Nasib Cimi Tak Diketahui Rimbanya Usai Dibawa Lari Abang Mi Ayam
Sebuah insiden yang menyentuh hati terjadi di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada Rabu (15/3) lalu. Seekor kucing peliharaan bernama Cimi yang sedang bermain di halaman rumahnya tiba-tiba dibawa lari oleh seorang pria yang diketahui sebagai penjual mi ayam keliling. Kehilangan Cimi meninggalkan kecemasan dan duka dalam keluarga pemilik, serta memicu kekhawatiran di kalangan pecinta hewan di lingkungan sekitar.
Menurut saksi mata, Siti (45), tetangga korban, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 14.30 WIB. Pria berusira sekitar 30 tahun itu tiba di kompleks perumahan menggunakan sepeda motor dengan gerobak berisi kompor dan panci untuk memasak mi ayam. "Dia biasa lewat sini menjual mi ayam, tapi biasanya berhenti di depan warung sebelah. Kali ini dia parkir di depan rumah Bapak Ahmad, pemilik Cimi," cerita Siti.
Siti melihat Cimi yang sedang bermain di halaman rumah Ahmad mendekati pria tersebut. Tanpa diduga, pria tersebut secara perlahan meraih Cimi yang sedang bermain di sekitar gerobaknya. "Anehnya, Cimi tidak melarikan diri seperti biasanya. Dia malah mendekati dan dipegang oleh si penjual mi ayam. Kemudian dia masukkan ke dalam karung kecil yang biasa dipakai untuk menyimpan bahan makanan," ujar Siti yang tampat sedih menceritakan kejadian tersebut.
Kehilangan yang Mendalam bagi Keluarga
Ahmad (52), pemilik rumah dan pemilik kucing Cimi, mengaku mendapat kabar tentang kejadian tersebut dari tetangganya yang lain. "Saya sedang di luar kota untuk urusan keluarga. Istri saya menceritakan kalau ada tetangga yang melihat Cimi dibawa lari oleh si penjual mi ayam. Saya sangat kaget dan sedih sekali," ujar Ahmad via telepon.
Cimi merupakan kucing peliharaan yang telah menghuni rumah Ahmad selama empat tahun. Menurut keluarga, Cimi sangat jinak dan akrab dengan lingkungan sekitar rumah. "Cimi bukan kucing liar, dia sangat manis dan suka mendekati orang. Dia juga sudah di sterilisasi, jadi bukan untuk diambil bulu atau apa. Kami benar-benar bingung kenapa si penjual mi ayam membawanya," jelas istri Ahmad, Fatimah (48).
Setelah mengetahui kejadian tersebut, keluarga Ahmad segera melapor ke kantor polisi setempat. Mereka juga menyebarkan informasi tentang kehilangan Cimi melalui media sosial dan grup warga di lingkungan sekitar. "Kami sudah melapor ke Polsek Pasar Minggu. Tapi hingga sekarang belum ada kabar tentang penemuan Cimi. Kami hanya bisa berharap dan berdoa agar Cimi ditemukan dalam keadaan selamat," ujar Fatimah yang mata sudah merah menahan tangis.
Reaksi Warga dan Pihak Terkait
Insiden kehilangan Cimi ini memicu reaksi dari warga setempat. Banyak yang menyayangkan tindakan pria penjual mi ayam tersebut. "Ini kejahatan kecil tapi sangat menyakitkan. Kucingnya jinak dan jelas milik seseorang. Bagaimana bisa dia hanya diam-diam membawa pergi," ujar Rohim (38), salah satu warga yang ikut membantu menyebarkan informasi tentang Cimi.
Pihak Humane Society Indonesia (HSI) juga turut menanggapi insiden ini. Koordinator Program HSI, Budi Santoso, mengatakan bahwa pengambilan hewan peliharaan tanpa izin merupakan pelanggaran. "Menurut Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Hewan, pengambilan hewan tanpa izin pemilik adalah tindakan yang dapat dipidana. Kami akan mendukung keluarga Ahmad dalam mencari keadilan," jelas Budi.
Sementara itu, pihak kepolisian mengatakan masih melakukan penyelidikan atas laporan yang diterima. "Kami sudah menerima laporan dari keluarga Ahmad dan sedang mengumpulkan keterangan dari saksi mata. Kami juga akan memeriksa beberapa penjual mi ayam di sekitar lokasi kejadian untuk mencari petunjuk," kata AKP Eko, petugas yang menangani kasus ini.
Keluarga Ahmad masih berharap Cimi bisa ditemukan kembali. Mereka menawarkan hadiah uang bagi siapa saja yang bisa memberikan informasi tentang keberadaan Cimi atau menemukannya. "Cimi bukan sekadar hewan peliharaan, dia sudah seperti anggota keluarga. Kami sangat merindukan suara mengeongnya setiap pulang kerja. Kami berharap ada orang baik yang melihatnya dan bisa membawanya pulang," pungkas Ahmad dengan harap.
Komentar (0)