Pertamina Ungkap Penyebab Antrean BBM di Jember
PT Pertamina (Persero) telah mengungkap penyebab panjangnya antrean bahan bakar minyak (BBM) di beberapa wilayah di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Menurut Kepala Divisi Pertamina Area Jatim dan Bali, Dwi Sutjipto, antrean tersebut terjadi akibat adanya penurunan pasokan BBM jenis Premium dan Solar dari depo penyimpanan milik Pertamina di wilayah tersebut.
Dwi menjelaskan bahwa penurunan pasokan ini disebabkan oleh beberapa faktor. Pertama, adanya kendala pada proses distribusi BBM dari depo utama di Surabaya menuju ke Jember. "Kendala distribusi ini terjadi karena beberapa alat angkut yang biasanya digunakan untuk mengangkut BBM mengalami kerusakan," ujar Dwi dalam konferensi pers yang diselenggarakan di kantor Pertamina cabang Jember, Selasa (15/11).
Penurunan Pasokan hingga 40%
Dwi mengungkapkan bahwa pasokan BBM ke Jember mengalami penurunan hingga 40% dari normalnya. Hal ini langsung berdampak pada stok di SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) di sejumlah wilayah. "Biasanya, kita mendistribusikan sekitar 800-900 kiloliter BBM per hari ke Jember. Namun, dalam beberapa hari terakhir, pasokan hanya mencapai 500-600 kiloliter per hari," jelasnya.
Kondisi ini menyebabkan beberapa SPBU di Jember kehabisan stok BBM, terutama jenis Premium dan Solar. Beberapa SPBU bahkan harus menutup operasionalnya sementara karena stok yang habis. "Kita telah melakukan upaya percepatan pengisian ulang stok di SPBU yang kehabisan," tambah Dwi.
Upaya Penanganan dari Pertamina
Sebagai upaya penanganan, Pertamina telah melakukan berbagai langkah untuk memastikan pasokan BBM di Jembali normal. Pertama, Pertamina menambah jumlah mobil tangki (molut) yang biasanya digunakan untuk mengangkut BBM dari depo ke SPBU. "Kita telah menambah 10 unit molut tambahan untuk mempercepat distribusi BBM ke Jember," ungkap Dwi.
Selain itu, Pertamina juga bekerja sama dengan pihak ketiga untuk menyediakan alat angkut tambahan. "Kita juga meminjam beberapa molut dari mitra kerja untuk memastikan distribusi berjalan lancar," tambahnya.
Pertamina juga telah meminta maaf kepada masyarakat Jember atas ketidaknyamanan yang terjadi. "Kita mohon maaf kepada masyarakat Jember atas antrean panjang dan kesulitan dalam mendapatkan BBM. Tim kami sedang bekerja keras untuk memastikan pasokan kembali normal," kata Dwi.
Reaksi Masyarakat
Kondisi antrean BBM di Jember membuat sebagian masyarakat kecewa. Beberapa pengendara yang biasanya memakai motor terpaksa harus mengganti moda transportasi ke angkutan umum karena kehabisan bensin. "Sudah tiga hari ini saya nggak dapat beli Premium. Padahal harus ke kerja setiap hari. Akhirnya saya naik angkot saja," ujar Budi, warga Kecamatan Kaliwates.
Sementara itu, pemilik SPBU di Jember juga mengeluhkan kondisi ini. Menurutnya, stok BBM yang tidak menentu membuat kesulitan dalam merencanakan operasional SPBU. "Stok BBM yang tidak stabil membuat kami kesulitan. Kadang-kadang tiba-tiba habis, padahal masih ada antrian panjang," kata Ahmad, pemilik SPBU di Jember Timur.
Proyeksi Normalisasi Pasokan
Dwi menyatakan bahwa Pertamina berproyeksi pasokan BBM di Jembali normal dalam waktu dekat. "Kita berharap dalam 2-3 hari ke depan, pasokan BBM ke Jember kembali normal dan antrean dapat teratasi," ujarnya.
Untuk mencegah hal serupa terjadi di kemudian hari, Pertamina akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi BBM di wilayah Jember. "Kita akan evaluasi sistem distribusi kita, termasuk ketersediaan alat angkut dan jadwal distribusi untuk memastikan tidak ada lagi gangguan pasokan di kemudian hari," pungkas Dwi.
Komentar (0)