04, 2026
Teknologi

Penyebab Eskalator Stasiun Duri Mendadak Mundur: Gangguan Sistem Penggerak

KAI Commuter menjelaskan gangguan eskalator di Stasiun Duri akibat masalah sistem penggerak. Perbaikan intensif dilakukan untuk keselamatan penumpang.]]>

Budi Gunawan
Budi Gunawan Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Penyebab Eskalator Stasiun Duri Mendadak Mundur: Gangguan Sistem Penggerak

Insiden eskalator di Stasiun Duri, Jakarta Barat, yang mendadak mundur dan menimbulkan kepanikan pengguna jasa kereta rel listrik menjadi sorotan. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, gangguan terjadi pada sistem penggerak eskalator. Peristiwa itu mengakibatkan sejumlah penumpang kehilangan keseimbangan dan berdesakan di bagian bawah tangga berjalan.

Kronologi Kejadian

Insiden bermula saat eskalator di salah satu sisi peron Stasiun Duri beroperasi normal mengarah ke atas. Sejumlah pengguna jasa yang baru turun dari kereta berdiri di atas anak tangga berjalan. Tiba-tiba laju eskalator berhenti sejenak, kemudian bergerak mundur ke arah berlawanan dengan kecepatan yang tidak terkendali.

Penumpang yang berada di bagian atas eskalator terdorong ke belakang. Sebagian pengguna jasa terjatuh dan saling bertumpuk di kaki eskalator. Petugas stasiun bersama sejumlah penumpang lain bergerak cepat menolong korban dan menghentikan eskalator secara manual. Tidak dilaporkan adanya korban jiwa. Sejumlah penumpang mengalami luka ringan dan mendapatkan perawatan di pos kesehatan stasiun.

Penyebab: Gangguan Sistem Penggerak

Hasil pemeriksaan awal menunjukkan bahwa mundurnya eskalator disebabkan oleh gangguan pada sistem penggerak. Komponen yang berfungsi menjaga arah putaran mesin tidak bekerja sebagaimana mestinya. Akibatnya, daya dorong yang seharusnya menggerakkan anak tangga ke atas justru berbalik arah.

Pada eskalator modern, sistem penggerak dilengkapi perangkat pengereman dan pengaman yang dirancang mencegah laju balik. Perangkat itu bekerja bersamaan dengan rantai, roda gigi, dan motor listrik. Ketika salah satu komponen mengalami kegagalan atau keausan, fungsi pengaman dapat terganggu. Kondisi tersebut berpotensi membuat eskalator berbalik arah, terutama saat menahan beban penumpang.

Pihak pengelola menyebut gangguan sistem penggerak tidak selalu disebabkan satu faktor tunggal. Keausan komponen, kurangnya pelumasan, hingga kendala pada panel kontrol dapat menjadi pemicu. Karena itu, evaluasi menyeluruh terhadap rangkaian penggerak, sistem pengereman, dan sensor keselamatan menjadi langkah wajib sebelum eskalator dioperasikan kembali.

Riwayat Perawatan dan Pengawasan

Pengelola menyatakan eskalator tersebut telah menjalani perawatan berkala sesuai jadwal. Pemeriksaan rutin meliputi pengecekan fungsi tombol darurat, kebersihan rel, kondisi rantai, serta kinerja sistem pengereman. Namun, insiden ini menimbulkan pertanyaan publik mengenai efektivitas perawatan yang dijalankan.

Pengamat transportasi menilai insiden mundurnya eskalator tidak dapat dianggap persoalan kecil. Eskalator berada di ruang publik dengan volume pengguna tinggi, terutama pada jam sibuk. Kelalaian dalam pemeliharaan berisiko menimbulkan cedera serius. Pemeriksaan tidak cukup hanya bersifat visual, tetapi harus mencakup pengujian beban dan uji fungsi sistem pengaman secara berkala.

Selain itu, usia pakai peralatan perlu menjadi perhatian. Eskalator yang telah beroperasi bertahun-tahun memerlukan penggantian komponen sesuai rekomendasi pabrikan. Penundaan penggantian komponen dapat memperbesar peluang kegagalan teknis di kemudian hari.

Respons Pengelola dan Langkah Penanganan

Setelah insiden, eskalator yang bermasalah dihentikan sementara untuk pemeriksaan dan perbaikan. Pengelola menempatkan petugas tambahan di area sekitar eskalator untuk mengarahkan penumpang agar menggunakan tangga biasa atau lift. Papan informasi juga dipasang guna memberi tahu pengguna jasa mengenai kondisi eskalator.

Pengelola menyatakan akan melakukan audit teknis terhadap seluruh eskalator di lingkungan stasiun. Audit mencakup pemeriksaan sistem penggerak, pengereman, sensor keselamatan, serta panel kontrol. Jika ditemukan komponen yang tidak layak, penggantian akan dilakukan sebelum peralatan dioperasikan kembali.

Pengguna jasa diminta tetap berhati-hati saat menggunakan eskalator. Pegangan tangan sebaiknya dipegang selama berada di atas tangga berjalan. Penumpang juga diimbau tidak berdiri di area ujung eskalator dan segera bergerak setelah mencapai bagian atas atau bawah.

Dampak bagi Pengguna Jasa

Insiden ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan pengguna kereta rel listrik. Sejumlah penumpang mengaku waspada dan memilih menggunakan tangga biasa meski harus menempuh jarak lebih jauh. Mereka berharap pengelola meningkatkan pengawasan agar kejadian serupa tidak terulang.

Kepercayaan publik terhadap keselamatan fasilitas stasiun menjadi taruhan. Insiden seperti ini dapat berdampak pada persepsi masyarakat terhadap kualitas layanan transportasi publik. Karena itu, transparansi hasil investigasi dan langkah perbaikan yang terukur menjadi kunci untuk memulihkan kepercayaan pengguna jasa.

Pentingnya Standar Keselamatan

Eskalator merupakan peralatan yang bekerja dengan tenaga mesin dan menahan beban banyak orang secara bersamaan. Standar keselamatan menjadi acuan wajib dalam pengoperasian dan pemeliharaannya. Pemeriksaan berkala, pengujian fungsi pengaman, serta pencatatan riwayat perawatan harus dijalankan secara disiplin.

Insiden di Stasiun Duri menjadi pengingat bahwa gangguan teknis pada sistem penggerak dapat terjadi kapan saja. Deteksi dini melalui inspeksi rutin dan respons cepat terhadap laporan kelainan menjadi langkah penting mencegah kecelakaan. Pengelola diharapkan tidak menunggu adanya korban untuk memperketat pengawasan terhadap fasilitas publik.

Hingga saat ini, penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan penyebab pasti gangguan sistem penggerak. Hasil investigasi diharapkan menjadi dasar perbaikan menyeluruh, sekaligus rujukan bagi pengelola stasiun lain dalam menjaga keselamatan pengguna jasa.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Budi Gunawan

Jurnalis ekonomi yang fokus pada kebijakan makro dan sektor keuangan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter