Kapal Motor Virgo yang mengangkut puluhan penumpang dan kendaraan dilaporkan hilang kontak di perairan Indonesia. Keluarga korban masih berharap pencarian terus dilakukan untuk menemukan kapal tersebut. DPR juga meminta agar pencarian KM Virgo dilanjutkan.
Kapal Motor Virgo dilaporkan hilang kontak sekitar pekan lalu saat berlayar dari Pelabuhan Merak, Banten menuju Pelabuhan Bakauheni, Lampung. Kapal tersebut mengangkut 53 penumpang, 12 anak buah kapal, dan 28 kendaraan roda empat serta puluhan sepeda motor.
Keluarga Korban Masih Berharap
Keluarga penumpang KM Virgo yang hilang kontak berkumpul di Pelabuhan Merak untuk menantikan kabar terbaru dari proses pencarian. Mereka berharap kapal tersebut segera ditemukan dan seluruh penumpang serta awak kapal selamat.
"Kami masih berharap kapal segera ditemukan dan seluruh penumpang serta awak kapal selamat," kata salah satu keluarga korban, Rina, di Pelabuhan Merak, Selasa (22/8/2023).
Rina mengaku sudah menghubungi pihak keluarga yang berada di atas kapal sejak kapal hilang kontak. Namun, hingga kini belum ada kabar pasti mengenai keberadaan kapal tersebut.
"Kami sudah berusaha menghubungi, tetapi tidak ada jawaban. Kami berharap pemerintah terus mencari," ujarnya.
DPR Minta Pencarian Dilanjutkan
Anggota Komisi V DPR RI meminta agar pencarian KM Virgo terus dilanjutkan hingga kapal ditemukan. Legislator meminta Badan SAR Nasional (Basarnas) dan instansi terkait untuk mengerahkan seluruh sumber daya yang dimiliki.
"Kami meminta pencarian terus dilanjutkan. Jangan sampai berhenti sampai kapal ditemukan," kata anggota Komisi V DPR RI, Ahmad, di Jakarta, Selasa (22/8/2023).
Ahmad mengatakan, pihaknya akan terus mengawasi proses pencarian dan memastikan seluruh penumpang serta awak kapal ditemukan dengan selamat.
"Kami akan terus mengawasi. Kami juga meminta pemerintah memberikan informasi yang transparan kepada keluarga korban," ujarnya.
Pencarian Terus Dilakukan
Basarnas mengerahkan sejumlah kapal dan pesawat untuk mencari KM Virgo yang hilang kontak. Pencarian dilakukan di perairan Selat Sunda dan sekitarnya.
"Kami mengerahkan kapal dan pesawat untuk melakukan pencarian. Pencarian dilakukan di perairan Selat Sunda dan sekitarnya," kata Kepala Basarnas, Rudy.
Rudy mengatakan, pencarian dilakukan dengan melibatkan sejumlah instansi, termasuk TNI AL, Polri, dan Kementerian Perhubungan.
"Kami juga melibatkan nelayan dan masyarakat sekitar untuk membantu pencarian," ujarnya.
Penyebab Hilang Kontak Belum Diketahui
Penyebab hilang kontaknya KM Virgo belum diketahui secara pasti. Pihak berwenang masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab hilang kontaknya kapal tersebut.
"Kami masih melakukan penyelidikan. Belum ada kesimpulan mengenai penyebab hilang kontaknya kapal," kata Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Merak, Budi.
Budi mengatakan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menyelidiki penyebab hilang kontaknya kapal tersebut.
"Kami akan terus berkoordinasi. Kami juga meminta seluruh pihak untuk bersabar menunggu hasil penyelidikan," ujarnya.
Kondisi Cuaca Buruk
Cuaca buruk diduga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan hilang kontaknya KM Virgo. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gelombang tinggi dan angin kencang di perairan Selat Sunda beberapa hari terakhir.
"Cuaca buruk dapat mempengaruhi kondisi kapal. Kami mengimbau seluruh kapal untuk berhati-hati," kata Kepala BMKG, Dwikorita.
Dwikorita mengatakan, pihaknya akan terus memantau kondisi cuaca di perairan Selat Sunda dan sekitarnya.
"Kami akan terus memantau. Kami juga meminta seluruh pihak untuk waspada terhadap cuaca buruk," ujarnya.
Himbauan untuk Kapal Lain
Pihak berwenang mengimbau seluruh kapal yang berlayar di perairan Selat Sunda untuk berhati-hati dan selalu memantau kondisi cuaca. Kapal juga diminta untuk selalu berkomunikasi dengan pihak berwenang.
"Kami mengimbau seluruh kapal untuk berhati-hati. Selalu pantau kondisi cuaca dan berkomunikasi dengan pihak berwenang," kata Budi.
Budi mengatakan, pihaknya akan terus memantau kondisi perairan Selat Sunda dan sekitarnya.
"Kami akan terus memantau. Kami juga meminta seluruh pihak untuk bekerja sama dalam menjaga keselamatan pelayaran," ujarnya.
Komentar (0)