30, 2026
Teknologi

Pakar: Transaksi Digital Wajib Pakai PSrE

Keamanan dan keabsahan transaksi digital di Indonesia tidak cukup hanya mengandalkan sistem verifikasi internal atau klaim sepihak dari penyedia platform.]]>

Nadia Santoso
Nadia Santoso Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Pakar: Transaksi Digital Wajib Pakai PSrE

Pakar: Transaksi Digital Wajib Pakai PSrE

Transaksi digital di Indonesia kini membutuhkan kepatuhan terhadap Pedoman Standar Keamanan Siber (PSrE). Menurut para pakar keamanan siber, implementasi standar ini menjadi krusial untuk melindungi data pengguna dan memastikan keamanan dalam ekosistem digital yang terus berkembang.

Dalam sebuah seminar nasional tentang keamanan siber yang diselenggarakan kemarin, para ahli menekankan bahwa PSrE bukan lagi pilihan bagi penyedia layanan digital, melainkan keharusan. Kepala Pusat Informasi dan Komunikasi Strategis Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mengungkapkan bahwa adopsi PSrE akan menjadi fondasi dalam membangun ekosistem digital yang aman dan terpercaya di Indonesia.

Implementasi PSrE dalam Transaksi Digital

PSrE merupakan serangkaian standar keamanan siber yang dirancang khusus untuk melindungi informasi dan sistem digital. Dalam konteks transaksi digital, implementasi PSrE mencakup berbagai aspek mulai dari enkripsi data, autentikasi pengguna, hingga manajemen risiko keamanan siber.

Salah satu pakar keamanan siber dari Universitas Indonesia menjelaskan bahwa transaksi digital tanpa kepatuhan PSrE akan rentan terhadap berbagai ancaman siber seperti peretasan, pencurian data, dan penipuan. "Tanpa adanya standar keamanan yang konsisten, pengguna akan kesulitan untuk mempercayai layanan digital yang ada," ujarnya.

Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah mempercepat implementasi PSrE di berbagai sektor. Langkah ini sejalan dengan visi Indonesia untuk menjadi negara yang unggul dalam bidang digital dengan fondasi keamanan yang kuat.

Dampak bagi Industri Digital

Implementasi wajib PSrE diharapkan akan memberikan dampak positif bagi industri digital Indonesia. Para pelaku industri diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan dengan memastikan keamanan data pengguna menjadi prioritas utama.

Sebuah survei terbaru menunjukkan bahwa 78% konsumen digital di Indonesia lebih cenderung menggunakan layanan yang menerapkan standar keamanan siber yang diakui. Angka ini menunjukkan adanya kesadaran tinggi dari masyarakat akan pentingnya keamanan data dalam transaksi digital.

Berbagai platform digital mulai menyiapkan diri untuk memenuhi persyaratan PSrE. Beberapa perusahaan teknologi besar telah mengumumkan rencana mereka untuk meningkatkan sistem keamanan sesuai standar yang ditetapkan. Ini termasuk implementasi enkripsi end-to-end, sistem autentikasi multi-faktor, dan pemantauan aktivitas yang lebih ketat.

Tantangan dalam Implementasi

Meski demikian, implementasi PSrE tidaklah tanpa tantangan. Banyak pelaku industri menghadapi kesulitan dalam mengadaptasi sistem yang ada dengan standar keamanan yang baru. Biaya untuk upgrade sistem dan pelatihan tenaga kerja menjadi hambatan utama bagi sebagian perusahaan, terutukan untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Untuk mengatasi hal ini, pemerintah berencana memberikan bantuan berupa fasilitas pendanaan dan pelatihan bagi pelaku industri yang membutuhkan. Kementerian Kominfo juga akan menyediakan panduan teknis yang lebih detail untuk memudahkan implementasi PSrE.

Peran Penting Masyarakat

Selain peran dari pemerintah dan industri, masyarakat juga diharapkan turut serta dalam menjaga keamanan transaksi digital. Para pakar menekankan pentingnya kesadaran digital di kalangan masyarakat sebagai upaya pencegahan penipuan dan kebocoran data.

Beberapa upaya yang dapat dilakukan masyarakat antara lain selalu memeriksa keamanan suatu layanan digital sebelum menggunakannya, menggunakan kata sandi yang kuat dan unik, serta menghindari berbagi informasi pribadi secara tidak perlu. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk selalu memperhatikan izin akses yang diminta oleh aplikasi sebelum menginstalnya.

Dengan adanya implementasi PSrE yang wajib diharapkan Indonesia dapat membangun ekosistem digital yang lebih aman dan terpercaya. Ini akan menjadi langkah penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi digital sekaligus melindungi hak asasi masyarakat dalam dunia maya.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Nadia Santoso

Jurnalis ekonomi yang fokus pada kebijakan makro dan sektor keuangan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter