16, 2026
Nasional

Mungkinkah Persija Dapat Pengurangan Poin atau The Jakmania Dilarang Awaydays Buntut Penyerangan Bus Persib U-18? Komdis PSSI Menjawab

Lestari Saputra
Lestari Saputra Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Mungkinkah Persija Dapat Pengurangan Poin atau The Jakmania Dilarang Awaydays Buntut Penyerangan Bus Persib U-18? Komdis PSSI Menjawab

Persija Jakarta kembali menjadi sorotan usai terjadi insiden penyerangan bus tim Persib U-18 jelang pertandingan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta. Insiden yang melibarkan suporter Persija, The Jakmania, ini menimbulkan pertanyaan apakah klub akan mendapat sanksi berupa pengurangan poin atau penyekatan awaydays untuk para pendukungnya. Komisi Disiplin (Komdis) PSSI akhirnya memberikan jawaban terkait dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh sebagian suporter Persija.

Insiden Penyerangan Bus Persib U-18

Insiden terjadi pada Rabu (21/6/2023) jelang laga uji coba antara Persija Jakarta dengan Persib U-18 di GBK. Beberapa suporter Persija yang diduga anggota The Jakmania melempar batu dan benda tajam lainnya ke arah bus yang membawa tim Persib U-18. Akibatnya, jendela bus pecah dan beberapa pemain Persib U-18 mengalami luka ringan di bagian kepala dan tangan.

Ketua Umum Persib Umuh Muchtar mengaku sangat prihatin dengan insiden tersebut. Menurutnya, tindakan yang dilakukan oleh sebagian suporter Persija tidak bisa dimaafkan dan merusak citra sepak bola Indonesia. "Kami menyesalkan insiden ini. Tindakan yang tidak bertanggung jawab ini tidak boleh terulang lagi dalam sepak bola Indonesia," ujar Umuh.

Respons Komdis PSSI

Dalam konferensi pers usai rapat dini hari, Komdis PSSI memastikan akan menyelidiki insiden tersebut secara menyeluruh. Ketua Komdis PSSI, Yusuf Latief, menyatakan bahwa pihaknya telah menerima laporan resmi dari Persib mengenai insiden penyerangan bus timnya.

Menurut Yusuf, Komdis PSSI akan menindaklanjuti insiden ini berdasarkan Pasal 73 ayat (1) dan ayat (2) serta Pasal 76 ayat (1) dan ayat (2) dalam ADART dan Disiplin PSSI. Pasal-pasal tersebut mengatur tentang sanksi untuk pelanggaran disiplin yang dilakukan oleh suporter atau klub.

Potensi Sanksi untuk Persija

Banyak pihak yang mempertanyakan apakah Persija akan mendapat sanksi berupa pengurangan poin atau larangan awaydays bagi The Jakmania. Yusuf Latief menyatakan bahwa semua opsi masih terbuka tergantung dari hasil penyelidikan.

Ia menambahkan bahwa larangan awaydays juga menjadi opsi yang sedang dipertimbangkan jika Komdis menemukan bukti adanya rencana atau koordinasi dari suporter The Jakmania dalam melakukan aksi tersebut.

Reaksi dari Persija

Manager Persija, Yunus Nuryanto, meminta maaf atas insiden yang menimpa bus Persib U-18. Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentolerir tindakan yang merusak citra sepak bola.

Yunus juga mengimbau kepada seluruh suporter Persija untuk tetap mendukung tim dengan cara yang positif dan tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan klub atau sepak bola Indonesia secara umum.

Tanggapan Publik

Insiden ini menuai banyak kritik dari berbagai kalangan. Banyak pihak menyoroti pentingnya menjaga sportivitas dalam sepak bola. Aktivis suporter, Ahmad Rizki, menyatakan bahwa tindakan yang dilakukan oleh sebagian suporter Persija tidak mencerminkan semangat suporter sejati.

Sementara itu, anggota DPR Komisi X yang membidangi olahraga, Bambang Haryo Wibowo, meminta PSSI untuk memberikan sanksi tegas agar tidak ada lagi insiden serupa yang terjadi di masa depan.

Penutup

Penyelidikan Komdis PSSI masih berlangsung hingga saat ini. Pihak berencana memanggil sejumlah saksi untuk mendapatkan gambaran yang jelas mengenai insiden penyerangan bus Persib U-18. Keputusan sanksi untuk Persija dan The Jakmania akan diumumkan dalam waktu dekat setelah semua bukti dan keterangan terkumpul.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Lestari Saputra

Pemerhati energi dan transisi hijau di kawasan Asia Tenggara.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter