15, 2026
Teknologi

Mendagri Sebut Perbaikan RSUD-Puskesmas Terdampak Bencana Sumatera Hampir Tuntas

Mendagri Tito melaporkan pemulihan fasilitas kesehatan di Sumatera hampir tuntas. RSUD dan puskesmas beroperasi kembali, target selesai 2028.]]>

Dian Simanjuntak
Dian Simanjuntak Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Mendagri Sebut Perbaikan RSUD-Puskesmas Terdampak Bencana Sumatera Hampir Tuntas

Mendagri Sebut Perbaikan RSUD-Puskesmas Terdampak Bencana Sumatera Hampir Tuntas

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyatakan bahwa perbaikan fasilitas kesehatan di Sumatera yang terdampak bencana gempa bumi dan tsunami tahun 2018 hampir tuntas. Pernyataan ini disampaikan Mendagri saat menghadiri rapat koordinasi dengan para pejabat di provinsi terdampak, Rabu (15/11).

"Kita sudah hampir menyelesaikan perbaikan RSUD dan Puskesmas yang rusak akibat bencana di Sumatera," kata Tito Karnavian dalam sambutannya. Ia menambahkan bahwa pemerintah pusat bersama pemerintah daerah telah berkoordinasi erat untuk memulihkan sarana kesehatan di wilayah yang terkena dampak bencana.

Progres Perbaikan Sarana Kesehatan

Menurut data yang disampaikan oleh Kementerian Dalam Negeri, dari total 123 unit RSUD dan Puskesmas yang rusak akibat gempa bumi dan tsunami di Sumatera, sebanyak 118 unit telah diperbaiki. Progres perbaikan ini mencapai 95,9 persen, yang menunjukkan tingkat kelengkapan yang sangat tinggi.

"Sisanya hanya lima unit yang masih dalam tahap perbaikan akhir. Kami berharap dalam waktu dekat ini semua fasilitas kesehatan bisa beroperasi kembali dengan optimal," jelas Tito.

Fokus pada Kualitas Pelayanan

Selain fokus pada kelengkapan fisik, pemerintah juga menekankan pentingnya kualitas pelayanan kesehatan di fasilitas yang telah diperbaiki. Kementerian Kesehatan bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk melakukan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dan penyesuaian standar pelayanan sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.

"Fasilitas fisik yang bagus harus didukung dengan sumber daya manusia yang kompeten dan protokol pelayanan yang baik. Itulah yang sedang kita tekankan sekarang," ujar Tito Karnavian.

Tanggapan Bencana yang Lebih Cepat

Peristiwa gempa bumi dan tsunami di Sumatera pada 2018 menjadi pembelajar penting bagi pemerintah dalam menghadapi bencana alam. Salah satu pelajaran yang diambil adalah pentingnya respons yang lebih cepat dan koordinasi yang lebih efektif antar pemerintah pusat dan daerah.

"Kita telah memperbaiki sistem tanggap darurat bencana. Sekarang koordinasi antar kementerian/lembaga dan pemerintah daerah menjadi lebih baik. Dari pengalaman ini, kita harap bisa meningkatkan kapasitas tanggap bencana di seluruh Indonesia," tambah Mendagri.

Dampak bagi Masyarakat

Perbaikan sarana kesehatan ini diharapkan dapat meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan, terutama di daerah terpencil yang sebelumnya terisolasi akibat bencana. Dengan beroperasinya kembali RSUD dan Puskesmas, masyarakat tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dasar.

"Kami senang melihat respons positif dari masyarakat. Mereka sangat antusias dengan adanya perbaikan fasilitas kesehatan di daerahnya. Ini menunjukkan betapa pentingnya akses kesehatan yang memadai untuk kesejahteraan masyarakat," kata Tito.

Rencana Pengembangan Jangka Panjang

Selain fokus pada perbaikan pasca-bencana, pemerintah juga merencanakan pengembangan sarana kesehatan yang lebih tangguh di daerah rawan bencana. Rencana ini meliputi pembangunan infrastruktur kesehatan yang tahan gempa, serta sistem early warning yang lebih baik.

"Kita tidak hanya berfokus pada pemulihan pasca-bencana, tetapi juga persiapan untuk menghadapi bencana di masa depan. Ini adalah komitmen pemerintah dalam melindungi kesehatan dan keselamatan masyarakat," pungkas Tito Karnavian.

Partisipasi Masyarakat

Dalam pelaksanaannya, pemerintan juga melibatkan partisipasi masyarakat setempat dalam proses perbaikan dan pengembangan sarana kesehatan. Pendekatan ini dilakukan untuk memastikan bahwa kebutuhan masyarakat terpenuhi dan program berjalan sesuai dengan harapan.

"Kita melibatkan tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, dan kelompok kesehatan masyarakat dalam setiap tahapan perbaikan. Mereka yang tahu paling baik kebutuhan di daerahnya masing-masing," jelas Tito.

Tantangan yang Masih Dihadapi

Meskipun progres perbaikan sudah hampir tuntas, masih ada beberapa tantangan yang perlu diatasi. Beberapa fasilitas kesehatan yang berlokasi di daerah terpencil masih mengalami kesulitan dalam penyediaan obat-obatan dan tenaga medis yang memadai.

"Masih ada beberapa daerah yang kesulitan dalam penyediaan obat-obatan karena akses yang terbatas. Kami sedang bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan untuk menyelesaikan masalah ini," kata Tito.

Visi Kesehatan Indonesia

Perbaikan sarana kesehatan di Sumatera ini merupakan bagian dari visi pemerintah dalam mewujudkan kesehatan yang merata di seluruh Indonesia. Melalui program ini, pemerintah berkomitmen untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, terutama di daerah terpencil dan terdampak bencana.

"Kesehatan adalah hak setiap warga negara. Kita harus memastikan bahwa semua masyarakat, tidak peduli di mana tinggalnya, memiliki akses terhadap layanan kesehatan yang berkualitas," tutup Mendagri.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Dian Simanjuntak

Peneliti muda yang tertarik pada data, inflasi, dan daya beli masyarakat.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter