Ledakan di Pasar Cimanggis Berasal dari Ruang Pematangan Pisang
Kejadian mencekam terjadi di Pasar Cimanggis, Kota Depok, Jawa Barat, pada Rabu (15/3) siang. Ledakan dahsyat mengguncang area pasar, menewaskan dua orang dan melukai puluhan lainnya. Setelah investigasi awal oleh aparat kepolisian dan pemadam kebakaran, diketahui bahwa ledakan tersebut berasal dari ruang pematangan pisang di dalam pasar tersebut.
Kepala Polres Metro Depok Komisaris Besar Polisi Andi Wisnuwardana mengungkapkan bahwa ledakan terjadi sekitar pukul 13.30 WIB. "Kita mendapat laporan dari warga bahwa terdengar suara ledakan keras yang berasal dari Pasar Cimanggis. Tim kita segera turun ke lokasi untuk melakukan evakuasi dan penyelidikan," ujarnya dalam konferensi pers di lokasi kejadian.
Menurut Andi, ledakan tersebut mengakibatkan dua korban tewas di tempat dan 32 orang luka-luka. "Korban luka-luka sudah kita evakuasi ke beberapa rumah sakit terdekat, RSUD Depok, RS Hermina, dan RS Bunda Menteng. Beberapa kondisi masih kritis, jadi kita waspadai ada kenaikan korban," jelasnya.
Penyelidungan Sementara
Dari hasil penyelidungan sementara, polisi menduga ledakan berasal dari ruang pematangan pisang yang terletak di bagian belakang pasar. "Di ruangan tersebut kita menemukan tabung gas LPG yang sudah rusak dan tanda-tanda terjadi kebocoran. Kemungkinan besar gas yang bocor menumpuk dan bersentuhan dengan sumber api sehingga menimbulkan ledakan," papar Andi.
Saksi mata, Budi (45), penjual sayur di dekat lokasi ledakan, mengungkapkan bahwa sebelum ledakan terjadi, ia mencium aroma tajam yang menyerupai gas. "Aduh, tadi siang saya sudah mencium aroma aneh, kayak gas. Tapi saya pikir itu biasa saja karena di sini banyak pedagang yang menggunakan kompor gas. Tapi beberapa menit kemudian, terdengar ledakan yang sangat keras," ceritanya sambil masih terlihat syok.
Kepala Dinas Perdagangan dan Pasar Kota Depok, Ahmad Fauzi, mengatakan bahwa pihaknya sedang mengumpulkan data pedagang yang terdampak akibat ledakan. "Kami sudah menginstruksikan petugas pasar untuk membantu para pedagang yang menjadi korban. Selain itu, kami juga akan memberikan bantuan sementara untuk mereka yang kiosnya rusak akibat ledakan," ujarnya.
Korban dan Bantuan
Dari data yang diperoleh, dua korban tewas telah diidentifikasi sebagai Ahmad (50), penjual ikan, dan Siti (42), penjual sayuran. Keduanya tewas di tempat akibat luka serius yang diderita akibat ledakan dan amukan debu pasca ledakan.
Sementara itu, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, yang tiba di lokasi sekitar pukul 15.00 WIB, menyampaikan duka cita atas musibah yang menimpa warga Depok. "Saya menyampaikan duka cita yang mendalam atas korban jiwa dan luka-luka akibat ledakan di Pasar Cimanggis. Pemerintah provinsi siap membantu dalam proses pemulihan," ujarnya.
Ridwan juga meminta agar seluruh pasar di wilayah Jawa Barat untuk melakukan pemeriksaan keamanan secara menyeluruh. "Kami akan meminta seluruh pengelola pasar untuk melakukan audit keamanan, khususnya terkait penggunaan gas LPG dan alat-alat berbahaya lainnya. Keselamatan para pedagang dan pengunjung adalah prioritas utama," tambahnya.
Kepala BPBD Kota Depok, Eka Wijaya, mengatakan timnya sudah menyiapkan tenda darurat untuk para korban yang kehilangan tempat usaha. "Kami juga memberikan bantuan sembako dan alat kesehatan. Untuk sementara, para pedagang bisa berjualan di area sekitar pasar yang tidak terdampak ledakan," jelasnya.
Investigasi Lanjutan
Kepala Satuan Reskrim Polres Metro Depok, Komisaris Polisi Hendra, mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui secara pasti penyebab ledakan tersebut. "Kita masih mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi dan melakukan olah TKP. Kami juga akan memeriksa kelayakan tabung gas yang diduga meledak," ujarnya.
Hendra menambahkan bahwa pihaknya akan meminta bantuan dari pihak terkait untuk melakukan analisis forensik terhadap sampel-sampel yang ditemukan di lokasi kejadian. "Kita ingin memastikan apakah benar ledakan disebabkan oleh kebocoran gas LPG atau ada faktor lain yang ikut terlibat," pungkasnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Depok, Imam Budi Hartono, mengumumkan bahwa pemerintah kota akan menutup sementara Pasar Cimanggis untuk proses investigasi dan pemulihan. "Kami akan memastikan seluruh area aman sebelum kembali dibuka untuk aktivitas perdagangan. Untuk sementara, para pedagang bisa berjualan di pasar-pasar terdekat yang masih beroperasi normal," jelasnya.
Musibah ini menunjukkan pentingnya kesadaran akan keamanan dalam penggunaan gas LPG, terutama di area yang padat dengan aktivitas manusia seperti pasar. Pemerintah diharapkan dapat mengambil langkah-langkah preventif untuk menghindari kejadian serupa di masa depan.
Komentar (0)