Pintu KRL INKA Tak Bisa Tutup, Perjalanan Dijaga Petugas Hingga Stasiun Depok
Insiden mengejutkan terjadi pada Rabu (15/3) pagi saat sebuah kereta rel listrik (KRL) produksi PT Industri Kereta Api (INKA) mengalami kerusakan pada sistem pintu penumpang. Kereta yang melayani rute Jakarta-Bogor ini terpaksa beroperasi dengan pintu beberapa gerbong dalam keadaan terbuka sepanjang perjalanan, sehingga petugas keamanan harus ditempatkan untuk mengamankan area tersebut hingga kereta tiba di Stasiun Depok.
Sesaksi yang berada di dalam kereta tersebut, Ahmad (32), mengatakan bahwa insiden ini terdeteksi sebelum kereta berangkat dari Stasiun Manggarai. "Saat itu penumpang sudah mulai naik dan pintu gerbong ke-3 tidak bisa ditutup secara otomatis seperti biasanya. Petugas kondeks pun mencoba menutupnya secara manual, namun pintu tersebut kembali terbuka saat kereta mulai bergerak," ujar Ahmad kepada wartawan.
Kerusakan Sistem Pintu Otomatis
Kereta yang terlibat dalam insiden ini adalah KRL seri INKA yang baru selesai dibangun dan mulai dioperasikan sebulan terakhir. Menurut informasi yang dihimpun, kerusakan terjadi pada sistem pengendali pintu otomatis yang baru dipasang pada gerbong tersebut. Sistem tersebut dirancang untuk membuka dan menutup pintu secara otomatis saat kereta berhenti di stasiun.
"Ada indikasi sensor yang terpasang pada pintu mengalami gangguan sehingga sistem tidak dapat mendeteksi apakah pintu sudah tertutup atau tidak. Akibatnya, sistem terus mencoba membuka pintu meskipun kereta sudah bergerak," jelas Kepala Divisi Operasi PT KAI Commuter Line, Budi Santoso dalam konferensi pers singkat yang digelar di Stasiun Depok.
Tindakan Darurat Dilakukan
Segera setelah kerusakan terdeteksi, masinis segera melapor ke pusat kendali operasi (PKO) KAI. Dengan arahan dari PKO, petugas keamanan darurat segera ditempatkan di gerbong yang bermasalah untuk mengamankan pintu yang tidak bisa ditutup tersebut. Petugas tersebut memastikan tidak ada penumpang yang jatuh atau terjatuh dari kereta saat bergerak.
"Kami memutuskan untuk tetap mengoperasikan kereta dengan kecepatan yang lebih rendah dari biasanya, yaitu sekitar 40 km/jam. Ini untuk memastikan keamanan seluruh penumpang selama perjalanan," tambah Budi. Selain itu, petugas juga melakukan komunikasi terus-menerus dengan penumpang di gerbong yang bermasalah untuk tetap waspada dan menjaga jarak dari pintu yang terbuka.
Dampak pada Operasional KRL
Insiden ini mengakibatkan beberapa kereta yang beroperasi di lintasan Jakarta-Bogor mengalami keterlambatan hingga 15-20 menit. Selain itu, KAI juga melakukan pengecekan ekstra pada seluruh KRL seri INKA yang sedang beroperasi untuk memastikan tidak ada kerusakan serupa terjadi.
"Kami telah membentuk tim teknisi untuk menyelidiki penyebab pasti kerusakan ini. Sementara itu, seluruh KRL seri INKA akan diperiksa secara menyeluruh sebelum dioperasikan besok hari," ujar Budi. Ia menambahkan bahwa KAI akan memberikan kompensasi berupa tiket gratis untuk penumpang yang terkena dampak insiden ini.
Respon dari PT INKA
Sebagai produsen KRL, PT INCA juga telah merespons insiden ini. Perusahaan menyatakan bahwa mereka telah mengirimkan tim teknisi untuk ikut menyelidiki masalah yang terjadi. "Kami sangat prihatin dengan insiden ini dan akan bekerja sama dengan PT KAI untuk menemukan solusi secepatnya. Keamanan penumpang adalah prioritas utama kami," kata Juru Bicara PT INKA, Ratna Sari dalam keterangannya.
Menurut Ratna, KRL yang mengalami kerusakan baru saja melewati periode pemeliharaan rutin. "Semua sistem telah diperiksa sebelum pengoperasian. Namun, ada kemungkinan ada komponen yang tidak terdeteksi selama proses pemeriksaan. Kami akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap prosedur pemeriksaan kami," tambahnya.
Perjalaman Berlanjut dengan Keamanan Terjamin
Usai melakukan pengecekan ekstra di Stasiun Depok, KRL yang bermasalah akhirnya ditarik dari jalur operasional untuk diperbaiki. Seluruh penumpang dialihkan ke kereta lain untuk melanjutkan perjalanan tujuan masing-masing. "Kami meminta maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dan akan terus meningkatkan kualitas serta keamanan seluruh armada KRL," tutup Budi dari PT KAI.
Insiden ini kembali menyoroti pentingnya pemeliharaan berkala dan pemeriksaan ketat terhadap sistem keselamatan kereta api. KAI menegaskan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh armada guna mencegah insiden serupa terulang di masa depan.
Komentar (0)