Matheus Cunha: MU Selalu Bisa Bangkit
Penyerang Manchester United, Matheus Cunha, menyatakan keyakinannya bahwa timnya selalu memiliki kemampuan untuk bangkit dari situasi sulit. Pernyataan itu disampaikannya menyusul hasil yang diraih Setan Merah dalam laga terakhir, di mana Manchester United harus menerima kenyataan pahit setelah ditahan imbang 2-2 oleh Everton di Stadion Old Trafford, Sabtu (22/2/2026). Dua gol Manchester United dalam pertandingan tersebut dicetak oleh Bruno Fernandes melalui titik penalti dan Matthijs de Ligt, sementara Everton membalas melalui Beto dan Idrissa Gueye.
Hasil imbang itu memperpanjang catatan kurang memuaskan Manchester United di pentas Liga Primer Inggris musim ini. Meski demikian, Cunha menolak pesimistis. Pemain asal Brasil itu menegaskan bahwa klub sebesar Manchester United tidak pernah kehilangan identitasnya sebagai tim yang mampu bangkit dan bersaing di level tertinggi.
Mentalitas Bangkit di Tengah Tekanan
Menurut Cunha, Manchester United memiliki fondasi mental yang kuat untuk merespons tekanan yang datang dari berbagai pihak, baik dari kalangan penggemar maupun media. Ia menilai kritik yang muncul setelah rangkaian hasil buruk merupakan hal wajar dalam dunia sepak bola, terutama bagi klub dengan ekspektasi tinggi seperti Manchester United.
"Kami tahu tekanan itu selalu ada. Bermain untuk Manchester United berarti harus siap menghadapi kritik ketika hasilnya tidak sesuai harapan. Tetapi saya melihat bagaimana rekan-rekan saya bekerja setiap hari di sesi latihan. Mentalitas kami tidak pernah hilang. Selalu ada kepercayaan bahwa kami bisa bangkit," ujar Cunha dalam sesi wawancara dengan media klub.
Cunha menambahkan bahwa proses pemulihan performa tidak bisa terjadi secara instan. Ia menekankan pentingnya kerja keras, kedisiplinan taktik, dan kekompakan antar pemain sebagai kunci untuk keluar dari masa sulit. Menurutnya, tim yang kuat bukanlah tim yang tidak pernah kalah, melainkan tim yang mampu berdiri kembali setelah terjatuh.
Peran Penting Pemain Senior dan Pemain Muda
Dalam kesempatan itu, Cunha juga menyoroti peran pemain senior seperti Bruno Fernandes yang dianggapnya sebagai sosok penggerak di ruang ganti. Ia menilai kehadiran pemain berpengalaman membantu pemain-pemain muda tetap fokus menghadapi tekanan pertandingan, terutama ketika bermain di hadapan puluhan ribu pendukung di Old Trafford.
"Bruno selalu berbicara, selalu memberi semangat. Ada juga pemain-pemain yang sudah melalui banyak pertandingan besar. Mereka membantu kami yanglebih muda untuk tetap tenang. Saya rasa itu bagian penting dari proses bangkit yang sedang kami jalani," kata Cunha.
Selain itu, Cunha mengakui bahwa adaptasi dengan gaya bermain tim menjadi tantangan tersendiri sejak kedatangannya. Namun, ia menegaskan komitmennya untuk terus berkembang dan memberikan kontribusi maksimal bagi Manchester United, baik melalui gol maupun asis.
Fokus pada Pertandingan Selanjutnya
Ke depan, Manchester United akan menghadapi jadwal yang tidak mudah. Berbagai laga penting menanti, termasuk pertemuan dengan tim-tim yang sedang bersaing di papan atas klasemen. Cunha menilai setiap pertandingan harus dihadapi dengan pendekatan yang sama, tanpa memandang nama besar lawan.
"Kami tidak boleh melihat ke belakang terlalu lama. Hasil imbang adalah hasil yang harus diterima, tetapi pertandingan berikutnya jauh lebih penting. Kami harus fokus, bekerja lebih keras, dan memastikan saat peluang datang, kami bisa memanfaatkannya," tuturnya.
Ia juga mengajak para pendukung Manchester United untuk tetap memberikan dukungan penuh. Menurutnya, dukungan suporter memiliki peran besar dalam membangun momentum positif, khususnya saat tim bermain di kandang.
"Para penggemar adalah bagian dari kami. Kami merasakan dukungan mereka, bahkan ketika hasilnya tidak sesuai harapan. Dengan dukungan itu, kami percaya diri bahwa Manchester United selalu bisa bangkit," ujar Cunha menegaskan.
Tantangan Dipertanyakan Posisi Puncak
Di sisi lain, hasil imbang kontra Everton menempatkan Manchester United pada posisi yang belum aman dalam persaingan papan atas. Konsistensi menjadi pekerjaan rumah terbesar bagi skuad asuhan pelatih saat ini. Inkonsistensi performa membuat jarak dengan tim-tim pesaing terdekat semakin sulit dikejar.
Meski demikian, Cunha menegaskan bahwa hal itu justru menjadi motivasi tambahan untuk memperbaiki diri. Ia meyakini Manchester United masih memiliki kualitas untuk bersaing hingga akhir musim, asalkan mampu menjaga stabilitas penampilan.
"Semua orang sadar posisi kami belum ideal. Tapi tidak ada seorang pun di ruang ganti yang menyerah. Kami tahu kualitas yang kami miliki dan kami akan terus berjuang. Setiap poin akan sangat berharga sampai akhir musim," tandasnya.
Dengan sisa pertandingan yang masih panjang, pernyataan Cunha mencerminkan optimisme yang tetap dijaga di internal Manchester United. Kini, tantangan sebenarnya adalah membuktikan keyakinan tersebut melalui hasil-hasil di lapangan, sekaligus menjawab keraguan yang selama ini mengiringi perjalanan Setan Merah musim ini.
Komentar (0)