30, 2026
Nasional

Lahan Terbatas Bukan Halangan, PNM Ajak Nasabah Mekaar Kembangkan Pertanian Urban

Lestari Saputra
Lestari Saputra Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Lahan Terbatas Bukan Halangan, PNM Ajak Nasabah Mekaar Kembangkan Pertanian Urban

Dalam upaya mendukung pemerintah dalam program ketahanan pangan, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (PNM) melalui program PNM Mekaar terus mendorong nasabah untuk terlibat dalam usaha pertanian urban. Meskipun lahan yang tersedia semakin terbatas, PNM melihat peluang besar dalam pengembangan pertanian di area perkotaan sebagai solusi inovatif untuk meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat.

Pertanian Urban sebagai Solusi Inovatif

Pertanian urban merupakan konsep budidaya tanaman atau hewan di area perkotaan dengan memanfaatkan lahan yang terbatas, seperti halaman rumah, atap gedung, atau bahkan menggunakan sistem vertikal. PNM melihat potensi besar dalam bidang ini karena selain dapat memenuhi kebutuhan pangan lokal, juga memberikan peluang usaha bagi masyarakat perkotaan yang memiliki passion di bidang pertanian namun terbatas lahan.

"Keterbatasan lahan bukan lagi menjadi penghalang bagi masyarakat yang ingin berkecimpung di dunia pertanian. Dengan teknologi dan inovasi yang ada, lahan terbatas dapat dimanfaatkan secara optimal," ujar Direktur Bisnis PNM Mekaar, Rina Melati dalam sebuah diskusi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) beberapa waktu lalu.

PNM Mekaar Mendukung Nasabah dengan Modal dan Pembinaan

Sebagai salah satu penyedia pembiayaan terdepan untuk UMKM di Indonesia, PNM Mekaar secara konsisten memberikan dukungan bagi nasabah yang tertarik mengembangkan usaha pertanian urban. Dukungan tersebut tidak hanya berupa pembiayaan melalui produk kredit, tetapi juga meliputi pembinaan teknis dan pengembangan ketrampilan.

"Kami menyediakan fasilitas kredit dengan skema khusus untuk usaha pertanian urban. Selain itu, kami juga bekerja sama dengan para ahli pertanian untuk memberikan pelatihan kepada nasabah, mulai dari pemilihan benih, teknik budidaya, hingga pemasaran hasil panen," jelas Rina.

Contoh Sukses dari Nasabah PNM Mekaar

Banyak nasabah PNM Mekaar yang telah berhasil mengembangkan usaha pertanian urban dengan hasil yang memuaskan. Salah satunya adalah Siti Aminah, sepreneur di Jakarta yang mengembangkan usaha tanaman hidroponik di halaman belakang rumahnya. Dengan modal awal Rp 5 juta dari PNM Mekaar, Siti berhasil mengembangkan usahanya hingga mampu menghasilkan sayuran segar setiap minggu untuk dijual di pasar sekitar.

"Awalnya saya ragu karena lahan yang terbatas, tapi setika mendapat bimbingan dari PNM Mekaar dan ahli pertanian, saya jadi percaya diri. Sekarang usaha hidroponik saya mampu memberikan pendapatan tambahan yang signifikan bagi keluarga," cerita Siti.

Contoh lain datang dari Ahmad Fauzi, seorang nasabah di Bandung yang mengembangkan pertanian vertikal di atap apartemennya. Dengan bantuan PNM Mekaar, Ahmad berhasil mencipta taman vertikal yang menghasilkan berbagai jenis sayuran dan rempah-rempah yang laku keras di kalangan masyarakat kota.

Tantangan dan Peluang di Masa Depan

Meskipun prospeknya cerah, pengembangan pertanian urban juga menghadapi berbagai tantangan. Antara lain adalah kesulitan akses air bersih, kendala teknis dalam sistem penanaman vertikal, serta persaingan harga dengan produk pertanian konvensional. Namun, PNM optimis bahwa tantangan ini dapat diatasi dengan dukungan yang tepat.

"Kami akan terus berinovasi dalam memberikan solusi bagi nasabah. Mulai dari pengembangan produk hibah, kerjasama dengan pemerintah daerah dalam program pertanian urban, hingga digitalisasi untuk memudahkan akses pasar bagi hasil pertanian urban," tambah Rina.

Dampak Positif bagi Ketahanan Pangan

Pengembangan pertanian urban melalui program PNM Mekaar diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi ketahanan pangan di Indonesia. Dengan semakin banyaknya masyarakat yang terlibat dalam usaha ini, produksi pangan lokal dapat ditingkatkan, sehingga mengurangi ketergantungan pada impor.

"Setiap rumah tangga yang mampu memproduksi pangan sendiri akan berkontribusi signifikan terhadap ketahanan pangan nasional. Selain itu, ini juga menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," jelas Rina menutup pembicaraannya.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Lestari Saputra

Pemerhati energi dan transisi hijau di kawasan Asia Tenggara.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter