16, 2026
Politik

Menhut Ungkap 3 Langkah Utama Padamkan Karhutla di Taman Nasional Tanjung Puting

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2026/10/12/6accb2a148630-menteri-kehutanan-menhut-raja-juli-antoni_gemini_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Nadia Santoso
Nadia Santoso Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Menhut Ungkap 3 Langkah Utama Padamkan Karhutla di Taman Nasional Tanjung Puting

Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup (Menhut), Raja Juli Antoni, mengungkapkan tiga langkah utama yang akan dilakukan pemerintah untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah. Kebakaran yang terjadi selama beberapa pekan terakhir telah menyebabkan kerusakan lingkungan yang signifikan dan menimbulkan dampak kesehatan bagi masyarakat sekitar.

Dalam konferensi pers yang diselenggarakan di Jakarta, Menteri Raja Juli menjelaskan bahwa langkah pertama yang akan dilakukan adalah peningkatan kapasitas pemadaman kebakaran secara maksimal. "Kami akan mengerahkan seluruh sumber daya yang ada, termasuk personel dari Basarnas, TNI, Polri, dan petugas dari Kementerian Kehutanan. Tim pemadam kebakaran akan dilengkapi dengan peralatan modern untuk memastikan api dapat dikendalikan secepat mungkin," ujarnya.

Langkah Pertama: Peningkatan Kapasitas Pemadaman

Pemerintah akan menambah jumlah personel yang diterjunkan ke lokasi kebakaran. Saat ini, sekitar 500 personel telah dikerahkan, dan rencananya akan ditambah menjadi 1.000 orang dalam waktu dekat. Selain itu, akan disiapkan lebih banyak alat berat seperti excavator dan dozer untuk membuat parit tahan api serta membuang vegetasi yang mudah terbakar.

"Kami juga akan memanfaatkan teknologi seperti satelit untuk memantau perkembangan api secara real-time. Dengan demikian, kita bisa segera mengetahui titik-titik api baru dan segera memberangkatkan tim ke lokasi tersebut," tambah Menteri Raja Juli. Pemerintah juga berencana menyewa pesawat untuk melakukan water bombing di area yang sulit dijangkau darat.

Langkah Kedua: Peningkatan Koordinasi dan Sinergi Instansi

Untuk memastikan respons cepat dan efektif, pemerintah akan meningkatkan koordinasi antar-lembaga. Kementerian Kehutanan akan bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), TNI, Polri, serta pemerintah daerah setempat.

"Kami akan membentuk posko penanggulangan karhutla di Kalimantan Tengah yang akan menjadi pusat koordinasi semua kegiatan. Di sini, semua informasi akan terintegrasi dan langkah-langkah penanganan akan diselaraskan," jelas Menhut. Pemerintah daerah diminta untuk turut serta memberikan dukungan logistik dan komunikasi kepada tim yang diterjunkan.

Selain itu, pemerintah juga akan bekerja sama dengan masyarakat setempat. "Masyarakat lokal adalah mata dan telinga kita di lapangan. Mereka sering kali menjadi yang pertama mengetahui adanya kebakaran. Oleh karena itu, kami akan meminta kerja sama mereka untuk segera melaporkan adanya asap atau api mencurigakan," tambahnya.

Langkah Ketiga: Penanganan Jangka Panjang dan Pencegahan

Selah menangani darurat kebakaran, pemerintah juga fokus pada langkah-langkah pencegahan jangka panjang. Salah satu upaya yang akan dilakukan adalah peningkatan kepatuhan terhadap aturan larang bakar di lahan gambut.

"Kami akan meningkatkan patroli dan pengawasan di area-area rawan kebakaran. Kami juga akan memberikan sanksi tegas bagi pelaku pembakaran lahan secara ilegal. Selain itu, kami akan mempercepat program restorasi gambut dan penanaman kembali pohon di area yang terbakar," ujar Menhut.

Untuk mengurangi risiko kebakaran di masa depan, pemerintah juga akan membangun sistem drainase yang lebih baik di lahan gambut. "Kondisi gambut yang kering menjadi penyebab utama mudahnya terjadinya kebakaran. Dengan drainase yang baik, kita bisa menjaga kelembaban tanah dan mengurangi risiko kebakaran," jelasnya.

Menteri Raja Juli juga menegaskan bahwa pemerintah akan terus memantau situasi di Taman Nasional Tanjung Puting dan area lainnya yang berpotensi terdampak karhutla. "Kami berkomitmen untuk mengatasi masalah ini secara menyeluruh, tidak hanya memadamkan api tetapi juga mencegah kejadian serupa di masa depan," pungkasnya.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Nadia Santoso

Jurnalis ekonomi yang fokus pada kebijakan makro dan sektor keuangan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter