "Abu vulkanik ini bukan bahan beracun, namun partikelnya cukup halus sehingga dapat masuk ke sistem pernapasan jika tidak dilindungi dengan baik," jelas Dr. Ahmad Prasetyo, sepakatolog dari Universitas Indonesia.

Sementara itu, Gunung Anak Krakatau terus dimonitor oleh PVMBG untuk mengantisipasi erupsi lebih besar. Warga di sekitar Selat Sunda diminta tetap waspada dan memperhatikan informasi resmi dari pihak berwenang.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Rizal Fahmi

Menulis review produk kesehatan, suplemen, dan teknologi wearables.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter