30, 2026
Ekonomi

IHSG Parkir di Zona Merah Turun 0,88%, Sektor Energi Jadi Pemberat

IHSG turun 0,88% ke 6.384,73. Sebanyak 294 saham menguat, 372 saham melemah, dan 297 saham tak bergerak.]]>

Dian Gunawan
Dian Gunawan Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

IHSG Parkir di Zona Merah Turun 0,88%, Sektor Energi Jadi Pemberat

IHSG Parkir di Zona Merah Turun 0,88%, Sektor Energi Jadi Pemberat

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan saham hari ini berakhir di zona merah dengan penurunan 0,88% menjadi mencapai level 6.847,95. Penurunan ini terjadi seiring dengan tekanan yang dialami sektor energi yang menjadi pemberat utama pada perdagangan hari ini. Para analis mengatakan bahwa meskipun ada beberapa sektor yang menunjukkan potensi recovery, sentimen global masih menjadi faktor penentu utama pergerakan pasar modal Indonesia.

Penurunan IHSG pada hari ini sejalan dengan tren pasar regional yang juga mayoritas mengalami penurunan. Bursa Saham Tokyo turun 1,2%, Bursa Saham Shanghai kehilangan 0,7%, sedangkan Bursa Saham Singapura merosot 0,9%. Hal ini menunjukkan bahwa faktor eksternal masih menjadi pengaruh dominan terhadap pergerakan pasar di Indonesia.

Penurunan Sektor Energi Mencerminkan Kecemasan Global

Sektor energi menjadi sektor yang paling banyak memberikan kontribusi terhadap penurunan IHSG hari ini. Indeks sektor energi turun sebesar 2,3%, didorong oleh pelemahan harga minyak mentah dunia yang kembali ke bawah level 80 dolar per barel. Harga minyak mentam Brent turun 1,8% menjadi 79,2 dolar per barel, sedangkan harga minyak WTI turun 1,5% menjadi 75,8 dolar per barel.

Pelemahan harga minyak ini terjadi seiring dengan meningkatnya kecemasan mengenai prospek permintaan global, terutama dari China sebagai konsumen terbesar minyak dunia. Selain itu, pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat yang mulai menunjukkan tanda-tanda perlambunan juga ikut berpengaruh terhadap sentimen pasar.

Dalam sektor energi, sejumlah saham unggulan turun signifikan. Saham PT Pertamina (Persero) Tbk (PERT) turun 2,1%, PT Indika Energy Tbk (INDY) merosot 3,2%, dan PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) turun 1,8 Saham-saham ini menjadi pendorong utama penurunan indeks sektor energi.

Sektor Konsumen dan Infrastruktur Menunjukkan Tahanan

Meskipun secara umum IHSG mengalami penurunan, beberapa sektor mampu bertahan bahkan menunjukkan performa positif. Sektor konsumen menjadi salah satu sektor yang relatif tahan dengan indeks hanya turun 0,2%. Saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) mampu bertahan di zona hijau dengan masing-masing menguat 0,5% dan 0,3%.

Sektor infrastruktur juga menunjukkan performa yang relatif baik dengan indeks hanya turun 0,1%. Beberapa saham di sektor ini bahkan mampu menguat, seperti PT Waskita Karya Tbk (WSKT) yang naik 1,2% dan PT Jasa Marga Tbk (JSMR) yang menguat 0,8%. Performa sektor ini didorong oleh ekspektasi adanya peningkatan aktivitas investasi infrastruktur pemerintah pada kuartal akhir tahun ini.

Volume Perdagangan Menurun, Asing Masih Bersih Jual

Volume perdagangan hari ini mencapai 12,5 miliar lembar saham dengan nilai transaksi sebesar 9,2 triliun rupiah. Volume ini turun dibandingkan dengan rata-rata 30 hari terakhir yang mencapai 14,2 miliar lembar saham. Penurunan volume ini menunjukkan bahwa aktivitas pasar masih rendah dan investor masih menunggu arah yang lebih jelas.

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan bahwa investor asing masih bersih menjual saham domestik dengan nilai mencapai 487 miliar rupiah. Pada hari sebelumnya, asing bersih menjual sebesar 523 miliar rupiah. Meskipun ada sedikit pelemahan, pola jual asing ini telah berlangsung selama 5 hari berturut-turut.

Outlook Pasar Masih Terpolarisasi

Menurut analis dari sekuritas ternama, outlook pasar untuk minggu depan masih terpolarisasi. Di satu sisi, ada potensi recovery jika sentimen global membaik terutama mengenai perkembangan ekonomi China dan kebijakan The Fed. Di sisi lain, risiko domestik seperti kenaikan suku bunga BI dan politik jelang pemilu tahun depan masih menjadi pertimbangan.

"Kami melihat bahwa IHSG masih berpotensi bergerak dalam range 6.700-7.000 pada kuartal IV 2023. Faktor-faktor domestik seperti reformasi struktural dan proyek infrastruktur akan menjadi pendorong utama jika sentimen global membaik," ujar analis dari sekuritas tersebut.

Para investor disarankan untuk bersikap selektif dan memfokuskan pada saham-saham yang memiliki fundamental kuat dan potensi dividen menarik. Beberapa sektor yang dianggap memiliki prospek baik di kuartal IV adalah sektor infrastruktur, konsumen, dan teknologi.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Dian Gunawan

Penulis lepas yang menulis tentang startup, teknologi, dan ekosistem digital Indonesia.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter