Hujan Deras Picu Banjir dan Longsor di Aceh, Jalan Nasional hingga Lahan Pertanian Terdampak
Hujan deras yang mengguyur sejumlah wilayah di Provinsi Aceh dalam beberapa hari terakhir telah memicu banjir dan longsor. Bencana alam ini menyebabkan beberapa jaringan transportasi terputus, lahan pertanian terendam, dan puluhan warga diungsikan ke tempat yang lebih aman. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh melaporkan bahwa wilayah paling parah terdampak adalah Kabupaten Aceh Tenggara, Aceh Tamiang, dan Aceh Timur.
Kepala BPBD Aceh, Muhammad Zaini, mengatakan bahwa curah hujan yang tinggi sejak Rabu (12/10/2026) hingga Jumat (14/10/2026) menyebabkan sungai meluap dan menimbulkan banjir di sejumlah kecamatan. "Sungai Lawe Sigala-gala di Aceh Tenggara meluap, menyebabkan banjir di 5 kecamatan. Ketinggian air mencapai 50-100 sentimeter, menggenangi rumah warga dan lahan pertanian," ujarnya dalam konferensi pers di Banda Aceh, Jumat (14/10/2026).
Jaringan Transportasi Terputus
Dampak paling terasa adalah pada jaringan transportasi utama. Jalan Nasional yang menghubungkan Kabupaten Aceh Tenggara dengan Provinsi Sumatera Utara terputus di ruas Jorong Lawe Sigala-gala, Kecamatan Lawe Sigala-gala. Tim BPBD bersama TNI dan Polri telah bekerja keras untuk membuka akses jalan yang tertutup longsor dan material.
"Kondisi saat ini jalan masih terduga longsor berulang karena tanah masih sangat longgar. Kami menyarankan masyarakat untuk tidak melewati jalur tersebut sementara waktu. Alternatifnya adalah melalui jalur darat dari arah Kabupaten Aceh Singkil," jelas Zaini.
Selain jalan nasional, beberapa jalan provinsi dan kabupaten juga terdampak banjir dan longsor. Di Kabupaten Aceh Tamiang, j lintas perbatasan Indonesia-Malaysia terendam air setinggi 70 sentimeter, menghambat aktivitas ekonomi masyarakat yang bergantung pada perdagangan lintas batas.
Puluhan Rumah Warga Terendam
BPBD Aceh mencatat bahwa lebih dari 150 rumah warga di 10 kecamatan tersebar di tiga kabupaten terdampak banjir. Ratusan jiwa warga terpaksa dievakuasi ke posko pengungsian yang disiapkan pemerintah daerah dan relawan.
"Di Aceh Tenggara saja, ada 92 rumah terendam air dengan ketinggian bervariasi. Kami sudah mengungsikan 218 jiwa ke tiga posko darurat. Masyarakat mendapatkan bantuan sembako, selimut, dan tenda darurat," jelas Kepala Pelaksana BPBD Aceh Tenggara, Ahmad Fauzi.
Di Kabupaten Aceh Timur, banjir menggenangi lahan pertanian sawah dan perkebunan seluas 500 hektare. Petani kehilangan panen padi dan tanaman coklat yang akan dipanen dalam waktu dekat. "Kerugian diperkirakan mencapai miliaran rupiah. Kami sedang mengkondisikan tim untuk melakukan asesmen kerugian," kata Kepala Dinas Pertanian Aceh Timur, Hasanuddin.
Upaya Penanggulangan dan Evakuasi
Tim SAR gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan relawan masih melakukan pencarian dan evakuasi warga yang terisolasi akibat bencana. Beberapa desa terpencil di pedalaman Aceh Tenggara masih terputus akses komunikasi dan transportasi.
"Kami menggunakan perahu karet untuk menjangkau desa-desa terisolasi. Beberapa titik masih sulit diakses karena arus sungai yang deras dan jembatan yang ambruk," ujar Juru Komunikasi SAR Aceh, Irfan Hakim.
Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, sudah memerintahkan seluruh OPD terkait untuk melakukan penanganan darurat bencana. "Pemerintah provinsi akan segera menyalurkan bantuan dan menyiapkan dana rehabilitasi dan rekonstruksi. Prioritas utama adalah mengevakuasi warga dan memulihkan akses transportasi," kata Nova.
BMKG Aceh memprakirakan hujan deras akan terus mengguyur wilayah timur dan tengah Aceh dalam 3 hari ke depan. Masyarakat diminta tetap waspada dan mengikuti anjuran pemerintah mengenai evakuasi sementara.
Dampak bencana ini juga mengakibatkan beberapa fasilitas umum terdampak. RSUD Aceh Tenggara yang berada di pinggiran kota terendam air setinggi 30 sentimeter, sehingga pasien dievakuakan ke RSUD lain di Kabupaten Aceh Singkil. Sekolah-sekolah di 5 kecamatan di Aceh Tenggara diliburkan sementara waktu.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mengirimkan tim penanggulangan bencana untuk membantu upaya di lapangan. Tim membawa alat berat untuk membersihkan material longsor dan perahu karet untuk evakuasi warga.
Komentar (0)