22, 2026
Nasional

Komnas Anak Sebut Ruben Onsu Dangkal, Tak Terima Disebut Berpihak ke Sarwendah: Tolong Hentikan Sekarang

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2026/06/09/6a2792131ffb0-ruben-onsu-dan-sarwendah_gemini_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Anisa Permata
Anisa Permata Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Polemik antara presenter Ruben Onsu dan lembaga perlindungan anak kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas Anak) menilai respons Ruben terhadap kritik yang dilontarkan kepadanya tergolong dangkal. Penilaian itu muncul setelah Ruben disebut berpihak kepada Sarwendah dalam persoalan yang menyangkut anak-anak mereka, sebuah tuduhan yang langsung dibantah oleh ayah tiga anak tersebut.

Ketegangan antara kedua pihak terjadi setelah Komnas Anak menyoroti sejumlah pernyataan dan sikap Ruben yang dianggap belum sepenuhnya menempatkan kepentingan anak sebagai prioritas utama. Lembaga itu menilai, sebagai figur publik yang tengah menjalani proses perceraian, Ruben seharusnya memberikan contoh bagaimana konflik keluarga diselesaikan tanpa melibatkan ruang publik secara berlebihan.

Respons Ruben Onsu Dianggap Tidak Menjawab Substansi

Menurut Komnas Anak, jawaban yang disampaikan Ruben atas kritik tersebut tidak menyentuh inti persoalan. Alih-alih menjelaskan langkah konkret untuk melindungi anak-anaknya dari dampak konflik, Ruben dinilai justru memilih membela diri dan menyerang balik pihak yang mengkritik. Sikap itu dinilai sebagai respons yang dangkal karena tidak memberikan penjelasan yang memadai mengenai upaya perlindungan anak.

Komnas Anak menegaskan bahwa kritik yang dilontarkan bukan bentuk intervensi terhadap urusan pribadi seseorang, melainkan bagian dari tanggung jawab lembaga itu untuk mengawal hak-hak anak. Lembaga tersebut menilai, ketika sebuah konflik keluarga menjadi konsumsi publik dan melibatkan anak-anak, maka ruang untuk pengawasan menjadi terbuka.

Selain itu, Komnas Anak menyoroti kecenderungan kedua pihak yang terus saling melempar pernyataan melalui media. Pola komunikasi semacam itu, menurut lembaga tersebut, berpotensi memperpanjang polemik dan menempatkan anak-anak pada posisi yang tidak nyaman karena harus menyaksikan orang tuanya berselisih di ruang publik.

Ruben Menolak Disebut Berpihak kepada Sarwendah

Ruben Onsu secara tegas membantah anggapan bahwa dirinya memihak kepada Sarwendah. Ia menilai tuduhan tersebut tidak berdasar dan tidak mencerminkan situasi yang sebenarnya. Ruben menegaskan bahwa keputusan dan sikap yang diambilnya selama ini selalu mempertimbangkan kepentingan anak-anak, termasuk ketika harus mengambil langkah hukum terkait hak asuh.

Ruben juga mempersoalkan cara kritik disampaikan. Ia merasa penilaian yang dilontarkan kepadanya terlalu cepat dan tidak disertai pemahaman utuh atas kronologi persoalan yang terjadi. Karena itu, ia meminta agar polemik ini segera dihentikan dan tidak terus dibesar-besarkan.

Melalui pernyataannya, Ruben meminta semua pihak untuk menghentikan pembahasan yang dinilainya sudah melewati batas. Ia menekankan bahwa persoalan keluarga sebaiknya tidak terus dijadikan bahan perbincangan publik, terutama karena melibatkan anak-anak yang masih berhak mendapatkan rasa aman.

Sorotan terhadap Dampak pada Anak

Di sisi lain, Komnas Anak mengingatkan bahwa anak-anak memiliki hak atas privasi dan rasa aman, termasuk ketika orang tua mereka sedang menjalani proses perceraian. Lembaga itu menilai, konflik yang berlarut-larut di ruang publik berisiko menimbulkan tekanan psikologis bagi anak, baik di lingkungan keluarga maupun di lingkungan sosialnya.

Komnas Anak menekankan pentingnya pembatasan pembahasan persoalan keluarga di media, terutama yang berkaitan langsung dengan anak. Menurut lembaga tersebut, orang tua perlu membangun kesepahaman agar perselisihan tidak berlanjut menjadi tontonan yang merugikan pihak-pihak yang paling rentan, yaitu anak.

Lembaga itu juga mendorong adanya komunikasi yang lebih tertutup dan penyelesaian yang mengedepankan mediasi. Dengan cara tersebut, persoalan hak asuh dan pengasuhan diharapkan dapat diselesaikan tanpa harus menambah beban psikologis bagi anak-anak.

Seruan Menghentikan Polemik

Permintaan agar polemik dihentikan datang dari kedua pihak. Komnas Anak menilai perdebatan melalui media tidak akan menghasilkan solusi, sementara Ruben meminta kritik yang dinilainya tidak berdasar tidak terus dilontarkan. Situasi ini menempatkan publik pada posisi menyaksikan tarik-menarik antara kepentingan perlindungan anak dan hak individu atas pembelaan diri.

Pengamat komunikasi menilai, kasus semacam ini menunjukkan pentingnya batas jelas antara ruang publik dan ruang privat bagi figur publik. Ketika persoalan keluarga dibawa ke media, menurut mereka, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pihak yang berselisih, tetapi juga oleh anak-anak yang seharusnya dilindungi dari tekanan tersebut.

Hingga saat ini, kedua pihak belum menunjukkan tanda-tanda akan bertemu untuk membahas persoalan ini secara langsung. Komnas Anak menyatakan akan terus memantau perkembangan kasus ini, terutama untuk memastikan hak-hak anak tetap terjaga. Ruben Onsu, di sisi lain, menegaskan akan tetap mengambil langkah yang dianggapnya terbaik bagi anak-anaknya dan meminta agar polemik yang berkembang saat ini segera dihentikan.

Publik pun diharapkan tidak terus memperbesar persoalan ini. Sebab, sebagaimana ditegaskan lembaga perlindungan anak, yang paling berkepentingan dalam perkara ini bukanlah siapa yang menang dalam perdebatan, melainkan bagaimana anak-anak dapat tumbuh dalam lingkungan yang aman dan terlindungi dari konflik orang tuanya.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Anisa Permata

Penulis yang mendalami isu sosial, pendidikan, dan kebijakan publik.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter