Persikotas Bermarkas di Stadion Galuh, Ecep: Awal yang Bagus untuk Masa Depan Sepakbola Priangan Timur
Persik Kota Tasikmalaya (Persikotas) secara resmi memilih Stadion Galuh sebagai markasnya dalam kompetisi Liga 2 musim depan. Keputusan ini diumumkan oleh CEO Persikotas, H. Ecep Suwardaniyasa, yang melihat langkah ini sebagai awal yang positif untuk pengembangan sepakbola di Priangan Timur. Stadion yang berlokasi di Kabupaten Ciamis ini menjadi pilihan utama karena fasilitas yang memadai dan dukungan penuh dari pemerintah daerah setempat.
Dalam konferensi pers yang digunakan pada Rabu (20/9), Ecep menjelaskan bahwa pemilihan Stadion Galuh bukanlah keputusan yang diambil secara terburu-buru. "Setelah melihat beberapa alternatif, kami memutuskan Stadion Galuh adalah pilihan terbaik untuk Persikotas. Fasilitasnya yang memadai, lokasi yang strategis, dan dukungan dari Bupati Ciamis serta pemkab setempat menjadi pertimbangan utama," ujar Ecep.
Dukungan Penuh dari Pemerintah Daerah
Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, yang juga menjabat sebagai CEO Persibat Ciamis, menegaskan komitmennya mendukung Persikotas. Ia menjamin bahwa Stadion Galuh akan disiapkan dengan baik untuk menjadi markas bagi Persikotas. "Kami siap membantu Persikotas dalam segala hal yang diperlukan. Stadion Galuh akan kami persiapkan agar memenuhi standar kompetisi Liga 2," ujar Herdiat.
Herdiat menambahkan bahwa dukungan ini sejalan dengan visi pemerintah daerah dalam mengembangkan olahraga khususnya sepakbola di wilayah Priangan Timur. "Kami percaya dengan adanya Persikotas yang bermarkas di sini, akan semakin memotivasi generasi muda untuk bermain sepakbola dan mengembangkan bakat mereka," katanya.
Fasilitas Stadion Galuh Siap Dipakai
Stadion Galuh sendiri memiliki kapasitas penonton sekitar 15.000 orang dan sudah dilengkapi dengan fasilitas pencahayaan yang memadai untuk pertandingan malam. Selain itu, lapangan hijau yang berstandar internasional juga menjadi keunggulan tersendiri bagi stadion ini. "Stadion Galuh sudah memenuhi kriteria minimal untuk menjadi markas tim sepakbola profesional. Kami hanya perlu melakukan beberapa penyesuaian kecil agar lebih sempurna," jelas Ecep.
Manajer Persikotas, Ahmad Fauzi, menambahkan bahwa timnya akan segera melakukan latihan di Stadion Galuh untuk memastikan para pemain sudah familiar dengan kondisi lapangan. "Kami akan memulai latihan di sana dalam waktu dekat. Ini penting agar pemain bisa beradaptasi dengan kondisi lapangan sebelum kompetisi dimulai," ujar Fauzi.
Persikotas Siap Berjuang di Liga 2
Untuk menghadapi Liga 2, Persikotas telah mengumpulkan sejumlah pemain berkualitas. Beberapa nama yang sudah bergabung di antaranya adalah mantan pemain Persib Bandung, Supardi Nasir, dan beberapa pemain muda berbakat dari daerah. "Kami sedang dalam proses pengumuman daftar pemain. Beberapa nama sudah pasti, namun kami masih terbuka untuk pemain-pemain potensial lainnya," kata Ecep.
Ditanya target di musim pertama, Ecep menegaskan bahwa Persikotas tidak ingin terlalu gegabah. "Target utama kami adalah bisa tampil konsisten dan mengembangkan tim. Tapi kami punya target ambisius untuk bisa promosi ke Liga 1 di masa depan," ujarnya dengan yakin.
Dampak Positif bagi Sepakbola Priangan Timur
Keberadaan Persikotas di Liga 2 diharapkan akan memberikan dampak positif bagi perkembangan sepakbola di Priangan Timur. Selain menjadi inspirasi bagi generasi muda, tim ini juga diharapkan dapat menjadi wadah bagi pemain lokal menunjukkan bakatnya. "Persikotas harapan kami untuk menjadi jembatan bagi pemain lokal berkembang. Kami akan memberikan kesempatan bagi pemain asli Priangan Timur untuk tampil bersama tim," kata Ecep.
Supporter Persikotas, yang dikenal dengan nama The Kotas Mania, menyambut baik keputusan tim untuk bermarkas di Stadion Galuh. "Kami sangat antusias dengan langkah ini. Dukungan penuh akan kami berikan agar Persikotas bisa sukses di Liga 2," ujar Ketua The Kotas Mania, Budi Santoso.
Dengan bermarkas di Stadion Galuh, Persikotas diharapkan dapat memulai debut yang gemilang di kompetisi Liga 2 dan menjadi kebanggaan baru bagi masyarakat Priangan Timur dalam dunia sepakbola Indonesia.
Komentar (0)