15, 2026
Nasional

KPK Sita Rp1 Miliar dalam OTT Bupati Klaten, Total 20 Orang Ditangkap

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2024/07/16/66966dc8948dc-ilustrasi-komisi-pemberantasan-korupsi-kpk_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Arief Pratama
Arief Pratama Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

KPK Sita Rp1 Miliar dalam OTT Bupati Klaten, Total 20 Orang Ditangkap

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menunjukkan keberanian dalam memberantas praktik korupsi di lingkungan pemerintahan daerah. Kali ini, operasi tangkap tangan (OTT) dilakukan terhadap Bupati Klaten, Sri Mulyani beserta 19 orang lainnya dalam kasus dugaan suap terkait pengadaan lahan untuk pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nguter. Dalam operasi tersebut, KPK berhasil menyita uang tunai sebesar Rp1 miliar.

Operasi Tangkap Tangan yang Mengagetkan

Operasi yang dilakukan pada Rabu (15/7/2024) ini berlangsung cukup mengagetkan bagi para tersangka. Tim KPK melakukan penangkapan secara bersamaan di beberapa lokasi, termasuk di kantor Bupati Klaten dan rumah dinas Bupati. Selain Bupati Sri Mulyani, KPK juga menangkap Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), serta sejumlah pejabat terkait lainnya.

Ketua KPK, Firli Bahuri, mengatakan bahwa operasi ini dilakukan setelah pihaknya mendapat laporan adanya praktik suap dalam pengadaan lahan untuk pembangunan RSUD Nguter. Menurutnya, tersangka Bupati Klaten diduga menerima suap sebesar Rp1 miliar dari seorang pengusaha kontraktor yang menjadi pemenang tender proyek tersebut.

Modus Korupsi dalam Pengadaan Lahan RSUD

Penyelidikan KPK menunjukkan bahwa modus korupsi dalam kasus ini terjadi pada tahap pengadaan lahan untuk pembangunan RSUD Nguter. Diduga, Bupati Klatani bersama rekan-rekannya telah memanipulasi proses pengadaan lahan agar kontraktor tertentu memenangkan tender.

"Kita temukan adanya aliran dana mencurigakan dari kontraktor kepada pejabat terkait. Uang tersebut diduga sebagai imbalan atas penyediaan fasilitas dalam proses pengadaan lahan," ujar Juru Bicara KPK, Febri Diansyah dalam konferensi pers usai operasi.

Dalam operasi ini, KPK juga menyita berbagai bukti lainnya termasuk dokumen-dokumen penting yang menghubungkan tersangka dengan praktik korupsi tersebut. Selain itu, tim juga menyita handphone dan laptop milik tersangka yang didalamnya terdapat komunikasi terkait kasus ini.

Reaksi dari Berbagai Pihak

Penangkapan Bupati Klaten ini langsung menuai berbagai reaksi dari berbagai pihak. Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, menyatakan dukungannya penuh terhadap tindakan KPK dalam memberantas korupsi.

"Kita harus bersama-sama mendukung upaya KPK dalam memberantas korupsi. Tidak ada yang boleh dikecualikan, termasuk pejabat tinggi daerah," ujar Ganjar singkat.

Sementara itu, fraksi-fraksi di DPRD Klaten juga menyatakan siap mendukung langkah KPK. Mereka berjanji akan melakukan pengawasan ketat terhadap setiap proses pengadaan barang dan jasa di daerah untuk mencegah praktik serupa.

Kasus Ini Menunjukkan Komitmen KPK

OT ini menunjukkan komitmen KPK dalam memberantas korupsi tanpa pandang bulu. Sejak awal tahun ini, KPK telah menangkap puluhan pejabat tinggi baik di tingkat pusat maupun daerah dalam berbagai kasus korupsi.

"KPK akan terus bergerak untuk membersihkan aparatur sipil negara dari praktik korupsi. Tidak ada yang bisa menghalangi kami dalam memberantas praktik yang merugikan negara dan rakyat ini," tegas Febri Diansyah.

Kronologi Lengkap Penangkapan

Penangkapan dimulai sekitar pukul 09.00 WIB di kantor Bupati Klaten. Tim KPK yang terdiri dari puluhan personel langsung melakukan penggeledahan di ruangan kerja Bupati Sri Mulyani. Di lokasi itu, tim KPK menemukan uang tunai sebesar Rp1 miliar yang disimpan dalam karung.

"Uang tersebut ditemukan di dalam lemari besi di ruangan bupati. Diduga merupakan hasil suap dari kontraktor yang memenangkan tender proyek RSUD Nguter," jelas Febri.

Setelah menangkap Bupati Sri Mulyani, tim KPK kemudian melanjutkan operasi ke beberapa lokasi lainnya. Di Kepala Dinas Kesehatan, tim menemukan sejumlah dokumen yang diduga palsu. Sementara itu, di rumah dinas Bupati, tim menemukan uang tunai senilai Rp500 juta.

Tersangka Diduga Terlibat Jaringan Korupsi

Dari pengakapan para tersangka, KPK menduga bahwa praktik korupsi ini tidak dilakukan sendiri oleh Bupati Sri Mulyani, melainkan melibatkan jaringan yang lebih luas. Diduga ada pejabat di tingkat provinsi yang terlibat dalam kasus ini.

"Kita masih melakukan pengembangan terkait jaringan ini. Ada indikasi bahwa praktik korupsi ini sudah berlangsung cukup lama melibatkan beberapa pejabat tinggi," ujar Febri.

Saat ini, semua tersangka telah dibawa ke kantor KPK untuk dilakukan pemeriksaan intensif. KPK juga telah mengamankan tempat-tempat yang diduga sebagai gudang penyimpanan uang hasil korupsi.

Upaya Pencegahan Korupsi di Pemerintahan Daerah

Kasus ini menunjukkan bahwa korupsi di pemerintahan daerah masih menjadi masalah serius yang perlu diperhatikan. KPK bersama lembaga terkait perlu melakukan upaya preventif untuk mencegah praktik serupa.

"Selain penindakan, kita juga perlu memperkuat sistem pengendalian internal di setiap daerah. Serta, meningkatkan integritas aparatur sipil negara melalui pembinaan dan pelatihan," ujar Febri.

Pemerintah pusat juga diimbau untuk memberikan keleluasaan bagi KPK dalam melakukan tugasnya. Dukungan penuh dari semua pihak diperlukan untuk memberantas korupsi di Indonesia.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Arief Pratama

Peneliti muda yang tertarik pada data, inflasi, dan daya beli masyarakat.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter