30, 2026
Nasional

Kepergok Rekam Rok Wanita Saat Nonton Voli, Pria di Brebes Dihajar Massa

Seorang pria ditangkap massa saat merekam bagian dalam rok wanita di turnamen voli di Brebes]]>

Rizki Setiawan
Rizki Setiawan Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Kepergok Rekam Rok Wanita Saat Nonton Voli, Pria di Brebes Dihajar Massa

Kepergok Rekam Rok Wanita Saat Nonton Voli, Pria di Brebes Dihajar Massa

Insiden memalukan terjadi di Brebes, Jawa Tengah, seorang pria diketahui kepergok sedang merekam bagian tubuh seorang wanita saat pertandingan voli berlangsung. Aksi tidak senonoh tersebut langsung memicu amuk massa yang akhirnya menyerang pelaku dengan brutal.

Kepala Polres Brebes AKBP Budi Santoso mengatakan, peristiwa itu terjadi pada Sabtu (15/7) sore di sebuah lapangan voli yang berlokasi di Desa Kalipucang Wetan, Kecamatan Paguyangan. Saat itu sedang berlangsung turnamen voli tingkat desa yang dihadiri ratusan penonton, mayoritas dari warga setempat.

"Korban, seorang wanita berusia 25 tahun, sedang duduk di tribun penonton saat dia merasa ada sesuatu yang tidak beres. Dia mendapat perasaan bahwa ada yang sedang membidiknya dari arah belakang," ujar Budi Santoso dalam konferensi pers yang digelar Minggu (16/7).

Berdasarkan keterangan saksi mata, korban yang merasa curiga kemudian memeriksa area sekitarnya dan menemukan seorang pria sedang merekam bagian tubuhnya menggunakan ponsel. Pria tersebut diduga berupaya untuk merekam bagian bawah rok korban yang saat itu sedang duduk.

Ketika korban melihat dan memergoki aksi tersebut, dia langsung berteriak dan meminta tolong.teriakan korban segera memicu reaksi penonton lainnya. Massa yang berada di sekitar lokasi pun langsung turun tangan dan menyerang pria tersebut yang kini sudah teridentifikasi sebagai Ahmad (32), warga setempat.

Aksi Massa yang Tak Terkendali

Akibatnya, Ahmad tidak berdaya menghadapi amuk massa. Dia diserang dengan berbagai macam cara, mulai dari tendangan, pukulan, hingga ditendang hingga pingsan. Beberapa penonton bahkan sempat menggunakan kursi yang ada di sekitar lokasi untuk menyerang pelaku.

Tim polisi yang tiba di lokasi harus bekerja keras untuk membubarkan massa yang sudah emosi. Polisi menggunakan megafon untuk meminta agar massa tenang agar pelaku bisa diamankan. Setapi beberapa kali percobaan, akhirnya massa bisa dibubarkan setelah polisi memberikan jaminan bahwa pelaku akan mendapat penanganan yang adil.

Penyelidikan dan Penangkapan Pelaku

Setelah berhasil membubarkan massa, polisi langsung membawa Ahmad ke Rumah Sakit Umum Daerah Brebes untuk mendapat perawatan medis. Setelah kondisinya stabil, Ahmad kemudian diamankan di Mapolres Brebes untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Ahmad mengakui perbuatannya dan meminta maaf kepada korban serta keluarganya. Dia mengklai bahwa aksinya dilakukan karena tergoda dengan penampilan korban dan tidak ada niat jahat lainnya.

Polisi akan menjerat Ahmad dengan pasal tentang pornografi atau pencemaran nama baik sesuai bukti yang ada. Sementara itu, korban mendapat bimbingan psikologis dari tim layanan perempuan dan anak Polri untuk menangani trauma yang dialaminya.

Insiden ini menunjukkan pentingnya kesadaran akan etika dan norma dalam ruang publik. Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tidak mengambil keadilan sendiri jika menemukan tindak kejahatan, melainko melapor kepada pihak berwenang agar penanganan berjalan sesuai hukum.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Rizki Setiawan

Pemerhati energi dan transisi hijau di kawasan Asia Tenggara.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter