25, 2026
Politik

Kucurkan Rp 883 Miliar, Pemerintah Beri Diskon 30% Tiket Nataru

Rizki Setiawan
Rizki Setiawan Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Kucurkan Rp 883 Miliar, Pemerintah Beri Diskon 30% Tiket Nataru

Pemerintah mengumumkan program subsidi tiket Nataru (Natal dan Tahun Baru) sebesar 30% dengan total anggaran mencapai Rp 883 miliar. Program ini ditujukan untuk membantu masyarakat Indonesia, khususnya pekerja, mahasiswa, dan pelajar, dalam memperoleh akses transportasi yang lebih terjangkau selama musim liburan akhir tahun.

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi, dan Pengaduan Publik Kementerian Perhubungan, Adita Irawati, mengatakan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menurunkan beban masyarakat, terutama saat liburan akhir tahun yang biasanya ditandai dengan lonjakan harga tiket transportasi.

"Program subsidi ini diberikan untuk seluruh moda transportasi, termasuk pesawat, kereta api, bus, dan kapal feri. Kami berharap dengan adanya diskon 30%, masyarakat dapat merencanakan perjalanan liburan dengan lebih mudah dan hemat biaya," jelas Adita dalam konferensi pers yang diadakan pada Rabu (15/11).

Target Penerima Manfaat

Program ini dirancang khusus untuk menjangkau berbagai kalangan masyarakat. Menurut Kepala Biro Komunikasi Kementerian Perhubungan, program ini akan menguntungkan pekerja migran, mahasiswa yang pulang ke kampung halaman, serta keluarga yang berencana berkumpul selama liburan akhir tahun.

"Kami memastikan bahwa subsidi ini dapat dinikmati oleh kalangan menengah ke bawah. Sistem pemesanan dilakukan melalui platform resmi yang akan bekerja sama dengan berbagai maskapai dan penyedia jasa transportasi lainnya," tambah Adita.

Untuk pesawat, subsidi akan diberikan pada rute-rute utama yang menghubungkan Pulau Jawa dengan Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Bali. Sedangkan untuk transportasi darat dan laut, subsidi akan diterapkan pada rute-rute yang menjadi pilihan utama masyarakat saat liburan.

Mekanisme Pemesanan dan Persyaratan

Mekanisme pemesanan tiket subsidi dilakukan secara online melalui aplikasi atau website yang akan disediakan pemerintah. Calon penumpang perlu mendaftar terlebih dahulu dengan menggunakan identitas resmi yang telah diverifikasi.

Kementerian Perhubungan bekerja sama dengan 15 maskapai penerbangan nasional untuk menerapkan program ini. Maskapai-maskapai tersebut antara lain Garuda Indonesia, Batik Air, Lion Air, Citilink, dan Sriwijaya Air.

Tanggapan Publik dan Industri Transportasi

Program ini mendapatkan respons positif dari berbagai kalangan. Banyak warga yang menyambut baik adanya subsidi ini karena dianggap dapat membantu mengurangi beban biaya perjalanan saat liburan.

"Sangat membantu sekali bagi kami yang ingin pulang ke kampung halaman tapi terkendala biaya tiket pesawat yang mahal. Harapan saya program ini berjalan lancar dan tidak ada kesalahan dalam sistem pemesanan," ujar Ahmad, seorang pekerja di Jakarta yang berasal dari Palembang.

Sementara itu, asosiasi industri transportasi juga memberikan dukungan terhadap program ini. Ketua Asosiasi Maskapai Indonesia (IAS)PUdin Hasan mengatakan bahwa pihaknya siap mendukung penuh program ini demi keberlanjutan industri transportasi nasional.

"Kami bersedia membantu pemerintah dalam menjalankan program ini. Namun, kami berharap agar subsidi ini tidak menimbulkan distorsi harga di pasar dan tidak merugikan pihak maskapai dalam jangka panjang," tutur Udin.

Monitoring dan Evaluasi

Kementerian Perhubungan mengaku akan melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala untuk memastikan program berjalan sesuai rencana. Tim khusus akan dibentuk untuk mengawasi pelaksanaan program dan menangani keluhan masyarakat.

Program subsidi tiket Nataru ini dijadwalkan berlangsung mulai 15 Desember 2023 hingga 2 Januari 2024. Pemerintah berencana akan mengevaluasi efektivitas program ini setelah selesai berlangsung untuk menentukan apakah akan diulang pada tahun-tahun mendatang.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Rizki Setiawan

Pemerhati energi dan transisi hijau di kawasan Asia Tenggara.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter