13, 2026
Nasional

Petaka Telur Mentah Berujung Bayi Alena Meregang Nyawa

Melati Handayani
Melati Handayani Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Petaka Telur Mentah Berujung Bayi Alena Meregang Nyawa

Tragedi menimpa keluarga di Desa Sukaraja, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Bayi perempuan berusia enam bulan bernama Alena dinyatakan meninggal dunia setelah mengonsumsi telur mentah yang dicampur susu formula. Insiden yang terjadi pada Rabu (15/3) lalu ini mengejutkan warga setempat dan menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat tentang keamanan pangan bagi balita.

Kronologi Insiden Menyakitkan

Menurut keterangan Kepala Desa Sukaraja, Budi Santoso, insiden tersebut bermula saat ibunda korban, Siti Aminah (28), hendi memberikan makanan tambahan bagi bayinya. Siti, seorang ibu rumah tangga yang bekerja paruh waktu di sebuah warung makan di dekatnya, ingin memberikan nutrisi tambahan bagi anaknya yang diyakinya masih kurang gizinya.

"Saat itu ibunda korban memberikan campuran telur mentah yang masih segar dengan susu formula kepada bayinya. Ibu korban percaya bahwa telur mentah dapat meningkatkan gizi dan memberikan tenaga bagi bayinya," terang Budi saat ditemui di rumah duka, Kamis (16/3).

Setelah mengonsumsi campuran makanan tersebut, Alena terlihat lesu dan tidak seperti biasanya. Siti awalnya mengira kondisi tersebut biasa dialami bayi seusia Alena. Namun, seiring berjalannya waktu, kondisi bayi semakin memburuk dengan timbulnya gejala muntah-muntah terus-menerus dan demam tinggi.

"Malam harinya, kondisi Alena semakin memprihatinkan. Ibu korpan pun membawanya ke Puskesmas Cibinong untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun setelah diperiksa, petugas medis di sana merekomendasikan agar Alena segera dirujuk ke RSUD Bogor karena kondisinya yang sudah kritis," jelas Budi.

Upaya Penyelamatan yang Terlambat

Di RSUD Bogor, tim medis segera melakukan berbagai upaya pengobatan intensif untuk menyelamatkan nyawa Alena. Bayi tersebut diberi perawatan intensif dengan berbagai terapi canggih namun kondisinya terus menurun.

"Ketika tiba di rumah sakit, kondisi Alena sudah sangat kritis. Terjadi gejala keracunan akibat konsumsi telur mentah yang mengandung bakteri Salmonella. Bakteri ini masuk ke dalam darah dan menyebabkan infeksi sistemik yang mengancam jiwa," ujar dr. Ahmad Fauzi, Sp.A, dokter spesialis anak yang menangani kasus ini.

Setelah melalui perjuangan selama tiga hari di ruang perawatan intensif, nyawa Alena tak bisa diselamatkan. Bayi tersebut dinyatakan meninggal dunia pada Sabtu (18/3) sekitar pukul 02.30 WIB.

Meninggalkan Duka dan Peringatan

Kematian Alena meninggalkan duka mendalam bagi keluarga terdampak. Ayah korban, Ahmad Ridwan (32), yang bekerja sebagai buruh harian lepas, terlihat patah arang saat menceritakan peristiwa yang menimpa anaknya tunggalnya.

"Saya tidak tahu apa yang harus katakan. Saya hanya bisa menyerahkan semuanya kepada Tuhan. Saya tidak pernah membayangkan hal seperti ini bisa terjadi. Saya hanya ingin anakku tumbuh sehat," ucap Ridwan dengan suara serak dan meneteskan air mata.

Insiden ini juga menimbulkan peringatan serius bagi masyarakat tentang bahaya memberikan makanan mentah, terutama telur, bagi balita. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, dr. Endang Suryaman, mengingatkan agar para orang tua tidak memberikan makanan mentah atau setengah matai bagi bayi dan balita.

"Telur mentah berisiko tinggi terkontaminasi bakteri Salmonella yang sangat berbahaya bagi sistem kekebalan tubuh yang belum sempurna pada bayi dan balita. Kami mengimbau para orang tua untuk selalu memberikan makanan yang sudah matang dan aman dikonsumsi," tegas Endang.

Menurut data yang dihimpun, kasus keracunan akibat konsumsi telur mentah pada balita tidak jarang terjadi di Indonesia. Dalam tiga tahun terakhir, sudah tercatat sebanyak 27 kasus serupa di Jawa Barat dengan lima di antaranya berujung fatal. Pihak berwenang berencana untuk melakukan sosialisasi masif mengenai nutrisi sehat dan aman bagi balita di wilayahnya.

Kepolisian Resor Bogor telah memulai penyelidikan awal atas kasus ini meskipun tidak ada indikasi adanya unsur kesengajaan. "Kami masih mengumpulkan keterangan dari saksi dan dokter yang merawat korban. Untuk sementara ini, ini kami klasifikasikan sebagai kasus kecelakaan medis atau kelalaian orang tua," jelas Kapolsek Cibinong, AKP Budi Santoso.

Tragedi yang menimpa Alena menjadi pelajaran berharga bagi banyak pihak tentang pentingnya kesadaran akan keamanan pangan, terutama bagi kelompok rentan seperti bayi dan balita. Duka yang dialami keluarga korban tak bisa diukur dengan angka, namun harapan agar kasus serupa tidak terulang kembali menjadi amanat dari peristiwa menyedihkan ini.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Melati Handayani

Peliput olahraga nasional dan perkembangan liga domestik.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter