30, 2026
Gaya Hidup

Inovasi Solusi Pemulihan Kesehatan Tanah Bawa Petrokimia Gresik ke Forum PBB di New York

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2025/09/21/68cf8a4d3f5bb-markas-besar-perserikatan-bangsa-bangsa-pbb-yang-berdiri-di-new-york_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Andi Prasetyo
Andi Prasetyo Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Petrokimia Gresik, anak perusahaan PT Pupuk Indonesia (Persero), membawa inovasi di bidang pemulihan kesehatan tanah ke panggung global. Perusahaan itu mempresentasikan solusi tersebut dalam sebuah forum yang digelar di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat. Forum itu menjadi wadah bagi berbagai negara dan pemangku kepentingan untuk membahas percepatan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

Kehadiran Petrokimia Gresik di forum tersebut menandai pengakuan internasional terhadap upaya perusahaan dalam mengatasi persoalan degradasi lahan pertanian. Persoalan kesehatan tanah menjadi salah satu isu krusial dalam pembangunan berkelanjutan karena berkaitan langsung dengan ketahanan pangan, kesejahteraan petani, dan kelestarian lingkungan. Delegasi perusahaan dijadwalkan memaparkan pendekatan yang telah diterapkan di Indonesia dalam memulihkan kesuburan tanah yang mengalami penurunan kualitas.

Latar Belakang Persoalan Kesehatan Tanah

Tanah merupakan sumber daya alam yang tidak terbarukan dalam rentang waktu manusia. Penggunaan lahan intensif untuk pertanian, pemakaian pupuk kimia yang berlebihan, serta praktik pengelolaan yang kurang memperhatikan kaidah konservasi menyebabkan penurunan kualitas tanah secara bertahap. Kondisi itu berdampak pada produktivitas tanaman dan pendapatan petani.

Di sejumlah daerah sentra produksi pangan, lahan pertanian mengalami pemadatan, penurunan kandungan bahan organik, dan ketidakseimbangan unsur hara. Persoalan itu diperparah oleh erosi dan perubahan pola curah hujan. Sejumlah kajian menunjukkan bahwa penurunan kesehatan tanah dapat menekan hasil panen dan meningkatkan biaya produksi karena petani perlu menambah input untuk mempertahankan produksi.

Inovasi yang Dibawa ke Forum PBB

Petrokimia Gresik mempresentasikan sejumlah pendekatan yang dikembangkan untuk memperbaiki kondisi tanah. Pendekatan itu mencakup pemanfaatan pupuk yang lebih ramah lingkungan, penggunaan pembenah tanah berbasis bahan organik, serta pendampingan teknis bagi kelompok tani. Perusahaan juga mengedepankan pemetaan kesuburan tanah sebagai dasar rekomendasi pemupukan yang lebih presisi.

Pemetaan itu memungkinkan petani mengetahui kondisi lahan secara lebih terperinci sehingga pemupukan dapat dilakukan sesuai kebutuhan tanaman dan kemampuan tanah. Dengan cara itu, efisiensi pemupukan meningkat dan risiko pencemaran lingkungan dapat ditekan. Perusahaan menyebut pendekatan ini sebagai bagian dari usaha menghubungkan kepentingan produksi pangan dengan agenda keberlanjutan global.

Pendekatan Terintegrasi dari Hulu ke Hilir

Inovasi tersebut tidak berdiri sendiri. Petrokimia Gresik menyusun rangkaian program yang mencakup riset, produksi sarana pertanian, distribusi, hingga pendampingan di tingkat petani. Program pendampingan dilakukan melalui kerja sama dengan penyuluh pertanian dan kelembagaan petani di berbagai daerah. Tujuannya agar teknologi yang dikembangkan dapat diterapkan secara luas dan berkelanjutan.

Perusahaan juga mendorong pemanfaatan limbah organik dan bahan baku lokal untuk menghasilkan pembenah tanah. Langkah itu sejalan dengan prinsip ekonomi sirkular yang menjadi salah satu tema pembahasan dalam forum PBB. Dengan memanfaatkan sumber daya setempat, biaya yang dikeluarkan petani dapat ditekan sekaligus mengurangi ketergantungan pada bahan baku impor.

Relevansi dengan Agenda SDGs

Isu kesehatan tanah berkaitan dengan sejumlah target dalam SDGs. Selain menopang target penghapusan kelaparan dan pencapaian ketahanan pangan, pengelolaan tanah yang baik juga berkontribusi pada upaya penanganan perubahan iklim. Tanah yang sehat mampu menyimpan karbon dalam jumlah lebih besar sehingga berperan mengurangi konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer.

Dalam konteks Indonesia, upaya pemulihan kesehatan tanah juga terkait dengan program swasembada pangan dan peningkatan kesejahteraan petani. Pemerintah mendorong penggunaan pupuk berimbang serta pengembangan lahan pertanian yang produktif dan berkelanjutan. Peran perusahaan milik negara dalam penyediaan sarana produksi pertanian menjadi bagian penting dari rangkaian kebijakan tersebut.

Tanggapan dan Harapan

Forum di New York menjadi kesempatan bagi Petrokimia Gresik untuk bertukar pengalaman dengan pelaku usaha, akademisi, dan perwakilan pemerintah dari berbagai negara. Interaksi semacam itu diharapkan menghasilkan pembelajaran yang dapat memperkuat program yang sedang berjalan di dalam negeri. Perusahaan menyatakan komitmennya untuk terus mengembangkan inovasi yang berpihak pada petani dan lingkungan.

Kalangan pengamat pertanian menilai pengalaman Indonesia dalam mengelola lahan padat penduduk relevan untuk dibagikan di forum internasional. Tantangan yang dihadapi Indonesia, seperti fragmentasi kepemilikan lahan dan tekanan alih fungsi lahan, juga dialami banyak negara berkembang lain. Karena itu, solusi yang dikembangkan di Indonesia berpotensi menjadi rujukan bagi negara-negara dengan karakteristik serupa.

Ke depan, keberhasilan inovasi pemulihan kesehatan tanah akan ditentukan oleh penerapan di lapangan dan dampaknya bagi petani. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga riset, dan petani agar program yang dipaparkan di forum internasional tidak berhenti pada tataran gagasan. Dengan pengelolaan yang konsisten, pemulihan kesehatan tanah diharapkan memberi manfaat jangka panjang bagi ketahanan pangan nasional dan keberlanjutan lingkungan.

Penutup

Partisipasi Petrokimia Gresik di forum PBB di New York menegaskan bahwa persoalan tanah tidak lagi semata isu domestik. Kesehatan tanah menentukan kemampuan suatu bangsa menyediakan pangan bagi penduduknya sekaligus memengaruhi keseimbangan iklim global. Inovasi yang dibawa perusahaan milik negara itu menjadi salah satu bentuk kontribusi Indonesia dalam agenda pembangunan berkelanjutan, sekaligus penanda bahwa solusi lokal dapat berbicara di panggung dunia.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Andi Prasetyo

Kontributor bidang kebugaran dan olahraga. Menulis tips workout dan gaya hidup aktif.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter