Peringati Hari Ozon, Lampu di Jalanan Jakarta Dipadamkan hingga Pukul 21.30
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan memadamkan lampu penerangan umum di sejumlah jaringan jalan utama dan sekunder sebagai bagian dari peringatan Hari Ozon Sedunia yang jatuh setiap 16 September. Langkah ini dilaksanakan untuk menunjukkan komitmen pemerintah dalam mengurangi emisi gas rumah kaca dan mengurangi konsumsi energi listrik.
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan bahwa pemadaman lampu ini akan berlangsung selama satu jam, tepatnya dari pukul 20.30 hingga 21.30 WIB. "Ini adalah bentuk partisipasi kita dalam upaya global untuk melestarikan lapisan ozon dan mengurangi dampak perubahan iklim," ujarnya dalam keterangannya, Kamis (15/9).
Area yang Terdampak Pemadaman
Pemadaman lampu akan dilaksanakan di sejumlah koridor utama ibu kota, termasuk Jalan Sudirman-Thamrin, Jalan Gatot Subroto, J Rasuna Said, serta jalan-jalan protokol lainnya. Selain itu, lampu di jalan-jalan sekunder di 51 kecamatan di Jakarta juga akan ikut dipadamkan.
Syafrin menjelaskan bahwa pemadaman ini tidak akan sepenuhnya gelap. "Kami akan memastikan keamanan dan keselamatan pengguna jalan tetap terjaga. Lampu di persimpangan berpengatur lampu (traffic light) dan di fasilitas umum kritis seperti rumah sakit dan pos keamanan akan tetap menyala," tambahnya.
Upaya Konservasi Energi
Kegiatan ini merupakan bagian dari serangkaian program yang diselenggarakan Pemprov DKI Jakarta dalam rangkaian peringatan Hari Ozon Sedunia. Selain pemadaman lampu, juga akan diadakan seminar edukasi tentang pentingnya lapisan ozon dan dampak buruk emisi gas rumah kaca.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam keterangannya menyatakan bahwa pemadaman lampu ini bukan sekadar simbolis, tetapi juga upaya nyata untuk mengurangi konsumsi energi. "Kita ingin menunjukkan bahwa setiap langkah kecil, seperti mematikan lampu selama satu jam, dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan," ujarnya.
Tanggapan Warga
Warga Jakarta memberikan berbagai respons terhadap rencana pemadaman lampu ini. Beberapa diantaranya mendukung penuh dengan melihatnya sebagai bentuk kesadaran akan pentingnya energi terbarukan dan pelestarian lingkungan.
"Saya mendukung penuh program ini. Ini adalah cara yang baik untuk menunjukkan kita peduli pada lingkungan. Bahkan di rumah saya juga biasanya matikan lampun jika tidak digunakan," kata Rina, warga Kebayoran Baru.
Di sisi lain, beberapa warga menunjukkan kekhawatiran terkait keamanan selama pemadaman berlangsung. "Saya harap keamanan di jalan tetap terjaga. Mungkin bisa ditambah petugas keamanan di titik-titik krusial," ujar Budi, warga Tanah Abang.
Persiapan Penanganan Darurat
Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta akan menggelar operasi ketertiban di sekitar area yang akan mengalami pemadaman. "Kami akan siaga penuh untuk memastikan tidak ada gangguan keamanan dan ketertiban selama lampu padam," kata Kepala Satpol PP DKI Jakarta Armin.
Sementara itu, PLN Jakarta Raya dan Tangerang (Jakarta Raya) telah memastikan pasokan listrik di wilayah Jakarta tidak akan terganggu meski terjadi pemadaman lampu penerangan umum. "Kami telah melakukan koordinasi dengan pemerintah provinsi dan akan memastikan kelancaran operasional sistem kelistrikan," kata Juru Bicara PLN Jakarta Raya dan Tangerang, Agung.
Dampak bagi Lingkungan
Menurut data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pemadaman lampu secara serentak di seluruh dunia pada perayaan Earth Hour beberapa tahun lalu mampu mengurangi konsumsi energi hingga 10-15%. Meskipun skala kecil, pemadaman lampu di Jakarta diharapkan dapat memberikan dampak positif.
"Setiap watt listrik yang tidak dikonsumsi berarti kita mengurangi emisi karbon. Ini adalah langkah konkret kita dalam memerangi perubahan iklim," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Isnawa Adji.
Dengan menggelar kegiatan ini, Pemprov DKI Jakarta berharap dapat mengajak masyarakat untuk terus sadar akan pentingnya konservasi energi dan pelestarian lingkungan. "Kita berharap masyarakat tidak hanya mematikan lampu pada hari ini, tetapi juga menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari," pungkas Anies Baswedan.
Komentar (0)