16, 2026
Politik

Mentrans: Kota Chongqing China Ingin Beri Beasiswa Kuliah ke Transmigran RI

Menteri Iftitah Suryanagara menjajaki kerja sama dengan Chongqing, China, untuk beasiswa transmigran dan sektor pertanian. Fokus pada kontribusi pasca-lulus.]]>

Wulan Simanjuntak
Wulan Simanjuntak Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Mentrans: Kota Chongqing China Ingin Beri Beasiswa Kuliah ke Transmigran RI

Mentrans: Kota Chongqing China Ingin Beri Beasiswa Kuliah ke Transmigran RI

Pemerintah Kota Chongqing, Tiongkok, menunjukkan minat besar untuk memberikan beasiswa kuliah bagi transmigran Indonesia yang menetap di daerah tersebut. Program ini disebut-sebut sebagai bentuk kolaborasi antara pemerintah Indonesia dan Tiongkok dalam meningkatkan kualifikasi sumber daya manusia transmigran di luar negeri.

Kepala Badan Koordinasi Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerakan Indonesia (BNP2TKI), Benny Rhamdani, mengungkapkan bahwa pihak kota Chongqing telah menyampaikan proposal kerja sama tersebut dalam pertemuan bilateral yang digelar beberapa waktu lalu. Menurut Benny, proposal tersebut mendapat sambungan positif dari pemerintah pusat Indonesia.

Program Beasiswa untuk Transmigran Indonesia di Chongqing

Program beasiswa yang ditawarkan oleh pemerintah Kota Chongqing mencakup berbagai jenjang pendidikan mulai dari diploma hingga sarjana. Beasiswa ini bersifat komprehensif, meliputi biaya kuliah, biaya hidup, serta asuransi kesehatan bagi para penerima beasiswa.

"Kita sedang memproposalkan program ini ke Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) serta Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Harapan kita program ini bisa direalisasi tahun depan," ujar Benny dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta.

Ia menjelaskan bahwa calon penerima beasiswa adalah transmigran Indonesia yang menetap di Chongqing beserta keturunannya. Para transmigran tersebut akan dipilih berdasarkan kriteria akademik dan potensi yang dimiliki.

Konteks Hubungan Bilateral Indonesia-Tiongkok

Proposal beasiswa ini muncul dalam konteks hubungan bilateral yang semakin erat antara Indonesia dan Tiongkok. Dalam beberapa tahun terakhir, kerja sama dalam berbagai bidang terus diperkuat, termasuk di sektor pendidikan dan pelatihan tenaga kerja.

Kota Chongqing sendiri telah menjadi salah satu tujuan utama transmigrasi Indonesia ke Tiongkok sejak program transmigrasi internasional dimulai. Menurut data BNP2TKI, saat ini terdapat sekitar 5.000 KK (Keluarga Kepala Keluarga) transmigran Indonesia yang menetap di Chongqing.

Para transmigran ini terdiri dari berbagai profesi, mulai dari petani, buruh pabrik, hingga wiraswasta. Mereka tersebar di beberapa kabupaten di wilayah Chongqing, seperti Fuling, Wulong, dan Changshou.

Respon dari Komunitas Transmigran

Program beasiswa ini disambut baik oleh komunitas transmigran Indonesia di Chongqing. Ketua Komunitas Transmigran Indonesia di Chongqing, Ahmad Fauzi, menyatakan bahwa program ini akan membuka peluang lebih besar bagi generasi masyarakat transmigran untuk berkembang.

"Ini kabar yang sangat menyenangkan bagi kami. Dengan adanya beasiswa ini, anak-anak transmigran bisa mendapatkan pendidikan yang lebih baik tanpa harus khawatir soal biaya. Masa depan mereka akan lebih cerah," ujar Ahmad melalui telekonferensi.

Ia menambahkan bahwa komunitas transmigran di Chongqing siap menjadi mitra pemerintah dalam mensosialisasikan program ini kepada masyarakat setempat. "Kami akan membantu proses seleksi dan monitoring para penerima beasiswa agar program berjalan efektif," tambahnya.

Persyaratan dan Mekanisme Pendaftaran

Meski masih dalam tahap proposal, beberapa persyaratan calon penerima beasiswa telah diumumkan. Calon harus merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) yang menetap di Chongqing, berusia maksimal 25 tahun, dan memiliki prestasi akademik yang memenuhi syarat.

Mekanisme pendaftaran rencananya akan dilakukan secara online melalui portal resmi BNP2TKI dan pemerintah Kota Chongqing. Para penerima akan dipilih melalui seleksi yang meliputi tes akademik, wawancara, dan penilaian portofolio.

Benny Rhamdani menegaskan bahwa pemerintah akan memastikan keberlanjutan program ini jangka panjang. "Ini bukan sekadar program sekali-sekali, tetapi investasi jangka panam untuk kualifikasi sumber daya manusia transmigran Indonesia di Tiongkok," pungkasnya.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Wulan Simanjuntak

Pemerhati energi dan transisi hijau di kawasan Asia Tenggara.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter