05, 2026
Teknologi

Eskalator Stasiun Duri Mendadak Mundur, KAI Ungkap Penyebabnya

Dian Gunawan
Dian Gunawan Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Eskalator Stasiun Duri Mendadak Mundur, KAI Ungkap Penyebabnya

Insiden mengkhawatirkan terjadi di Stasiun Duri, Jakarta Barat, ketika sebuah eskalator yang sedang digunakan penumpang tiba-tiba bergerak mundur. Peristiwa ini memicu kepanikan di antara pengguna jasa kereta rel listrik (KRL) yang tengah beraktivitas pada jam sibuk. PT Kereta Api Indonesia (KAI) selaku pengelola stasiun bergerak cepat melakukan investigasi dan mengungkap penyebab teknis di balik kejadian tersebut.

Berdasarkan keterangan resmi yang dihimpun dari pihak manajemen KAI Commuter dan KAI Daop 1 Jakarta, eskalator di Stasiun Duri mengalami gangguan pada sistem pengereman dan kontrol kecepatan. Perangkat keselamatan yang seharusnya menghentikan laju eskalator secara otomatis justru tidak berfungsi sebagaimana mestinya, sehingga tangga berjalan itu bergerak berlawanan arah dengan yang seharusnya. Kondisi ini diperparah oleh beban penumpang yang cukup padat pada saat kejadian berlangsung.

Pihak KAI menegaskan bahwa insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, beberapa penumpang dilaporkan mengalami syok dan luka ringan akibat terjatuh saat eskalator berbalik arah secara mendadak. Petugas kesehatan dan keamanan stasiun segera memberikan pertolongan pertama di lokasi sebelum merujuk korban ke fasilitas medis terdekat apabila diperlukan.

Kronologi Kejadian

Peristiwa bermula ketika sejumlah penumpang baru saja turun dari peron dan hendak menuju pintu keluar stasiun melalui eskalator. Saksi mata menyebutkan bahwa eskalator awalnya beroperasi normal, namun beberapa detik kemudian lajunya melambat dan berbalik arah ke bawah dengan kecepatan yang cukup tinggi. Penumpang yang berada di atasnya spontan berteriak dan berusaha meraih pegangan tangan untuk menyeimbangkan diri.

Beberapa penumpang yang berada tepat di belakang terjatuh dan saling bertumbukan. Petugas stasiun yang mendengar teriakan langsung berlari menuju lokasi dan menekan tombol darurat untuk menghentikan eskalator. Proses evakuasi berlangsung sekitar sepuluh menit sebelum jalur eskalator dinyatakan aman untuk diperiksa oleh tim teknis.

Penyebab Teknis Menurut KAI

Dalam keterangan persnya, pihak KAI mengungkapkan bahwa penyebab utama insiden adalah kegagalan komponen sensor kecepatan dan sistem pengereman otomatis pada eskalator tersebut. Komponen ini berfungsi mendeteksi perubahan kecepatan yang tidak normal dan mengaktifkan rem darurat. Ketika sensor gagal membaca kondisi aktual, sistem kontrol tidak memberikan perintah penghentian, sehingga motor eskalator terus berputar dan akhirnya berbalik arah akibat tekanan beban penumpang.

KAI juga menyoroti faktor usia peralatan dan intensitas penggunaan yang tinggi. Eskalator di Stasiun Duri termasuk salah satu fasilitas yang paling sering digunakan karena stasiun ini merupakan titik transit penting bagi penumpang KRL Commuter Line. Pemeriksaan rutin sebenarnya telah dilakukan sesuai jadwal, namun kegagalan komponen dapat terjadi secara tiba-tiba tanpa gejala awal yang jelas.

Respons dan Langkah Perbaikan

Menanggapi insiden ini, KAI menyatakan permohonan maaf kepada seluruh penumpang yang terdampak. Manajemen berkomitmen melakukan audit menyeluruh terhadap seluruh eskalator dan lift di stasiun-stasiun yang dikelola, khususnya di wilayah Jabodetabek. Langkah tersebut mencakup pemeriksaan sensor, sistem pengereman, motor penggerak, serta pengujian fungsi darurat secara berkala.

Selain itu, KAI akan menambah petugas pemantau di area eskalator selama jam sibuk dan memasang rambu peringatan tambahan bagi penumpang. Sosialisasi mengenai prosedur keselamatan penggunaan eskalator juga akan digencarkan, termasuk imbauan agar penumpang tidak berdiri terlalu dekat satu sama lain dan selalu memegang handrail.

Tanggapan Pengamat dan Penumpang

Pengamat transportasi publik menilai insiden ini menjadi pengingat pentingnya pemeliharaan preventif terhadap fasilitas umum yang berusia tua. Menurut mereka, peningkatan jumlah penumpang harus diimbangi dengan investasi pada sistem pemantauan berbasis sensor dan penggantian komponen secara berkala, bukan hanya perbaikan setelah terjadi kerusakan.

Sejumlah penumpang yang diwawancarai menyatakan kekhawatiran mereka terhadap keselamatan fasilitas stasiun. Mereka berharap KAI tidak hanya melakukan perbaikan sementara, tetapi juga meningkatkan transparansi mengenai hasil pemeriksaan dan jadwal pemeliharaan seluruh eskalator. Kejadian di Stasiun Duri disebut sebagai peringatan bahwa keselamatan penumpang harus menjadi prioritas utama dalam pengelolaan transportasi publik.

Hingga saat ini, eskalator yang bermasalah telah dinonaktifkan dan diberi garis pembatas agar tidak digunakan. Tim teknis masih melakukan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan tidak ada kerusakan lain yang berpotensi menimbulkan risiko serupa. KAI memastikan operasional Stasiun Duri tetap berjalan normal dengan mengarahkan penumpang menggunakan tangga biasa maupun eskalator lain yang dinyatakan layak.

Komitmen Keselamatan

KAI menegaskan bahwa keselamatan dan kenyamanan penumpang merupakan prioritas utama. Perusahaan berjanji akan menindaklanjuti temuan investigasi dengan perbaikan menyeluruh serta evaluasi standar operasional prosedur pemeliharaan. Masyarakat diimbau untuk segera melaporkan apabila menemukan fasilitas stasiun yang berpotensi membahayakan melalui kanal pengaduan resmi.

Insiden eskalator Stasiun Duri menjadi cerminan bahwa infrastruktur transportasi publik memerlukan perhatian serius, terutama pada titik-titik dengan mobilitas tinggi. Perbaikan teknis harus dibarengi dengan peningkatan budaya keselamatan, baik dari sisi pengelola maupun pengguna, agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Dian Gunawan

Penulis lepas yang menulis tentang startup, teknologi, dan ekosistem digital Indonesia.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter