11, 2026
Ekonomi

Pertamina Beri Bantuan 45 Alat Tenun & Pelatihan ke Perajin Desa Adat Sade

Pertamina memberikan bantuan 45 alat tenun dan pelatihan untuk pemulihan ekonomi masyarakat Desa Adat Sade pasca kebakaran.]]>

Wulan Simanjuntak
Wulan Simanjuntak Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Pertamina Beri Bantuan 45 Alat Tenun & Pelatihan ke Perajin Desa Adat Sade

Pertamina Beri Bantuan 45 Alat Tenun & Pelatihan ke Perajin Desa Adat Sade

Perusahaan minyak dan gas bumi milik negara, Pertamina, menunjukkan komitmennya dalam melestarikan budaya Indonesia melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Kali ini, Pertamina memberikan bantuan sebanyak 45 alat tenun beserta pelatihan kepada perajin di Desa Adat Sade, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Program ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan kesejahteraan para perajin serta melestarikan warisan budaya tenun tradisional yang telah turun temurun.

Program Pembangunan Berkelanjutan Melalui Pemberdayaan UMKM

Kegiatan penyerahan alat tenun dan pelatihan ini merupakan bagian dari program Pertamina dalam mendukung Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di berbagai daerah di Indonesia. Menurut Kepala Divisi Humanoir Pertamina, Arief Budiman, program ini tidak hanya memberikan bantuan fisik tetapi juga pengetahuan dan keterampilan yang dapat meningkatkan kapasitas produksi para perajin.

"Kami percaya bahwa pemberdayaan ekonomi berkelanjutan adalah kunci untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan memberikan alat tenun modern dan pelatihan, kami berharap para perajin di Desa Adat Sade dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil karya mereka," ujar Arief dalam ssiaran pers yang diterima awak media.

Desa Adat Sade dikenal sebagai pusat industri tenun tradisional di Lombok yang telah ada sejak ratusan tahun. Namun, para perajin sering menghadapi tantangan dalam hal keterbatasan alat tenun yang masih tradisional sehingga menghambat efisiensi dan produksi.

Peningkatan Kualitas dan Daya Saing Produk Tenun

Dalam program ini, Pertamina tidak hanya menyediakan alat tenun modern tetapi juga mengadakan pelatihan intensif selama tiga minggu. Pelatihan ini meliputi teknik tenun yang lebih efisien, perawatan alat, desain motif, serta pemasaran produk. Para pelatih yang terlibat adalah ahli tenun dari berbagai daerah di Indonesia yang telah berpengalaman.

Kepala Desa Adat Sade, H. Muhammad Zain, menyambut baik bantuan dari Pertamina. Menurutnya, program ini sangat membantu para perajin dalam meningkatkan kualitas produk dan daya saing di pasar.

"Selama ini, kami mengandalkan alat tenun tradisional yang memakan waktu dan tenaga. Dengan adanya alat modern dan pelatihan, kami yakin produk tenun Desa Adat Sade akan semakin dikenal dan dicari pasar baik lokal maupun internasional," ujar H. Muhammad Zain.

Para perajin yang terlibat dalam program ini merasa sangat berterima kasih atas bantuan dari Pertamina. Salah seorang perajin, Siti Aminah, mengungkapkan bahwa alat tenun modern yang diberikan akan sangat membantu dalam meningkatkan produksi.

"Sebelumnya, kami hanya bisa memproduksi satu kain tenun dalam waktu satu minggu. Dengan alat baru, kami berharap dapat memproduksi minimal tiga kain dalam waktu yang sama. Ini tentu akan meningkatkan pendapatan kami," kata Siti Aminah yang telah menjadi perajin selama 20 tahun.

Dukungan Terhadap Pelestarian Budaya Lokal

Selain program pemberdayaan ekonomi, Pertamina juga turut serta dalam pelestarian budaya lokal. Tenun Desa Adat Sade memiliki motif dan teknik khas yang tidak dimiliki oleh daerah lain. Motif tenun Sade seperti "Sekar Jagad" dan "Alam" memiliki makna filosofis yang dalam bagi masyarakat Sasak.

"Pertamina tidak hanya fokus pada aspek ekonomi tetapi juga aspek budaya. Kami ingin membantu menjaga kelestarian warisan nenek moyang yang semakin tergerus zaman. Melalui program ini, kami berharap budaya tenun Desa Adat Sade dapat terus lestari dan diketahui oleh generasi muda," tambah Arief Budiman.

Program ini juga diharapkan dapat menjadi role model bagi program serupa di daerah lain yang memiliki potensi industri kerajinan tangan. Dengan sinergi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat lokal, diharapkan industri kerajinan tangan di Indonesia dapat berkembang pesat dan bersaing di tingkat global.

Target Jangka Panjang dalam Pemberdayaan Masyarakat

Pertamina menargetkan program ini dapat memberikan dampak positif jangka panjang bagi masyarakat Desa Adat Sade. Selain meningkatkan pendapatan para perajin, program ini juga diharapkan dapat menurunkan angka kemiskinan di desa tersebut serta menciptakan lapangan kerma baru bagi generasi muda.

"Kami akan terus memonitor perkembangan program ini. Jika berhasil, kami akan menskalakan program serupa ke daerah lain yang memiliki potensi serupa. Tujuan akhir kami adalah membantu masyarakat Indonesia untuk mandiri dan sejahtera melalui program-program berkelanjutan," pungkas Arief.

Dengan dukungan dari pihak Pertamina, diharapkan industri tenun Desa Adat Sade dapat berkembang pesat dan menjadi salah satu andalan pariwisata serta industri kreatif di Nusa Tenggara Barat.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Wulan Simanjuntak

Pemerhati energi dan transisi hijau di kawasan Asia Tenggara.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter