19, 2026
Nasional

Kekayaan Lansia AS Melonjak, Anak Muda Justru Turun

Mira Permata
Mira Permata Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Kesenjangan kekayaan antarkelompok usia di Amerika Serikat melebar dalam beberapa tahun terakhir. Kelompok lanjut usia mencatat kenaikan nilai aset yang signifikan, sementara rumah tangga yang dikepalai orang muda tertinggal jauh, bahkan ketika pendapatan mereka tumbuh. Pola ini terlihat dalam berbagai data survei dan laporan lembaga keuangan yang dipublikasikan dalam beberapa tahun terakhir.

Menurut Survei Keuangan Konsumen (Survey of Consumer Finances) yang dirilis Federal Reserve, kekayaan bersih rumah tangga Amerika meningkat secara umum pada periode 2019–2022. Namun distribusinya tidak merata. Rumah tangga yang dikepalai seseorang berusia 65 tahun ke atas menguasai porsi terbesar dari total kekayaan rumah tangga nasional, sementara kelompok usia di bawah 40 tahun hanya menguasai sebagian kecil.

Porsi kekayaan yang kian terpusat

Perhitungan terhadap data Distributional Financial Accounts Federal Reserve menunjukkan bahwa rumah tangga dengan kepala keluarga berusia 55 tahun ke atas memegang sekitar 70 persen dari total kekayaan rumah tangga di Amerika Serikat. Angka itu naik dibandingkan dua dekade lalu, ketika porsi kelompok tersebut lebih kecil. Sebaliknya, porsi yang dikuasai rumah tangga berusia di bawah 40 tahun menyusut menjadi sekitar satu digit persen.

Dalam nilai absolut, jaraknya sangat lebar. Median kekayaan bersih rumah tangga berusia 65–74 tahun berada di kisaran ratusan ribu dolar, sedangkan median rumah tangga di bawah 35 tahun hanya sekitar puluhan ribu dolar. Kesenjangan itu tidak hanya mencerminkan perbedaan tahap kehidupan, tetapi juga perbedaan struktur kepemilikan aset.

Kelompok lansia umumnya memiliki rumah yang sudah lunas, portofolio saham, serta dana pensiun yang telah matang. Kenaikan harga properti dan pasar saham dalam satu dekade terakhir memberikan keuntungan besar bagi mereka yang sudah memiliki aset tersebut lebih dulu. Kelompok muda, sebaliknya, baru mulai membangun aset ketika harga rumah dan biaya hidup sudah jauh lebih tinggi.

Rumah dan utang pendidikan sebagai penghambat

Kepemilikan rumah menjadi faktor pembeda utama. Bagi banyak rumah tangga Amerika, rumah adalah komponen terbesar dari kekayaan bersih. Ketika harga rumah melonjak dan suku bunga kredit pemilikan rumah naik, biaya masuk bagi pembeli pertama meningkat tajam. Banyak orang muda tertahan di sektor sewa, sehingga tidak memperoleh keuntungan dari kenaikan nilai properti yang dinikmati generasi sebelumnya.

Beban utang pendidikan turut membatasi kemampuan menabung. Total utang pinjaman mahasiswa di Amerika Serikat mencapai lebih dari 1,6 triliun dolar, dengan sebagian besar ditanggung peminjam berusia di bawah 40 tahun. Cicilan bulanan mengurangi ruang untuk menabung, berinvestasi, atau mengumpulkan uang muka rumah.

Meski demikian, data Federal Reserve menunjukkan bahwa kekayaan rumah tangga muda tumbuh cukup cepat dalam persentase antara 2019 dan 2022. Kenaikan itu sebagian didorong oleh pasar kerja yang ketat, upah yang naik, serta pengampunan sebagian utang pendidikan bagi kelompok tertentu. Namun karena titik awalnya sangat rendah, pertumbuhan persentase yang besar belum cukup untuk menutup jarak.

Transfer kekayaan dan ketergantungan pada warisan

Sejumlah lembaga riset memperkirakan akan terjadi gelombang transfer kekayaan antargenerasi dalam beberapa dekade mendatang. Lembaga riset Cerulli Associates, misalnya, memproyeksikan puluhan triliun dolar aset akan berpindah dari generasi baby boomer kepada ahli waris hingga pertengahan 2040-an. Angka proyeksi itu bervariasi antarkajian, tetapi arahnya sama: sebagian besar kekayaan generasi muda di masa depan akan bergantung pada warisan.

Ketergantungan pada warisan menimbulkan konsekuensi tersendiri. Mereka yang berasal dari keluarga berpunya akan menerima modal awal yang besar, sementara yang tidak memiliki apa pun harus memulai dari nol. Kondisi ini berpotensi memperlebar ketimpangan bukan hanya antargenerasi, tetapi juga di dalam satu generasi.

Kesenjangan ras dan etnis turut memperumit gambaran. Rumah tangga kulit putih secara rata-rata memiliki kekayaan bersih jauh lebih besar dibandingkan rumah tangga kulit hitam dan Hispanik, dan perbedaan itu terlihat jelas di semua kelompok usia. Faktor ini membuat pengalaman generasi muda tidak seragam.

Dampak pada ekonomi dan politik

Bagi perekonomian, konsentrasi kekayaan pada kelompok lansia memengaruhi pola konsumsi. Kelompok lansia cenderung membelanjakan lebih sedikit dari kekayaannya dan lebih bergantung pada pendapatan tetap seperti jaminan sosial dan pensiun. Kelompok muda yang lebih besar kecenderungannya untuk membelanjakan pendapatan justru memiliki daya beli terbatas.

Ketimpangan ini juga masuk ke perdebatan politik. Isu keringanan utang pendidikan, kebijakan perumahan, pajak warisan, dan keberlanjutan program jaminan sosial menjadi arena pertarungan kebijakan yang sebagian besar berpusat pada pembagian beban antargenerasi.

Para ekonom belum sepakat mengenai seberapa besar kesenjangan ini merupakan masalah struktural dan seberapa besar merupakan konsekuensi alami dari siklus hidup. Argumen yang umum diajukan adalah bahwa orang muda akan mengejar ketertinggalan seiring bertambahnya usia, sebagaimana generasi sebelumnya. Namun pengamat lain mencatat bahwa biaya perumahan, pendidikan, dan kesehatan saat ini menciptakan hambatan yang berbeda dari masa lalu.

Yang jelas, data resmi menunjukkan arah yang konsisten: kekayaan kelompok lansia terus menanjak, sementara kelompok muda bergerak lebih lambat. Selama harga aset tetap tinggi dan akses terhadap kepemilikan rumah serta tabungan jangka panjang tetap terbatas, jarak itu diperkirakan belum akan menyempit dalam waktu dekat.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Mira Permata

Jurnalis ekonomi yang fokus pada kebijakan makro dan sektor keuangan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter