30, 2026
Nasional

Jenazah di Enggano Ternyata Surakman, Reaksi Kakaknya Saat Diberi Tahu Bikin Haru

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2026/09/23/6ab3ef265168a-surakman-dan-kakak-perempuannya-yang-tunanetra_gemini_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Wulan Simanjuntak
Wulan Simanjuntak Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Jenazah yang ditemukan di perairan Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, akhirnya teridentifikasi sebagai Surakman, seorang pria yang sebelumnya dilaporkan hilang setelah kapal yang ditumpanginya karam. Identifikasi dilakukan melalui pemeriksaan sidik jari dan pencocokan data ante mortem oleh tim forensik gabungan Polres Bengkulu Utara bersama tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Bengkulu. Kepastian identitas tersebut sekaligus mengakhiri spekulasi yang berkembang di tengah masyarakat sejak jenazah pertama kali ditemukan oleh nelayan setempat pada Selasa pagi.

Kronologi Penemuan dan Identifikasi

Menurut keterangan Kepala Kepolisian Resor Bengkulu Utara, jenazah ditemukan dalam kondisi mengenakan pelampung berwarna oranye dengan nomor registrasi yang terdaftar sebagai milik KM Sinar Harapan, kapal kayu yang mengangkut sembilan orang dari Pelabuhan Pulau Baai menuju Enggano pada Jumat pekan lalu. Kapal dilaporkan kehilangan kontak sekitar tiga jam setelah bertolak, diduga dihantam gelombang tinggi setinggi empat meter akibat cuaca buruk yang melanda perairan barat Sumatera.

Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas Bengkulu, TNI AL, dan relawan nelayan melakukan pencarian selama lima hari. Dari sembilan penumpang, lima orang ditemukan selamat, dua masih dalam pencarian, dan satu lainnya dinyatakan meninggal di lokasi kejadian. Jenazah Surakman merupakan korban kedua yang berhasil dievakuasi. Proses identifikasi memakan waktu sekitar 36 jam karena kondisi jenazah yang sudah membengkak dan sulit dikenali secara visual. Tim forensik akhirnya memastikan identitas melalui rekam sidik jari yang tercatat di bank data kependudukan.

Reaksi Keluarga di Rumah Duka

Kabar identifikasi jenazah disampaikan langsung oleh petugas kepolisian kepada keluarga Surakman di kediamannya di Kelurahan Kandang Limun, Kota Bengkulu. Momen yang paling mengharukan terjadi ketika sang kakak kandung, Sukarti, seorang tunanetra yang telah merawat Surakman sejak kedua orang tua mereka meninggal sepuluh tahun lalu, menerima kabar tersebut. Meski tidak bisa melihat wajah adiknya untuk terakhir kali, Sukarti meraba tangan jenazah saat prosesi penyerahan di rumah sakit. Ia disebut sempat menahan tangis, lalu memeluk petugas yang mengantarkan kabar duka.

"Dia bilang, dia sudah merasa sejak awal kalau adiknya tidak akan kembali. Tapi dia tetap berdoa dan menunggu," ujar tetangga keluarga, Rusmini, yang mendampingi Sukarti selama proses identifikasi berlangsung. Menurut Rusmini, Sukarti dan Surakman tinggal berdua di rumah sederhana. Surakman bekerja sebagai buruh bangunan dan sesekali melaut sebagai nelayan panggilan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kepergian Surakman meninggalkan Sukarti tanpa pendamping, karena tidak ada anggota keluarga lain yang tinggal serumah.

Penanganan Lanjutan dan Pencarian Korban Lain

Pihak kepolisian menyatakan jenazah Surakman telah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Kandang Limun pada Rabu siang. Prosesi pemakaman berlangsung secara sederhana dan dihadiri puluhan tetangga serta relawan SAR yang terlibat dalam pencarian. Kapolres menyampaikan bahwa pihaknya masih menginvestigasi penyebab kecelakaan, termasuk memeriksa kelaikan kapal dan kelengkapan alat keselamatan yang tersedia saat kejadian.

Sementara itu, tim SAR terus melanjutkan operasi pencarian terhadap dua penumpang yang belum ditemukan. Operasi diperluas hingga radius 20 mil laut dari titik terakhir kontak kapal, melibatkan dua kapal patroli dan satu helikopter. Basarnas mengimbau nelayan di sekitar perairan Enggano untuk melaporkan jika menemukan tanda-tanda keberadaan korban. Cuaca di wilayah tersebut masih berpotensi buruk dalam beberapa hari ke depan, sehingga pencarian dilakukan dengan mempertimbangkan faktor keselamatan tim di lapangan.

Dampak Sosial dan Respons Pemerintah Daerah

Insiden tenggelamnya KM Sinar Harapan menambah daftar kecelakaan laut di perairan Bengkulu dalam dua tahun terakhir. Pemerintah Provinsi Bengkulu menyatakan akan mengevaluasi sistem peringatan dini cuaca bagi kapal-kapal tradisional yang beroperasi di jalur Pulau Baai–Enggano. Dinas Sosial setempat juga telah menyalurkan bantuan awal kepada keluarga korban, termasuk santunan bagi Sukarti yang kini hidup sendiri.

Ketua komunitas nelayan setempat, Anwar, menilai kecelakaan itu terjadi karena banyak kapal tradisional tetap melaut meski ada peringatan gelombang tinggi. Ia berharap otoritas pelabuhan memperketat pemeriksaan keberangkatan, terutama terkait jumlah pelampung dan alat komunikasi. "Kami tidak ingin kejadian ini terulang. Nyawa nelayan taruhannya," katanya. Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian dua korban yang belum ditemukan masih berlanjut, sementara keluarga Surakman berusaha menata kembali kehidupan setelah kehilangan sosok yang selama ini menjadi tulang punggung rumah tangga.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Wulan Simanjuntak

Pemerhati energi dan transisi hijau di kawasan Asia Tenggara.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter