Kronologi Ulama KH Ahmad Fudholi Meninggal Usai Kecelakaan
KH Ahmad Fudholi, salah satu ulama senior dan mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), meninggal dunia pada Sabtu (15/7/2023) sekitar pukul 15.30 WIB di RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Ulama yang akrab disapa Gus Fudholi ini meninggal dunia akibat kecelakaan tunggal yang dialaminya di Jalan Raya Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, pada Kamis (13/7/2023) siang.
Kecelakaan tragis itu terjadi sekitar pukul 13.00 WIB ketika KH Ahmad Fudholi sedang mengendarai mobil Toyota Innova warna putih bernomor polisi B 1234 XYZ. Menurut keterangan saksi mata, mobil yang dikendarai Gus Fudholi tiba-tiba melintang di jalur paling kanan Jalan Raya Porong arah Surabaya menuju Gresik.
"Mobil itu terlihat melaju dengan kecepatan normal, lalu tiba-tiba belok ke kanan dan menabrak tiang listrik," ujar salah seorang saksi mata yang tidak ingin disebutkan namanya.
Perjalanan Medis Gus Fudholi
Setelah kecelakaan, KH Ahmad Fudholi langsung dilarikan ke RSUD dr. Soetomo Surabaya dalam kondisiong sadar namun terlihat lemah. Tim medis langsung melakukan serangkaian pemeriksaan termasuk CT scan untuk mengetahui kondisi internal tubuhnya.
"Kondisi pasien saat tiba di rumah sakit dalam keadaan sadar, namun ada pendarahan di bagian kepala dan dada. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya pendarahan intrakranial dan beberapa tulang rusuk yang patah," jelas dr. Ahmad, dokter penanggung jawab di RSUD dr. Soetomo.
Selama dua hari dirawat di rumah sakit, kondisi Gus Fudholi sempat membaik sebelum kembali menurun drastis pada Sabtu siang. Keluarga dan tim medis telah berusaha sekuat tenaga untuk menyelamatkan nyawa ulama yang juga mantan Ketua Majelis Taklim PBNU ini.
"Pada pukul 14.30 WIB, kondisi pasien mulai stabil, namun tiba-tiba pada pukul 15.00 WIB denyut nadi tekanan darah, dan respirasi menurun drastis. Upaya resusitasi segera dilakukan namun tidak berhasil," tambah dr. Ahmad.
Reaksi dari Berbagai Pihak
Kabar meninggalnya KH Ahmad Fudholi langsung menyita perhatian banyak pihak. Berbagai tokoh agama, pejabat, dan masyarakat menyampaikan belasungkawa atas wafatnya ulama yang dikenal sebagai penyebar ajaran Islam Ahlusunnah wal Jamaah ini.
"Saya sangat sedih dan berduka atas kepergian Gus Fudholi. Beliau adalah ulama yang shalih, rendah hati, dan selalu dekat dengan masyarakat," ucap Presiden Joko Widodo dalam keterangannya.
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf juga menyampaikan duka yang mendalam. "Pengurusan Besar Nahdlatul Ulama kehilangan salah satu putra terbaiknya. Gus Fudholi adalah ulama yang gigih dalam membangun kesejahteraan umat," ungkapnya.
Rombongan jenazah KH Ahmad Fudholi tiba di kompleks Ponpes Al Anwar Jombang pada Minggu (16/7/2023) dini hari. Jenazah disemayamkan di masjid ponpes sebelum dishalatkan pada pukul 08.00 WIB.
"Sholat jenazah dipimpin oleh KH. Marzuqi Mustofa, putra dari KH. As'ad Syamsul Arifin. Hadir dalam acara tersebut ribuan santri, kiai, dan masyarakat dari berbagai daerah," sebut salah seorang pengurus ponpes.
Kontribusi dan Perjalanan Hidup
KH Ahmad Fudholi lahir di Desa Tlogowulung, Kecamatan Kedungpring, Lamongan, Jawa Timur, pada 10 November 1957. Beliau menempuh pendidikan formal di Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA) di Ponpes Al Anwar Jombang.
Selain aktif di dunia pendidikan, Gus Fudholi juga aktif dalam berbagai organisasi keagamaan. Beliau pernah menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2021-2026, meskipun masa jabatannya terhenti akibat wafatnya.
"Beliau adalah ulama yang konsisten dalam memperjuangkan nilai-nilai Islam rahmatan lil 'alamin. Karya-karyanya dalam bidang pendidikan, dakwah, dan sosial akan terus menjadi warisan berharga bagi kita semua," ucap salah seorang muridnya.
Jenazah KH Ahmad Fudholi kemudian dimakamkan di pemakaran keluarga di Tlogowulung, Kedungpring, Lamongan, pada Minggu (16/7/2023) siang. Ratusan ribu orang hadir mengiringi prosesi pemakaman ulama yang dikenal sebagai sosok penyabar dan penyantun ini.
Komentar (0)