18, 2026
Nasional

Kabut Asap Ganggu Penerbangan di Papua, 19 Jadwal dari Bandara Sentani Tertunda

Kevin Handayani
Kevin Handayani Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Kabut Asap Ganggu Penerbangan di Papua, 19 Jadwal dari Bandara Sentani Tertunda

Kabut asap tebal yang melanda wilayah Papua telah menyebabkan gangguan serius pada operasional penerbangan di Bandara Sentani, Jayapura. Hingga saat ini, sebanyak 19 jadwal penerbangan mengalami penundaan akibat kondisi cuaca ekstrem ini. Para penumpang yang terdampak harus menunggu waktu yang lebih lama dari rencana semula, sementara pihak bandara terus berupaya untuk mengantisipasi situasi yang bisa berubah sewaktu-waktu.

Dampak Kabut Asap pada Operasional Penerbangan

Kabut asap yang disebabkan oleh kebakaran hutan dan lahan di sekitar Papua telah mencapai tingkat yang berbahaya. Menurut informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), visibilitas di Bandara Sentani saat ini hanya berkisar 500 meter, jauh di bawah standar minimal 1.500 meter yang dibutuhkan untuk operasional penerbangan yang aman. Kondisi ini membuat pihak bandara harus menerapkan sistem penerbangan terbatas.

"Kami terpaksa menunda beberapa penerbangan karena keselamatan adalah prioritas utama. Pilot dan petugas lalu lintas udara tidak dapat memastikan kondisi aman untuk lepas landas dan mendarat dalam visibilitas rendah seperti ini," ujar Kepala Bandara Sentani, Budi Santoso dalam keterangannya, Rabu (15/9).

Rute Terdampak dan Penumpang Terjebak

Sebanyak 19 penerbangan dari dan menuju Bandara Sentani mengalami penundaan. Rute-rute yang terdampak antara lain penerbangan domestik seperti Jakarta-Sentani, Makassar-Sentani, dan Surabaya-Sentani. Selain itu, beberapa penerbangan internasional ke Jayapura juga mengalami gangguan, meskipun dalam jumlah lebih sedikit.

Para penumpang yang terdampak penundaan ini terlihat frustrasi saat menunggu di area tunggu bandara. Banyak di antara mereka yang harus menunda agenda penting baik untuk urusan bisnis maupun kunjungan keluarga. "Saya sudah menunggu selama lima jam untuk penerbangan ke Jakarta. Awalnya dijadwalkan pukul 09.00 WIT, tapi sekarang baru kabar akan diterbangkan pukul 15.00 WIT. Ini sangat merepotkan," ucap Rudi Hartono, seorang penumpang yang terjebak di bandara.

Pihak maskapai penerbangan telah berkoordinasi dengan bandara untuk memberikan informasi terkait jadwal perjalanan kepada para penumpang. Namun, banyak penumpang yang mengeluh karena informasi yang diberakan dianggap kurang jelas dan tidak konsisten.

Upaya Penanganan dan Evakuasi

Dalam situasi darurat, pihak bandara telah membuka posko khusus untuk menangani para penumpang yang terdampak. Posko ini berfungsi sebagai pusat informasi dan fasilitas bantuan sementara bagi penumpang yang menunggu jadwal penerbangan. "Kami menyediakan makanan dan minuman gratis bagi para penumpang yang terdampak penundaan. Selain itu, kami juga membuka area khusus bagi penumpang dengan kebutuhan khusus seperti anak-anak dan lansia," jelas Budi Santoso.

Sementara itu, pemerintah daerah bersama Satuan Tugas Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgak) terus berupaya untuk menangani sumber asap di sekitar Papua. Upaya ini meliputi pemadaman kebakaran di titik-titik rawan serta penyiraman dari udara untuk menekan sebaran asap.

Kepala Satgak Papua, Agus Wibowo, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengirimkan tim gabungan ke beberapa titik kebakaran di wilayah Kabupaten Jayapura dan Kabupaten Keerom. "Kondisi kebakaran saat ini masih sulit dikendalikan karena cuaca yang kering dan angin yang tidak menentu. Kami terus berupaya memadamkan api dan mencegah penyebaran asap lebih jauh," tambahnya.

Prospek Penerbangan di Masa Depan

Pihak bandara berharap kondisi visibilitas dapat membaik dalam waktu dekat sehingga operasional penerbangan dapat kembali normal. Namun, prediksi BMKG menyebutkan bahwa kabut asap akan terus melanda wilayah Papua selama beberapa hari kecuali terjadi hujan yang cukup signifikan.

"Kami akan terus memantau perkembangan cuaca dan akan segera menginformasikan kepada publik jika ada perubahan jadwal penerbangan. Kami meminta maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dan berharap para penumpang dapat bersabar," pungkas Budi Santoso.

Kasus kabut asap yang mengganggu penerbangan di Papua ini menunjukkan betapa rentannya infrastruktur transportasi terhadap perubahan iklim dan dampak buruknya kebakaran hutan dan lahan. Pemerintah dan masyarakat diharapkan dapat bersama-sama mencegah kebakaran di wilayah tersebut untuk menghindari gangguan serupa di masa depan.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Kevin Handayani

Kontributor rubrik data dan visualisasi angka penting.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter