30, 2026
Nasional

Kebakaran Dapur Gizi RSUD Saiful Anwar Malang, Asap Sempat Masuk Ruang Anak

Lestari Maharani
Lestari Maharani Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 1 dibaca

Kebakaran Dapur Gizi RSUD Saiful Anwar Malang, Asap Sempat Masuk Ruang Anak

Kejadian bencana kebakaran terjadi di Dapur Gizi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Saiful Anwar Malang pada Rabu (15/11) siang. Api berhasil dikendalikan oleh tim pemadam kebakaran setempat sebelum menyebar ke area lainnya. Meskipun kerugian materiil terjadi, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.

Kebakaran bermula sekitar pukul 11.30 WIB di area dapur gizi yang berlokasi di lantai dasar gedung utama RSUD Saiful Anwar. Api berasal dari ruang pemanggang listrik yang digunakan untuk menyiapkan makanan pasien. Menurut keterangan Kepala RSUD Saiful Anwar, dr. H. M. Yunus, kebakaran disebabkan oleh short listrik pada alat pemanggang.

"Tim kami bersama petugas pemadam kebakaran langsung merespons. Api berhasil dikendalikan dalam waktu kurang lebih 30 menit. Tapi sebelum benar-benar padam, asap sudah sempat menyebar ke beberapa ruangan di lantai satu termasuk ruang perawatan anak," jelas Yunus dalam keterangannya.

Evakuasi Pasien dan Penanganan Darurat

Saat kejadian, puluhan pasien yang sedang menjalani perawatan di lantai satu dievakuakan sementara ke luar gedung. Tim medis segera membantu proses evakuasi dengan menggunakan alat oksigen portabel dan memindahkan pasien ke area yang aman dari asap. Pasien anak-anak menjadi prioritas dalam proses evakuasi ini.

"Kami melakukan evakuasi terhadap pasien yang berada di lantai satu terutama ruang anak. Asap sudah masuk ke koridor dan beberapa kamar. Untuk antisipasi, kami memindahkan mereka ke lantai dua dan tiga sementara ruang udara di lantai satu bisa kita bersihkan," terang Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUD Saiful Anwar, dr. Iwan Setiawan.

Proses evakuasi berjalan lancar dengan bantuan petugas keamanan dan relawan rumah sakit. Pasien yang dapat bergerak mandiri dibantu turun menggunakan tangga, sementara pasien yang tidak mampu dibawa menggunakan tandu. Tidak ada luka serius yang dialami pasien selama evakuasi.

Penyebab dan Tindakan Pencegahan

Tim investigasi internal rumah sakit bersama petugas pemadam kebakaran menemukan bahwa penyebab utama kebakaran adalah korsleting pada alat pemanggang listrik yang sudah mengalami kerusakan sebelumnya. "Alat tersebut sebenarnya sudah menunjukkan tanda-tanda kerusakan namun belum sempat diganti karena masih dalam proses pengadaan alat pengganti," jelas Yunus.

Setelah insiden, pihak rumah sakit segera melakukan pengecekan keselamatan listrik di seluruh area dapur dan ruang makan. Seluruh peralatan listrik yang menunjukkan tanda kerusakan langsung ditarik dari operasional. "Kami juga akan meningkatkan pengawasan terhadap peralatan listrik di seluruh rumah sakit. Semua peralatan akan dicek secara berkala untuk mencegah insiden serupa," tambahnya.

Dampak pada Operasional Rumah Sakit

Kebakaran ini mengakibatkan gangguan pada operasional penyediaan makanan pasien. Dapur gizi yang rusak harus ditutup sementara untuk proses perbaikan dan pembersihan. "Kami mengalihkan sementara penyediaan makanan ke dapur cadang yang ada di luar gedung utama. Semua pasien tetap mendapatkan makanan yang memenuhi standar gizi meski ada sedikit penundaan dalam penyajiannya," jelas Kepala Bidang Pelayanan Keperawatan, Siti Aminah.

Area dapur gizi yang terbakar diperkirakan membutuhkan waktu satu minggu untuk diperbaiki sepenuhnya. Selama itu, operasional dapur akan berjalan secara terbatas. Pihak rumah sakit memastikan bahwa kebutuhan pasien akan makanan bergizi tetap terpenuhi meski ada kendala teknis ini.

Respon Pemerintah Daerah

Wali Kota Malang, Sutiaji, mengaku prihatin dengan kejadian ini. Pihaknya segera memerintahkan Dinas Kesehatan Kota Malang untuk memantau situasi di RSUD Saiful Anwar. "Saya meminta agar pihak rumah sakit segera memperbaiki fasilitas yang rusak dan memastikan tidak ada gangguan pelayanan pasien. Pemerintah siap membantu jika dibutuhkan," ujar Sutiaji.

Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur juga turun tangan dengan mengirim tim untuk mengevaluasi kejadian ini. "Kami akan mengkaji ulang sistem keamanan di semua rumah sakit di bawah naungan pemerintah provinsi. Kejadian seperti ini tidak boleh terulang," kata Kepala Dinas Kesehatan Jatim, Dr. Priyanto.

RSUD Saiful Anwar Malang sebagai rumah sakit rujukan di wilayah Timur Jawa terus berupaya memulihkan operasional normal meski masih menghadapi tantangan pasca kebakaran. Pihaknya berjanji untuk meningkatkan standar keamanan fasilitas agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Lestari Maharani

Kolumnis yang gemar mengupas isu perdagangan internasional dan rantai pasok.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter