30, 2026
Nasional

New York Gelar Upacara Peringati 25 tahun Serangan 11 September

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2026/03/29/69c954d59d47b-ribuan-orang-demo-melalui-times-square-di-new-york_gemini_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Kevin Handayani
Kevin Handayani Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 1 dibaca

New York Gelar Upacara Peringati 25 tahun Serangan 11 September

New York kembali menjadi pusat perhatian global saat menggelar upacara peringatan 25 tahun serangan teroris 11 September 2001. Upacara yang berlangsung di kompleks World Trade Center ini menghadirkan ribuan keluarga korban, pejabat tinggi, dan masyarakat umum untuk mengenang tragedi yang mengguncang Amerika Serikat dan dunia.

Upacara dimulai pada pukul 08:30 waktu setempat, tepat sesuai waktu saat pesawat pertama menabrak Menara WTC pertama pada tahun 2001. Suara dering lonceng yang penuh makna memenuhi udara di sekitar Ground Zero, diikuti oleh momen keheningan selama dua menit untuk mengenang korban yang tewas dalam serangan tersebut.

Kenangan yang Tak Terlupakan

Pada peringatan ke-25 tahun ini, upacara menampilkan pembacaan nama-nama 2.977 korban yang tewas dalam serangan 11 September. Setiap nama dibacakan oleh kerabat terdekat mereka, sebuah tradisi yang telah berlangsung sejak peringatan pertama pada tahun 2002. Suara yang penuh emosi dan air mata mengalir saat setiap nama disebutkan, mengingatkan kembali betapa besar duka yang dialami oleh keluarga dan seluruh bangsa Amerika.

Seorang korban yang selamat, Michael Hingson, yang berhasil melarikan diri dari Menara WTC Utara bersama anjingnya Roselle, berbagi pengalamannya. "Saat itu saya berada di lantai 74 saat pesawat menabrak menara. Saya tidak pernah bisa melupakan suara ledakan dan kepanikan yang menyerbu gedung tersebut. Namun, saya juga tidak bisa melupakan keberanian para petugas pemadam kebakaran dan polisi yang rela mengorbankan diri untuk menyelamatkan orang lain," ujar Hingson dengan suara serak.

Peringatan di Seluruh Amerika

Selain di New York, upacara serupa juga digelar di Pentagon di Washington D.C. dan di lapangan terbang Shanksville di Pennsylvania, tempat dua pesawat lain jatuh. Di Pentagon, Presiden Amerika Serikat memberikan pidato singkat yang menekankan pentingnya persatuan dan kekuatan bangsa dalam menghadapi terorisme.

Di seluruh negeri, gedung-gedung ikonik seperti Empire State Building dan Menara Willis di Chicago menerangi bangunan dengan cahaya biru, warna simbol kebesaran dan keberanian. Ribuan orang berkumpul di Times Square untuk menonton siaran langsung upacara di layar raksasa, menunjukkan betapa serangan tersebut masih menjadi bagian tak terpisahkan dari ingatan kolektif bangsa Amerika.

Dampak Jangka Panjang

Serangan 11 September tidak hanya mengubah Amerika secara politik dan keamanan, tetapi juga memberikan dampak jangka panjang dalam berbagai aspek kehidupan. Keamanan bandara menjadi lebih ketat dengan pembentukan Transportation Security Administration (TSA), dan peraturan perjalangan udara berubah secara drastis. Konflik di Afghanistan dan Irak yang diikuti setelah serangan tersebut juga membentuk ulang geopolitik global selama dua dekade terakhir.

Di New York, pembangunan kompleks One World Trade Center yang megah menjadi simbol ketangguhan dan ketekunan kota. Menara setinggi 541 meter ini tidak hanya menjadi gedung tertinggi di Amerika Serikat, tetapi juga menjadi monumen bagi korban dan simbol perjuangan melawan terorisme.

Harapan untuk Masa Depan

Dalam pidatonya, Wali Kota New York Eric Adams menekankan pentingnya mempertahankan harapan dan cinta dalam menghadapi tragedi. "25 tahun telah berlalu, tapi rasa sakitnya masih terasa. Namun, kita juga melihat bagaimana kota ini bangkit dari abu dan menjadi lebih kuat. Kita mengenang mereka yang kita cintai, dan kita terus membangun masa depan yang lebih baik untuk generasi mendatang," ujar Adams.

Upacara ditutup dengan penyerahan bunga di kolam refleksi yang berada di lokasi bekas Menara WTC. Air yang tenang di kolam tersebut mencerminkan kedamaian yang diharapkan oleh seluruh umat manusia, meski di tengah kenangan tragis yang masih terukir dalam sejarah modern.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Kevin Handayani

Kontributor rubrik data dan visualisasi angka penting.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter