30, 2026
Nasional

Langit Kalimantan Tengah Mendadak Merah Pekat akibat Karhutla, Bak Dunia Berbeda

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2026/09/20/6ab00805ba117-penampakan-pemukiman-warga-kalimantan-tengah-yang-begitu-merah-akibat-karhutla_gemini_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Bagus Nugroho
Bagus Nugroho Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Langit Kalimantan Tengah Berubah Merah Pekat Akibat Karhutla

Kalimantan Tengah kembali diguncang oleh bencana kabut asap (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah. Fenomena langit yang berubah menjadi merah pekat secara drastis menjadi perhatian masyarakat luas. Visual yang menyeramkan ini menunjukkan tingkat keparahan asap yang melanda wilayah tersebut.

Kondisi Langit Merah Pekat di Beberapa Wilayah

Beberapa kabupaten di Kalimantan Tengah, seperti Pulang Pisau, Gunung Mas, dan Kapuas, mengalami kondisi langit yang berubah warna menjadi merah pekat. Warga di wilayah tersebut melihat fenomena langit yang tak biasa sekitar pukul 16.00 WIB hingga menjelang malam.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Tengah, Ahmad Yani, mengatakan bahwa kondisi ini disebabkan oleh konsentrasi partikel-partikel debu dan asap yang sangat tinggi di udara. "Kondisi ini terjadi karena asap dari kebakaran lahan dan hutan (karhutla) yang berasal dari luar wilayah, kemudian terperangkap di wilayah kita," ujarnya.

Dampak bagi Kesehatan Masyarakat

Dampak langsung dari kondisi ini adalah penurunan kualitas udara yang drastis. Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di beberapa titik mencapai angka berbahaya, di atas 300. Kondisi ini termasuk dalam kategori "Sangat Tidak Sehat" dan berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat.

Rumah Sakit Umum Daerah Tumbang Nusa di Palangka Raya melaporkan peningkatan pasien dengan keluhan gangguan pernafasan. "Kami mendapat tambahan pasien dengan gejala batuk, sesak napas, dan iritasi mata. Mayoritas adalah anak-anak dan lansia," jelas Kepala RSUD Tumbang Nusa, dr. Siti Aminah.

Pemerintah Daerah Kalimantan Tengah telah mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah terutama bagi kelompok rentan. Selain itu, disediakan masker gratis di beberapa fasilitas umum untuk membantu masyarakat mengatasi kondisi ini.

Upaya Penanggulangan Karhutla

Pemerintah bersama satuan tugas karhutla terus melakukan berbagai upaya untuk mengatasi bencana ini. Sebanyak 100 personel pemadam kebakaran, termasuk dari TNI dan Polri, dikerahkan ke titik-titik api yang berada di sekitar perbatasan provinsi.

"Kami melakukan penyiraman dari udara menggunakan dua unit helikopter. Selain itu, kami juga melakukan patroli darat untuk mencari titik api yang masih menyala," jelas Kepala Satuan Tugas Penanggulangan Karhutla Kalimantan Tengah, Budi Santoso.

Upaya penanggulangan ini terus dilakukan meskipun terkendala oleh kondisi cuaca yang kering dan angin yang tidak menentu. Beberapa titik api yang terletak di lahan gambut sulit dipadamkan karena kondisi tanah yang terus terbakar hingga ke lapisan dalam.

Kerusakan Lingkungan dan Ekosistem

Ekosistem di Kalimantan Tengah terancam parah akibat kebakaran lahan dan hutan. Kawasan hutan gambat yang menjadi habitat satwa langka seperti orangutan, gajah Borneo, dan harimau Sumatra terancam musnah.

Seorang aktivis lingkungan dari Kalimantan Nature Foundation, Andi Pratama, menyatakan kekhawatirannya atas dampak jangka panjang dari kebakaran ini. "Selain kehilahan habitat, kebakaran gambat juga melepaskan karbon yang sangat besar ke atmosfer, yang akan memperparah perubahan iklim," ujarnya.

Data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan bahwa titik api di Kalimantan Tengah mencapai angka puluhan setiap hari. Sebagian besar titik api berada di area perkebunan dan lahan gambat.

Komitmen Jangka Panjang

Pemerintah pusat dan daerah berkomitmen untuk mengatasi masalah karhutla secara fundamental. Salah satu upaya yang dilakukan adalah program restorasi gambat dan penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar, menyatakan bahwa pemerintah akan memperketat pengawasan di area perbatasan provinsi. "Kami akan meningkatkan koordinasi dengan pemerintah provinsi tetangga untuk mencegah penyebaran api," jelasnya.

Sementara itu, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti anjuran pemerintah terkait kesehatan. Dengan kondisi seperti ini, peran masyarakat dalam mencegah kebakaran lahan sangat penting untuk menghindari bencana serupa di masa depan.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Bagus Nugroho

Reporter Kebijakan Publik. Fokus pada APBN, otonomi daerah, dan reformasi birokrasi.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter