Lansia di Garut Tewas Dibunuh Pria Mabuk, Kepala Dihantam Bongkahan Batu
Seorang lansia di Garut, Jawa Barat, ditemukan tewas dengan luka mematikan di kepalanya diduga akibat ditusuk bongkahan batu oleh seorang pria dalam kondisi mabuk. Kejadian tragis ini terjadi di wilayah Kecamatan Tarogong Kidul, Garut, dan telah mengejutkan warga setempat.
Korban bernama H. A. (65), seorang warga Desa Cisarua, Kecamatan Tarogong Kidul, Garut. Menurut informasi yang dihimpun, korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di halaman rumahnya pada Rabu (15/3) pagi. Tubuh korban terbaring di luar rumah dengan luka memar di bagian kepala yang diduga akibat ditusuk bongkahan batu.
Kasat Reskrim Polresta Garut AKBP A. S. menjelaskan bahwa penemuan mayat korban dilakukan oleh tetangga korban. "Warga sekitar melihat korban terbaring di halaman rumah dalam kondisi tidak bergerak. Setelah didekati, ternyata korban sudah tidak bernyawa," ujarnya.
Tim medis dari Puskesmas Tarogong Kidul yang datang ke lokasi menduga korban telah meninggal dunia sekitar 10 jam sebelum ditemukan. "Ada luka memar di bagian kepala korban yang diduga akibat ditusuk bongkahan batu. Tidak ada luka lain yang terlihat pada tubuh korban," kata sepetugas medis.
Penangkapan Pelaku
Setelah melakukan penyelidikan, tim gabungan dari Polresta Garut berhasil mengamankan seorang pria yang diduga sebagai pelaku pembunuhan. Pelaku bernama R. (42), seorang warga di Kecamatan Tarogong Kidul, Garut, yang merupakan tetangga korban.
Menurut keterangan Kapolsek Tarogong Kidul, AKP B. S., pelaku diamankan pada Kamis (16/3) siang di rumahnya. "Pelaku diamankan setelah kita mendapat keterangan dari beberapa saksi mata yang melihat kejadian pada Rabu malam. Pelaku dalam kondisi mabuk saat melakukan aksinya," kata B. S.
Menurut keterangan saksi mata, pada Rabu malam sekitar pukul 22.00 WIB, pelaku terlihat mabuk dan mendatangi rumah korban. "Pelaku datang dalam kondisi mabuk dan mulai mengamuk di halaman rumah korban. Tiba-tiba pelau mengambil bongkahan batu dan menyerang korban yang sedang duduk di teras rumah," ujar seorang saksi mata yang tidak ingin disebutkan namanya.
Motif Pembunuhan
Dalam pengakapannya, pelaku mengaku melakukan pembunuhan karena mengalami amnesia akibat minuman keras. "Saat itu saya sudah sangat mabuk dan tidak ingat apa-apa. Saya hanya ingat melihat korban di teras rumah dan saya marah-marah," ujar pelaku saat diperiksa polisi.
Namun, polisi masih menyelidiki lebih jauh motif di balik perbuatan pelaku. "Kami masih memeriksa apakah ada motif lain di balik perbuatan pelaku. Saat ini pelaku sedang menjalani pemeriksaan intensif," ujar AKBP A. S.
Polisi juga menyita barang bukti berupa bongkahan batu yang didunakan sebagai senjata pembunuhan. Selain itu, polisi juga menyita botol minuman keras kosong di rumah pelaku yang diduga menjadi pemicu peristiwa tragis ini.
Kondisi Sosial di Lokasi
Kecamatan Tarogong Kidul merupakan salah satu wilayah di Garut yang memiliki tingkat kekerasan dalam rumah tangga dan konflik sosial yang relatif tinggi. Beberapa kasus serupa pernah terjadi di wilayah ini, terutama yang melibatkan pelaku dalam kondisi mabuk.
Kepala Desa Cisarua, H. R. S., mengaku prihatin dengan kejadian ini. "Kami sudah berupaya untuk membangun kesadaran masyarakat tentang bahaya minuman keras, namun masih ada warga yang melanggar harapan ini," ujarnya.
Pemerintah Daerah Garut berencana untuk mengadakan sosialisasi khusus tentang bahaya minuman keras di wilayah ini. "Kami akan bekerja sama dengan aparat keamanan untuk memberantas peredaran minuman keras ilegal dan memberikan edukasi kepada masyarakat," kata Kepala Dinas Sosial Garut.
Sementara itu, jenazah korban telah diserahkan kepada keluarga untuk dilakukan pemakaman sesuai dengan adat istiadat setempat. "Kami mohon maaf atas kejadian yang menimpa keluarga korban. Semoga ini menjadi pelajaran bagi kita semua untuk tidak mengulangi perbuatan serupa," kata Kepala Desa Cisarua.
Komentar (0)