21, 2026
Ekonomi

IHSG Ditutup Menguat 0,94 Persen ke 5.328, Saham SOHO hingga STRK Melonjak

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2017/02/24/58b013bdb7f3b-ihsg-ditutup-menguat-di-akhir-pekan_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Nadia Kusuma
Nadia Kusuma Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

IHSG Ditutup Menguat 0,94 Persen ke 5.328

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,94 persen ke level 5.328 pada perdagangan akhir pekan. Penguatan indeks berlangsung konsisten sejak pembukaan hingga penutupan, ditopang tekanan beli yang merata pada saham-saham berkapitalisasi besar maupun lapis kedua. Posisi 5.328 menjadi penutup pekan yang positif bagi pasar saham domestik setelah beberapa sesi sebelumnya bergerak fluktuatif.

Penguatan indeks tidak hanya tercermin pada level IHSG secara agregat, tetapi juga pada pergerakan harga sejumlah saham individual yang mencatat kenaikan signifikan. Saham PT Soho Global Health Tbk (SOHO) dan PT Sumber Energi Andalan Tbk (STRK) menjadi dua di antara saham yang melonjak paling tajam pada sesi tersebut, menempatkan keduanya dalam jajaran top gainers di bursa.

Saham SOHO dan STRK Memimpin Penguatan

Saham SOHO bergerak meninggalkan level pembukaannya dan mencatat kenaikan tajam sepanjang sesi. Lonjakan harga saham emiten sektor layanan kesehatan dan distribusi produk farmasi ini terjadi di tengah volume perdagangan yang meningkat dibandingkan rata-rata harian sebelumnya. Kenaikan tersebut menjadikan SOHO salah satu saham dengan persentase penguatan tertinggi pada perdagangan hari itu.

Senada dengan SOHO, saham STRK juga mengalami lonjakan harga yang mencolok. Emiten yang bergerak di bidang jasa dan investasi energi ini mencatat penguatan harga dengan nilai transaksi yang relatif ramai. Pergerakan STRK menunjukkan pola kenaikan bertahap yang berlanjut hingga penutupan sesi, seiring bertambahnya minat beli pada saham-saham lapis kedua.

Selain kedua saham tersebut, sejumlah saham lain turut mencatatkan kenaikan di atas rata-rata. Pola pergerakan ini menunjukkan bahwa penguatan indeks tidak sepenuhnya bertumpu pada saham-saham berkapitalisasi jumbo, melainkan juga ditopang oleh aksi beli pada saham-saham dengan kapitalisasi menengah dan kecil.

Sentimen Regional dan Nilai Tukar

Penguatan IHSG pada penutupan akhir pekan sejalan dengan pergerakan sebagian besar bursa saham di kawasan Asia. Sentimen pasar regional yang cenderung positif memberi ruang bagi investor untuk kembali menambah posisi di pasar saham domestik. Kondisi tersebut membantu indeks bertahan di zona hijau sepanjang sesi kedua.

Faktor nilai tukar turut menjadi perhatian pelaku pasar. Pergerakan rupiah yang relatif stabil terhadap dolar Amerika Serikat memberikan kepastian bagi investor dalam mengukur eksposur portofolio. Stabilitas kurs menjadi salah satu pertimbangan utama bagi investor asing yang menempatkan dana di pasar saham Indonesia, mengingat sebagian besar transaksi di bursa domestik masih sensitif terhadap fluktuasi kurs.

Dari sisi makroekonomi, pasar mencermati rilis data dan agenda kebijakan yang diperkirakan memengaruhi arah investasi dalam beberapa pekan ke depan. Pelaku pasar menilai bahwa kombinasi inflasi yang terkendali, cadangan devisa yang memadai, serta ruang kebijakan moneter yang masih tersedia menjadi fondasi bagi stabilitas pasar keuangan domestik.

Modal Asing dan Likuiditas Pasar

Perhatian pelaku pasar juga tertuju pada arus dana asing. Pergerakan dana investor asing menjadi indikator yang kerap dikaitkan dengan arah indeks, terutama pada saham-saham berkapitalisasi besar yang menjadi tujuan utama penempatan dana institusi. Ketika arus dana asing masuk, likuiditas pasar meningkat dan mendorong harga saham naik, begitu pula sebaliknya ketika terjadi arus keluar.

Likuiditas yang memadai menjadi prasyarat bagi keberlanjutan penguatan indeks. Nilai transaksi yang ramai menunjukkan bahwa minat investor untuk bertransaksi masih terjaga, sehingga kenaikan harga saham tidak hanya bersifat sementara akibat terbatasnya jumlah saham yang diperdagangkan. Namun, lonjakan harga pada saham-saham tertentu seperti SOHO dan STRK tetap perlu dicermati karena kenaikan tajam dalam waktu singkat kerap diikuti oleh koreksi teknis.

Prospek Jangka Pendek

Secara teknikal, penutupan IHSG di level 5.328 memperkuat posisi indeks di atas beberapa rata-rata pergerakan harga jangka pendek. Level tersebut menjadi acuan bagi pelaku pasar untuk menilai apakah penguatan akan berlanjut pada sesi-sesi berikutnya. Jika tekanan beli berlanjut, indeks berpeluang menguji level resistance berikutnya, sementara jika terjadi aksi ambil untung, level support di sekitar posisi penutupan pekan ini akan menjadi penahan pertama.

Meski demikian, pelaku pasar umumnya menyarankan pendekatan selektif dalam memilih saham. Saham-saham dengan fundamental kuat, kinerja keuangan yang konsisten, serta likuiditas yang baik dinilai lebih tahan menghadapi gejolak dibandingkan saham yang kenaikannya didorong oleh sentimen sesaat. Diversifikasi portofolio dan pengelolaan risiko tetap menjadi strategi yang dianjurkan di tengah kondisi pasar yang masih terbuka terhadap berbagai sentimen, baik dari dalam maupun luar negeri.

Penguatan 0,94 persen pada penutupan akhir pekan ini setidaknya memberikan gambaran bahwa minat investor terhadap pasar saham domestik masih terjaga. Keberlanjutan tren tersebut akan sangat bergantung pada konsistensi arus dana, stabilitas nilai tukar, serta perkembangan sentimen global dalam beberapa hari perdagangan ke depan.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Nadia Kusuma

Fokus pada kesehatan anak, imunisasi, dan tumbuh kembang.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter