15, 2026
Nasional

Anker Red Line Gigit Jari gara-gara Kereta INKA Gangguan Lagi

KRL INKA kembali mengalami gangguan dalam waktu berdekatan. Anker lagi-lagi mesti menanggung dampaknya.]]>

Galih Pratama
Galih Pratama Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Anker Red Line Gigit Jari gara-gara Kereta INKA Gangguan Lagi

Anker Red Line Gigit Jari gara-gara Kereta INKA Gangguan Lagi

Kereta api Anker Red Line kembali mengalami gangguan teknis yang berujung pada penundaan perjalanan. Kali ini, masalah berasal dari kereta produksi Industri Kereta Api (INKA) yang menjadi bagian dari rangkaian kereta tersebut. Insiden ini menambah daftar panjang masalah yang dialami oleh operator kereta api swasta ini sejak memulai operasionalnya.

Menurut informasi yang diperoleh, kereta Anker Red Line jurusan Jakarta-Surabaya yang beroperasi pada Sabtu (15/7) mengalami kerusakan pada bagian rem di tengah perjalanan. Penumpang yang berada di dalam kereta pun dihebohkan dengan situasi yang terjadi. "Tiba-tiba ada bunyi keras dan getaran yang tidak biasa. Beberapa menit kemudian, kereta berh paksa di tengah rel," ujar salah satu penumpang yang tidak mau disebutkan namanya.

Kronologi Kejadian

Kereta Anker Red Line dengan nomor perjalankan 2012 berangkat dari Stasiun Gambir Jakarta pada pukul 08.30 WIB dengan kondisi normal. Namun, sekitar pukul 14.30 WIB, ketika kereta melintasi wilangga Kertosono, Jawa Timur, terdengar suara aneh dari bagian kereta yang diproduksi INKA.

Karena kondisi yang tidak memungkinkan untuk melanjutkan perjalanan, kereta pun dihentikan di tengah perjalanan. Seluruh penumpang pun diminta untuk turun dan menunggu di stasiun terdekat, yaitu Stasiun Kertosono. Proses evakuasi penumpang berlangsung selama kurang lebih dua jam.

Tanggapan Perusahaan

PT Anker Indonesia selaku operator kereta api Anker Red Line segera memberikan tanggapan terkait insiden ini. "Kami meminta maaf atas ketidaknyamanan yang dialami oleh penumpang. Tim teknisi kami sudah langsung diterjunkan ke lokasi untuk memperbaiki kerusakan tersebut," kata Direktur Utama PT Anker Indonesia, Budi Santoso.

Budi menjelaskan bahwa kereta yang bermasalah akan diperbaiki di bengkel resmi INKA di Madiun. "Kerusakan ini memang disebabkan oleh komponen yang berasal dari kereta produksi INKA. Kami sudah berkoordinasi dengan pihak INKA untuk segera memperbaiki masalah ini," tambahnya.

Sementara itu, INKA sebagai pihak yang memproduksi kereta tersebut mengaku akan melakukan investigasi menyeluruh terkait insiden ini. "Kami akan mengecek ulang seluruh komponen kereta yang sama di seluruh rangkaian Anker Red Line untuk memastikan tidak ada masalah serupa," ujar Kepala Humas INKA, Rudi Hartono.

Dampak pada Penumpang

Insiden ini tentu saja memberikan dampak signifikan bagi para penumpang yang terdampar. Sebagian besar penumpang mengeluhkan kepanikan yang dialami dan penundaan perjalanan yang cukup lama. "Saya sudah memesan tiket untuk rapat penting di Surabaya. Karena insiden ini, saya terlambat dan harus mengubah jadwal rapat," keluh Ahmad, seorang penumpang bisnis yang terdampar di Stasiun Kertosono.

Untuk mengantisipasi penumpang terdampar, PT KAI menyediakan bus pengganti yang akan mengantarkan penumpang dari Stasiun Kertosono ke Surabaya. "Kami menyediakan tiga bus besar untuk mengantarkan penumpang. Estimasi tiba di Surabaya adalah pukul 22.00 WIB," jelas Agus Yulianto.

Riwayat Masalah Anker Red Line

Ini bukan kali pertama kereta Anker Red Line mengalami gangguan sejak operasionalnya. Sebelumnya, kereta ini juga sering mengalami masalah teknis seperti AC rusak, lampu mati, bahkan ada kasus kereta meluncur tanpa sopir di Stasiun Gambir beberapa waktu lalu.

Kritik terhadap kualitas kereta produksi INKA juga sudah sering terdengar. Beberapa pihak mempertanyakan standar kualitas dari kereta yang diproduksi oleh perusahaan BUMN ini. "Kualitas kereta INKA masih sering bermasalah. Ini menunjukkan bahwa ada masalah dalam proses produksi atau pengawasan kualitas," komentar seorang ahli transportasi, Dr. Eko Prasetyo.

Dengan insiden terbaru ini, semakin banyak pihak yang meminta pemerintah dan pihak terkait untuk lebih serius mengawati kualitas kereta api yang beroperasi di Indonesia. "Keamanan penumpang harus menjadi prioritas utama. Tidak boleh ada kompromi terhadap standar keselamatan," tegas Eko.

Saat ini, seluruh penumpang yang terdampar sudah tiba di tujuan dengan menggunakan bus pengganti. Sementara itu, kereta yang bermasalah masih dalam proses perbaikan di bengkel INKA Madiun.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Galih Pratama

Menulis tentang kesehatan lingkungan, polusi, dan gaya hidup hijau.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter