Jakarta — Sejumlah penumpang bus malam Transjakarta koridor 8, yang melayani rute Lebak Bulus hingga Pasar Baru, mengeluhkan bau tak sedap yang menyengat di dalam kabin bus pada Senin malam (28/1/2020). Keluhan itu disampaikan penumpang melalui media sosial dan layanan pengaduan pelanggan, sehingga memicu respons cepat dari pihak operator.
Keluhan Penumpang dan Respons Cepat Transjakarta
Bau tak sedap tersebut dilaporkan muncul sejak bus meninggalkan Halte Lebak Bulus sekitar pukul 21.30 WIB. Beberapa penumpang mengaku terganggu karena aroma tidak sedap menyerupai bau sampah dan kotoran hewan. Kondisi itu diperparah dengan sirkulasi udara di dalam bus yang dinilai kurang optimal pada malam hari, ketika pendingin ruangan bekerja dengan intensitas lebih rendah.
Menanggapi laporan tersebut, PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) langsung mengerahkan tim kebersihan dan pengawas operasional untuk melakukan sweeping atau pemeriksaan mendadak terhadap sejumlah bus yang beroperasi di koridor 8. Sweeping dilakukan di beberapa titik, termasuk di Halte Lebak Bulus, Halte Fatmawati, dan Halte Pasar Baru.
Penyebab Bau Tak Sedap
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, bau tak sedap diduga berasal dari saluran pembuangan pendingin udara (AC) yang tersumbat serta tumpukan sampah di sudut lantai bagian belakang bus. Petugas menemukan adanya sisa makanan dan minuman yang dibuang sembarangan oleh penumpang, yang kemudian membusuk dan menimbulkan aroma tidak sedap. Selain itu, beberapa bus diketahui belum menjalani pencucian menyeluruh dalam dua hari terakhir akibat padatnya jadwal operasional.
Kepala Divisi Operasional Transjakarta, yang tidak disebutkan namanya dalam laporan ini, menyatakan bahwa pihaknya telah menginstruksikan seluruh depot untuk meningkatkan frekuensi pembersihan, terutama pada bus yang beroperasi pada malam hari. "Kami memastikan setiap bus yang beroperasi telah melalui proses pencucian dan pemeriksaan kebersihan sebelum meninggalkan depot," ujarnya.
Langkah Sweeping dan Pembersihan
Sweeping yang dilakukan pada Senin malam hingga Selasa dini hari (29/1/2020) mencakup pemeriksaan menyeluruh terhadap 12 bus yang melayani koridor 8. Petugas membersihkan saluran AC, menyemprotkan disinfektan, dan mengangkat sampah yang menyumbat saringan udara. Dua bus dilaporkan harus ditarik ke depot untuk pembersihan lebih intensif karena tingkat kebersihannya di bawah standar.
Transjakarta juga mengimbau penumpang untuk tidak membuang sampah di dalam bus dan memanfaatkan tempat sampah yang telah disediakan di setiap halte maupun di dalam bus. Sosialisasi mengenai kebersihan akan dilakukan melalui pengumuman di dalam bus dan media sosial resmi Transjakarta.
Dampak dan Harapan Penumpang
Insiden bau tak sedap ini bukan pertama kali terjadi di layanan Transjakarta. Pada tahun 2019, beberapa keluhan serupa sempat mencuat, terutama pada rute-rute padat penumpang. Meski demikian, penumpang berharap pihak operator dapat menjaga konsistensi kebersihan, terutama pada layanan bus malam yang sering kali luput dari perhatian.
Salah satu penumpang, Rina (32), mengaku lega dengan respons cepat Transjakarta. "Saya berharap kejadian ini tidak terulang. Bus malam sangat penting bagi pekerja seperti saya yang pulang larut malam," katanya.
Transjakarta menyatakan akan mengevaluasi prosedur kebersihan secara berkala dan menambah petugas kebersihan pada shift malam. Langkah ini diambil untuk memastikan kenyamanan dan kesehatan penumpang selama menggunakan layanan transportasi publik tersebut.
Komentar (0)