18, 2026
Teknologi

Penerbangan di Bandara Batam Lancar Usai Terdampak Asap Kebakaran Hutan

Intan Permata
Intan Permata Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Penerbangan di Bandara Internasional Hang Nadim Batam Kembali Normal Setelah Sepekan Terdampak Asap Kebakaran Hutan

Bandara Internasional Hang Nadim di Batam, Provinsi Kepulauan Riau, kembali mengalir normal setelah selama sepekan terdampak asap kebakaran hutan. Sejak Senin (15/7), penerbangan dari dan ke bandara ini telah berjalan sesuai jadwal tanpa adanya penundaan atau pembatalan yang signifikan. Kondisi ini berbeda dengan minggu sebelumnya ketika aktivitas penerbangan terganggu akibat visibilitas yang menurun akibat kabut asap.

Kepala Unit Hubungan Masyarakat Bandara Internasional Hang Nadim, Muhammad Rizki, mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pihak terkait untuk memastikan kelancaran operasional penerbangan. "Kami bersyukur kondisi udara di Batam sudah membaik sehingga operasional penerbangan dapat kembali normal. Kami terus memantau perkembangan kondisi cuaca dan kualitas udara untuk antisipasi jika ada perubahan," ujar Rizki, Selasa (16/7).

Dampak Asap Kebakaran Hutan Minggu Lalu

Selama seminggu terakhir, Bandara Hang Nadim mengalami gangguan signifikan akibat asap kebakaran hutan yang berasal dari wilayah Riau dan Sumatera Utara. Kondisi ini menyebabkan visibilitat menurun drastis, bahkan pada beberapa titik mencapai di bawah 1.000 meter. Akibatnya, beberapa penerbangan mengalami penundaan hingga pembatalan, terutama untuk penerbangan domestik seperti rute Batam-Jakarta dan Batam-Pekanbaru.

Data yang dihimpun oleh bandara menunjukkan bahwa pada puncak kejadian, sekitar 15 penerbangan harian mengalami penundaan antara 30 menit hingga 2 jam. Tiga penerbangan bahkan harus dibatalkan karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan untuk take off dan landing. Maskapai seperti Garuda Indonesia, Batik Air, dan Lion Air terpaksa mengubah jadwal penerbangan mereka memberikan informasi kepada penumpang.

Langkah-langkah yang Dilakukan Bandara

Untuk mengatasi situasi tersebut, pihak bandara segera mengambil sejumlah langkah preventif. "Kami bekerja sama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memantau perkembangan kondisi cuaca secara real-time. Selain itu, kami juga meningkatkan koordinasi dengan Air Traffic Control (ATC) untuk memastikan keselamatan penerbangan tetap terjaga," jelas Rizki.

Bandara juga meningkatkan frekuensi pemeliharaan landasan pacu dan sistem navigasi untuk memastikan semua fasilitas berfungsi dengan optimal dalam kondisi apa pun. Selain itu, pihak bandara memberikan informasi terkini kepada penumpang melalui berbagai saluran, termasuk media sosial, aplikasi, dan papan pengumuman di bandara.

Respon dari Maskapai dan Penumpang

Maskapai-maskapai yang beroperasi di Bandara Hang Nadim mengapresiasi langkah yang diambil oleh pihak bandara. Vice President Corporate Communications Garuda Indonesia, Benyamin Dandel, mengatakan bahwa pihaknya selalu berkoordinasi dengan bandara untuk memberikan informasi terbaik kepada penumpang. "Kami mengerti bahwa situasi ini tidak mudah bagi penumpang. Oleh karena itu, kami berusaha memberikan kompensasi dan alternatif terbaik bagi mereka yang terkena dampak penundaan atau pembatalan penerbangan," ujar Benyamin.

Sementara itu, beberapa penumpang yang sempat mengalami gangguan penerbangan minggu lalu menyampaikan apresiasinya atas kelancaran operasional saat ini. "Saya agak khawatir saat akan berangkat ke Batam tadi pagi karena pengalaman buruk seminggu lalu. Ternyata penerbangan berjalan lancar dan tepat waktu. Saya merasa lega," kata Ahmad, seorang penumpang yang akan berkunjung ke Batam untuk keperluan bisnis.

Upaya Jangka Panjang untuk Pencegahan

Untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan, pihak bandara berencana melakukan beberapa langkah strategis. Salah satunya adalah dengan meningkatkan sistem pemantauan kualitas udara secara mandiri. "Kami akan memasang alat pemantau kualitas udara yang lebih presisi dan real-time untuk mendeteksi dini adanya peningkatan partikel debu atau asap di udara," tambah Rizki.

Selain itu, bandara juga akan memperkuat kerjasama dengan pemerintah daerah dan instansi terkait dalam pencegahan kebakaran hutan. "Kami berharap ada langkah konkret dari pemerintah untuk mencegah kebakaran hutan yang menyebabkan dampak signifikan terhadap aktivitas penerbangan, terutama di wilayah seperti Batam yang menjadi pintu masuk utama ke Indonesia," pungkas Rizki.

Dengan kondisi yang kembali normal, Bandara Internasional Hang Nadim diharapkan dapat melayani penumpang dengan maksimal dan memastikan keberlanjutan perekonomian di kota Batam sebagai salah satu pusat industri dan pariwisata di Indonesia.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Intan Permata

Spesialis konten kuliner sehat, diet, dan resep rendah kalori.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter