05, 2026
Teknologi

Jennifer Coppen Ngamuk di Threads, Diserang Netizen Malaysia Usai Bela Justin Hubner: Saya Tak Terima

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2026/10/04/6ac1d05154953-jennifer-coppen_gemini_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Dian Gunawan
Dian Gunawan Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Artis Jennifer Coppen kembali menjadi sorotan publik setelah meluapkan kemarahannya di platform media sosial Threads. Ibu satu anak itu mengungkapkan kekecewaannya usai dirinya diserang oleh sejumlah netizen Malaysia yang tidak terima dengan sikapnya membela pesepakbola naturalisasi Indonesia, Justin Hubner. Peristiwa ini dengan cepat menjadi perbincangan hangat di dunia maya dan menarik perhatian warganet dari kedua negara.

Kronologi Kemarahan Jennifer Coppen

Keributan ini bermula ketika Jennifer Coppen memberikan dukungan kepada Justin Hubner, pemain Timnas Indonesia yang tengah menjadi sorotan dalam sebuah laga internasional. Dukungan tersebut rupanya berbuntut panjang. Sejumlah netizen Malaysia menyerbu kolom komentar Jennifer dan melontarkan berbagai kritik yang dinilai menyerang secara personal.

Jennifer mengaku tidak tinggal diam. Melalui akun Threads pribadinya, ia menulis unggahan bernada tegas yang menyatakan bahwa dirinya tidak akan menerima perlakuan kasar tersebut begitu saja. Ia menilai serangan yang datang bukan lagi berupa kritik membangun, melainkan sudah masuk ranah ujaran kebencian dan pelecehan.

"Saya tak terima diperlakukan seperti ini. Saya hanya membela seseorang yang saya anggap benar," tulis Jennifer dalam unggahannya, seperti dikutip dari berbagai sumber. Ia juga menyebut bahwa dirinya tidak takut menghadapi tekanan dari pihak mana pun.

Sikap Tegas Jennifer Coppen

Dalam beberapa unggahannya, Jennifer menegaskan bahwa dirinya bukan tipe orang yang mudah mundur ketika dihadapkan pada tekanan publik. Ia menyatakan bahwa dukungan yang ia berikan kepada Justin Hubner murni sebagai bentuk solidaritas terhadap atlet Indonesia, bukan tindakan yang bermaksud menyerang negara atau pihak lain.

Jennifer juga menyinggung soal etika berinternet. Menurutnya, kritik boleh saja disampaikan, tetapi jangan sampai menjurus pada penghinaan. Ia berharap warganet dapat lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum jelas kebenarannya.

Reaksi Warganet Indonesia dan Malaysia

Unggahan Jennifer langsung menuai beragam reaksi. Sebagian besar warganet Indonesia memberikan dukungan penuh dan memuji keberaniannya dalam menyuarakan pendapat. Mereka menilai Jennifer berhak membela siapa pun yang dianggapnya benar tanpa harus mendapat serangan bertubi-tubi.

Namun, tidak sedikit pula warganet Malaysia yang tetap bersikeras bahwa Jennifer telah melampaui batas. Perdebatan antara kedua kubu pun memanas di berbagai platform media sosial, mulai dari Threads, X, hingga kolom komentar Instagram.

Meski begitu, Jennifer tampaknya tidak gentar. Ia justru semakin vokal menyuarakan pendapatnya. Bahkan, ia sempat mengunggah pesan yang menegaskan bahwa dirinya tidak akan meminta maaf atas dukungan yang ia berikan kepada Justin Hubner.

Dampak dan Pelajaran dari Peristiwa Ini

Insiden ini kembali mengingatkan pentingnya menjaga etika dalam berinteraksi di ruang digital. Media sosial seharusnya menjadi tempat untuk bertukar pendapat secara sehat, bukan ajang saling serang yang merugikan banyak pihak.

Selain itu, peristiwa ini juga menyoroti bagaimana seorang figur publik sering kali menjadi sasaran empuk ketika mengutarakan pendapat yang dianggap kontroversial. Jennifer Coppen, sebagai artis yang memiliki basis penggemar besar, tentu menyadari risiko yang menyertai setiap ucapannya. Namun, ia memilih untuk tetap berdiri pada prinsipnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak-pihak terkait, termasuk dari Justin Hubner maupun federasi sepak bola. Namun, warganet terus mengawal perkembangan kasus ini dan menunggu langkah selanjutnya dari Jennifer Coppen.

Yang jelas, peristiwa ini menjadi cerminan bahwa dukungan terhadap atlet nasional kerap membawa konsekuensi di ruang publik. Di satu sisi, semangat nasionalisme memang patut diapresiasi. Di sisi lain, setiap individu perlu memahami batas antara dukungan, kritik, dan serangan pribadi agar tidak menimbulkan konflik yang berkepanjangan.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Dian Gunawan

Penulis lepas yang menulis tentang startup, teknologi, dan ekosistem digital Indonesia.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter