15, 2026
Nasional

Asap Karhutla Terasa di Singapura-Malaysia, BNPB Gencarkan Modifikasi Cuaca

BNPB mengatasi Karhutla di Indonesia yang berdampak hingga negara tetangga. Langkah terpadu dilakukan untuk memadamkan api dan mencegah asap.]]>

Taufik Syahputra
Taufik Syahputra Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Asap Karhutla Terasa di Singapura-Malaysia, BNPB Gencarkan Modifikasi Cuaca

Asap Karhutla Terasa di Singapura-Malaysia, BNPB Gencarkan Modifikasi Cuaca

Asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Indonesia khususnya di Provinsi Riau dan Sumatera Utara mulai terasa di negara tetangga, Singapura dan Malaysia. Kondisi ini memicu peringatan kesehatan di kedua negara tersebut, sementara pemerintah Indonesia melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) gencarkan upaya modifikasi cuaca untuk mengatasi masalah ini.

Menurut data yang dirilis oleh BNPB, sebanyak 136 titik kebakaran hutan dan lahan terdeteksi di Provinsi Riau pada pekan ini. Dari total tersebut, 79 titik dikategorikan sebagai hotspot atau titik panas dengan potensi kebakaran tinggi. Kondisi ini berdampak langsung pada kualitas udara di sekitar wilayah tersebut maupun negara tetangga.

Kondisi Kualitas Udara di Singapura dan Malaysia

Singapura pada Rabu (15/9) melaporkan Indeks Pencemaran Udara (API) mencapai 113 di wilayah selatan, yang berada dalam kategori tidak sehat. Kementerian Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Air Singapura (MEWR) mengimbau warganya untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, dan penderita penyakit paru-paru.

Sementara itu, Malaysia juga melaporkan peningkatan indeks pencemaran udara di beberapa negara bagian. Negara bagian Johor dan Selangor tercatat memiliki Indeks Pencemaran Udara (API) di atas 100 yang masuk kategori tidak sehat. Pihak berwenang Malaysia telah mengimbau warga untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.

Upaya Pemerintah Indonesia Melalui BNPB

Dalam mengatasi masalah karhutla, BNPB bersama instansi terkait telah menggencarkan upaya modifikasi cuaca. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi BNPB Abdul Muhari mengatakan bahwa pihaknya telah mengerahkan dua pesawat untuk melakukan operasi modifikasi cuaca di wilayah Riau dan Sumatera Utara.

"Kami telah melaksanakan operasi modifikasi cuaca dengan dua pesawat di Riau dan Sumatera Utari. Tujuannya untuk menurunkan hujan guna membantu memadamkan kebakaran hutan dan lahan," ujar Abdul Muhari dalam konferensi pers secara virtual, Rabu (15/9).

Modifikasi cuaca dilakukan dengan cara menyemprotkan zat kimia yodium perak atau kalsium klorida ke awan untuk memicu turunnya hujan. Operasi ini dilakukan di area yang memiliki potensi hujan namun belum turun.

Peningkatan Kapasitas Tim Penanggulangan Kebakaran

Selain melakukan modifikasi cuaca, BNPB juga telah meningkatkan kapasitas tim penanggulangan kebakaran hutan dan lahan. Sebanyak 500 personel dari TNI/Polri, Basarnas, dan instansi terkait telah diterjunkan ke lokasi kebakaran di Riau dan Sumatera Utara.

Tim penanggulangan dilengkapi dengan peralatan modern seperti pompa air berkapasitas besar, kendaraan pemadam kebakaran, dan alat deteksi dini. Selain itu, BNPB juga telah mengaktifkan posko penanganan karhutla di tingkat provinsi dan kabupaten/kota sejak awal September.

Dampak Kebakaran Hutan dan Lahan

Kebakaran hutan dan lahan tidak hanya menimbulkan asap yang berdampak pada kualitas udara, tetapi juga mengancam keanekaragaman hayati dan mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat setempat. Luas lahan yang terbakar hingga saat ini mencapai ribuan hektare dengan kerugian diperkirakan mencapai miliaran rupiah.

Salah satu dampak signifikan dari karhutla adalah hilangnya habitat satwa liar. Beberapa satwa termasuk harimau sumatera, gajah sumatera, dan orangutan terancam kehilangan tempat hidup akibat kebakaran hutan. Selain itu, asap juga mengganggu aktivitas perikanan dan pertanian di sekitar wilayah terdampak.

Langkah Jangka Panjang untuk Pencegahan

Dalam jangka panjang, pemerintah berencana untuk mengembangkan program pencegahan kebakaran hutan dan lahan secara komprehensif. Program ini meliputi peningkatan kesadaran masyarakat, pengawasan ketat terhadap perusahaan yang beroperasi di area perhutanan, serta peningkatan teknologi deteksi dini kebakaran.

"Pencegahan karhutla membutuhkan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, serta partisipasi masyarakat dan sektor swasta. Kami akan terus mengembangkan program-program untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan di masa depan," ujar Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar.

Dengan semakin gencarnya upaya pemerintah dalam mengatasi karhutla, diharapkan kondisi asap dapat segera teratasi dan kualitas udara di wilayah terdampak serta negara tetangba dapat kembali normal. Pemerintah juga meminta dukungan dan kerja sama dari semua pihak untuk menangani masalah ini secara bersama-sama.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Taufik Syahputra

Pemerhati energi dan transisi hijau di kawasan Asia Tenggara.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter