01, 2026
Politik

Kawal Aspirasi Warga, Kenneth DPRD DKI Pastikan Proyek Saluran Air di Jelambar Aman

Anggota DPRD DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth, meninjau pengerjaan saluran air di Jelambar Baru.]]>

Fajar Hidayat
Fajar Hidayat Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Kawal Aspirasi Warga, Kenneth DPRD DKI Pastikan Proyek Saluran Air di Jelambar Aman

Anggota DPRD DKI Jakarta Kawal Aspirasi Warga Jelambar soal Proyek Saluran Air

Anggota DPRD DKI Jakarta, Kenneth, melakukan peninjauan langsung terhadap proyek pembangunan saluran air di kawasan Jelambar, Jakarta Barat. Peninjauan itu dilakukan sebagai bentuk pengawalan terhadap aspirasi warga yang mengeluhkan dampak pekerjaan terhadap lingkungan permukiman sekitar. Kenneth memastikan proyek tersebut berjalan sesuai prosedur dan tidak menimbulkan risiko bagi warga.

Dalam kunjungannya, Kenneth menegaskan bahwa pihaknya menerima sejumlah laporan dari warga terkait kekhawatiran atas dampak proyek saluran air. Keluhan itu mencakup potensi genangan, kerusakan akses jalan, hingga gangguan aktivitas harian selama masa pengerjaan. Menurutnya, aspirasi tersebut harus ditindaklanjuti dengan pengecekan langsung di lapangan agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.

"Kami datang untuk memastikan apa yang menjadi kekhawatiran warga benar-benar diperhatikan. Setiap proyek yang bersinggungan langsung dengan permukiman harus mempertimbangkan aspek keamanan dan kenyamanan warga," ujar Kenneth saat meninjau lokasi.

Pastikan Konstruksi Sesuai Standar Keamanan

Kenneth menjelaskan, proyek saluran air di Jelambar merupakan bagian dari upaya penanganan banjir di wilayah Jakarta Barat. Pembangunan saluran tersebut dinilai penting untuk memperlancar aliran air, terutama saat musim hujan dengan intensitas tinggi. Namun, ia menekankan bahwa manfaat jangka panjang itu tidak boleh mengorbankan keselamatan warga selama proses konstruksi berlangsung.

Ia meminta pelaksana proyek memperhatikan sejumlah aspek teknis, mulai dari kedalaman galian, pemasangan pengaman di sekitar area kerja, hingga pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi. Menurutnya, kelalaian pada tahap konstruksi berpotensi menimbulkan kecelakaan kerja maupun insiden yang merugikan warga.

"Kedalaman galian, rambu keselamatan, dan jalur alternatif harus dipastikan aman. Jangan sampai proyek yang tujuannya mengurangi banjir justru menimbulkan masalah baru bagi warga," katanya.

Kenneth juga menyoroti pentingnya koordinasi antara kontraktor, kelurahan, dan warga setempat. Ia menilai komunikasi yang baik akan meminimalkan konflik selama masa pengerjaan. Warga, menurutnya, berhak mendapatkan informasi yang jelas mengenai jadwal pengerjaan, durasi proyek, dan dampak yang mungkin timbul.

Dorong Transparansi dan Pelibatan Warga

Dalam peninjauan tersebut, Kenneth mendorong adanya transparansi informasi dari pelaksana proyek. Ia meminta agar setiap perkembangan pekerjaan disampaikan secara berkala kepada warga melalui forum pertemuan atau papan informasi di lokasi. Langkah itu dinilai penting untuk mencegah kesalahpahaman yang bisa memicu protes.

Ia juga mengingatkan bahwa pembangunan infrastruktur di kawasan padat penduduk seperti Jelambar membutuhkan pendekatan yang lebih hati-hati. Setiap keputusan teknis, menurutnya, harus mempertimbangkan kondisi sosial dan ekonomi warga yang terdampak. Hal ini mencakup akses usaha, jalur pejalan kaki, serta mobilitas warga sehari-hari.

"Pendekatan pembangunan tidak bisa hanya soal target selesai. Harus ada perhitungan dampak sosial. Warga yang terdampak berhak mendapat perhatian," ujarnya.

Kenneth menambahkan, pihaknya akan terus mengawal proyek ini hingga selesai. Pengawasan dilakukan agar kualitas pekerjaan sesuai spesifikasi dan tidak terjadi penurunan mutu yang bisa merugikan warga dalam jangka panjang. Ia menegaskan, DPRD DKI memiliki fungsi pengawasan yang harus dijalankan secara konsisten, terutama pada proyek-proyek yang bersentuhan langsung dengan kepentingan publik.

Respons Warga dan Tindak Lanjut

Sejumlah warga yang ditemui di lokasi menyampaikan harapan agar proyek saluran air dapat diselesaikan tepat waktu. Mereka mengaku mendukung upaya penanganan banjir, tetapi meminta pelaksana proyek lebih memperhatikan kebersihan dan ketertiban lokasi kerja. Warga juga berharap akses jalan yang sempat terganggu dapat segera dipulihkan setelah pekerjaan selesai.

Menanggapi hal itu, Kenneth menyatakan akan menyampaikan aspirasi warga kepada dinas terkait. Ia meminta agar perbaikan jalan dan pembersihan lokasi menjadi bagian dari kewajiban pelaksana proyek. Menurutnya, proyek yang baik adalah proyek yang tidak meninggalkan masalah baru bagi masyarakat setelah selesai dikerjakan.

Ia juga mengingatkan pentingnya pemeliharaan saluran air setelah proyek rampung. Tanpa perawatan berkala, saluran yang baru dibangun berpotensi tersumbat sedimen dan sampah. Karena itu, ia mendorong keterlibatan warga dalam menjaga kebersihan saluran agar fungsi pengendalian banjir dapat berjalan optimal.

"Setelah dibangun, harus ada yang menjaga. Peran warga dan pemerintah daerah sama-sama penting. Jangan sampai saluran baru langsung tersumbat karena tidak dirawat," pungkasnya.

Peninjauan di Jelambar menjadi bagian dari rangkaian pengawasan yang dilakukan Kenneth terhadap sejumlah proyek infrastruktur di Jakarta Barat. Ia berkomitmen terus menampung aspirasi warga dan memastikan setiap pembangunan berjalan aman, transparan, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Fajar Hidayat

Penulis berita kesehatan nasional dan kebijakan layanan medis.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter