Satu Jenazah Kembali Ditemukan, Korban Meninggal KM Virgo Jadi 13 Orang
Operasi pencarian korban tenggelamnya KM Virgo di perairan Selat Sunda kembali menemukan satu jenazah. Dengan penemuan terbaru ini, jumlah korban meninggal akibat kecelakaan kapal feri tersebut bertambah menjadi 13 orang. Tim SAR terus melakukan upaya pencarian untuk menemukan korban yang masih dalam keadaan hilang.
KM Virgo yang mengangkut 22 penumpang dan 12 awak kapal tenggelam pada Sabtu (22/7) sekitar pukul 14.30 WIB di perairan Pulau Panjang, Kabupaten Serang, Banten. Kapal yang melayani rute Merak-Bakauheni ini diduga mengalami kerusakan mesin sebelum akhirnya tenggelam.
Kronologi Kecelakaan
Menurut keterangan Kepala Basarnas Budiawan, KM Virgo mengalami masalah teknis sebelum akhirnya tenggelam. "Kapal sempat berhenti di tengah laut karena mengalami kerusakan mesin. Saat itu cuaca buruk dengan gelombang setinggi 3-4 meter," ujar Budiawan dalam konferensi pers.
Upaya evakuasi dilakukan oleh kapal lain yang berada di dekat lokasi kejadian. Namun, kondisi cuaca yang buruk dan arus laut yang deras membuat proses evakuasi menjadi terhambat. Beberapa penumpang dan awak kapal berhasil diselamatkan, namun masih banyak yang tidak ditemukan.
Proses Pencarian Korban
Sejak kejadian hingga Senin (24/7), tim SAR gabungan dari Basarnas, TNI AL, Polri, dan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BNPP) terus melakukan pencarian korban hilang. Pencarian dilakukan dengan menggunakan kapal patroli, pesawat udara, dan tim penyelam.
Saat ini, tim SAR masih fokus mencari 12 korban yang masih dalam keadaan hilang. Pencarian dilakukan secara intensif di area sekitar titik tenggelamnya KM Virgo dengan mempertimbangkan arus dan arah hanyut jenazah.
Kondisi Korban yang Selamat
Dari total 34 orang yang ada di kapal, sebanyak 21 orang berhasil diselamatkan. Mayoritas korban selamat mengalami hypothermia dan dilarikan ke berbagai rumah sakit di sekitar Merak dan Serang.
Pihak rumah sakit telah menyiapkan tim psikolog untuk membantu proses pemulihan korban yang mengalami trauma akibat kejadian ini.
Respon Pemerintah
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi telah memerintahkan agar seluruh kapal di jalur Merak-Bakauheni diperiksa secara menyeluruh. "Kami akan melakukan inspeksi mendadak di semua pelabuhan untuk memastikan keselamatan navigasi," ujar Budi Karya.
Sementara itu, Gubernur Banten Wahidin Halim meminta agar pemerintah pusat segera mengevaluasi sistem keselamatan di jalur laut yang menjadi akses utama antara Pulau Jawa dan Sumatera. "Jalur ini sangat vital dan harus dilengkapi dengan sistem pengawasan yang memadai," tegas Wahidin.
Upang pemulihan korban, pemerintah daerah Banten telah membentuk posko koordinasi di Pelabuhan Merak. Pihaknya juga menyediakan bantuan psikososial bagi keluarga korban yang menunggu kabar tentang kerabat mereka.
Keselamatan Pelayaran
Insiden KM Virgo kembali menyoroti pentingnya keselamatan pelayaran di Indonesia. Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub Agus H. Purnomo mengatakan bahwa pihaknya akan memperketas pengawasan terhadap kapal-kapal yang beroperasi di jalur tersebut.
Sejauh ini, pihak berwenang telah mengamankan KM Virgo yang berhasil diselamatkan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Kapal yang masih mengapung di perairan dekat Pulau Panjang ini akan dianalisis untuk mengetahui penyebab pasti tenggelamnya.
Operasi pencarian korban tenggelamnya KM Virgo terus berlanjut. Tim SAR berharap dapat menemukan semua korban yang masih hilang segera. "Kami tidak akan berhenti sebelum semua korban ditemukan," kata Julius Widjojo menutup konferensi pers.
Komentar (0)